Daftar Jurusan Kuliah IPA dan IPS

Profesi Data Scientist (Gaji, Kualifikasi, Jobdesk, dan Pendidikan Kuliahnya)

Gaji Data Scientist

Rp. 5Jt - Rp. 8Jt / Bulan

Pendidikan Data Scientist

S1 Sederajat (Teknik Informatika/ Ilmu Komputer)

Sertifikasi Data Scientist

Microsoft Certified System Developer (MCSD), Sun Certified Programmer, Oracle Certified DBA Professional, Certified Internet Web Master(CIW)

Daftar Isi

Deskripsi Data Scientist

Profesi Data Scientist merupakan percampuran dari para ahli matematika, penggemar tren terkini dan ilmuan komputer. Tugas seorang Data Scientist sendiri memecah data dalam volume yang besar untuk kemudian di analisis demi mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang data tersebut. Data scientist berotasi diantara dunia bisnis dan IT sehingga dapat memberikan yang perusahaan inginkan dari data yang selama ini telah dikumpulkan, menjadi aksi yang menguntungkan untuk perusahaan.

Secara garis besar, alur kerja data scientist dimulai dari mengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan analisis data dalam organisasi, menentukan rangkaian data dan variabel yang tepat, mengumpulkan data terstruktur maupun tidak terstruktur dari bermacam-macam sumber, membersihkan serta memvalidasi data, merancang dan menerapkan algoritma untuk mencari informasi baru, menganalisis data untuk menemukan pola kecenderungan, menafsirkan data serta menemukan solusi dan kesempatan yang mendukung tercapainya tujuan organisasi. Terakhir, mengkomunikasikan temuan kepada stakeholders dengan visualisasi dan cara lainnya.

Peran dan Tanggung Jawab Data Scientist

  • Merapikan kumpulan data acak dan tidak beraturan untuk dikelompokkan berdasarkan kebutuhan dengan menggunakan pengkodean dan permodelan matematika
  • Menyusun, melaksanakan dan memvalidasi algoritma mutakhir untuk menganalisis berbagai sumber data denga tujuan mencapai hasil yang ditargetkan
  • Menggunakan konsep-konsep matematika untuk analisa data yang lebih luas
  • Memberi saran dan membangun data yang dapat membantu klien untuk meningkatkan layanan organisasi atau perusahaannya
  • Memberikan wawasan, desain dan memimpin siklus pembelajaran serta pengembangan berulang, hingga menghasilkan solusi analitik baru berbasis data yang akan menjadi bagian dari sumber keputusan
  • Bekerja dengan anggota tim lintas fungsi untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan hal-hal terkait data yang harus ditindaklanjuti
  • Data cleansing atau pembersihan data. Hal ini sangat penting dilakukan karena bertujuan mengurangi data tidak lengkap dan menghindari duplikasi data agar data dihasilkan menjadi valid
  • Data visualization, Dengan visualisasi data, praktisi dapat membaca dan menganalisis data dalam bentuk visual dan mendapatkan ide dari data dengan mudah. Ini adalah kesempatan praktisi untuk mengkomunikasikan data yang nantinya akan mempengaruhi model yang akan dirancang

Keterampilan dan Pengetahuan Data Scientist

  • Bahasa Pemprograman – Seorang data scientist harus memahami tools of trade yang digunakan secara mendalam. Ini berarti data scientist paling tidak harus menguasai bahasa pemrograman seperti R ataupun Python serta bahasa database querying seperti SQL
  • Statistika, Pemahaman yang menyeluruh mengenai statistika merupakan hal yang paling mendasar bagi seorang data scientist. Selain untuk menentukan algoritma yang akan digunakan, ilmu statistika diperlukan untuk mengembangkan software machine learning yang berfungsi sebagai pusaka seorang data scientist
  • Machine Learning – untuk mengolah banyaknya data agar lebih terstruktur, machine learning yang dikembangkan oleh para data scientist ini dapat dipakai untuk sebuah konsep artificial intelegence
  • Kalkulus & Aljabar – Menguasai kalkulus dengan fungsi yang dapat diterapkan di banyak variabel dan aljabar linear
  • Pemetaan data – Sebagai seorang data scientist kita harus membuat data tersebut dikenali oleh komputer. Untuk itulah pemilahan data diperlukan untuk menjaga ‘kebersihan’ data
  • Software Engineering – Di perusahaan start-up teknologi biasanya melibatkan langsung data scientist ke dalam pengembangan software

Kepribadian Data Scientist

  • Berpikir Analitis – Dengan menggunakan logika dan nalar untuk mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan dari solusi alternatif, ataupun pendekatan permasalahan yang ditangani
  • Penyelesaian Masalah yang Kompleks – Mengidentifikasi masalah yang kompleks dan mengulas informasi terkait dalam rangka mengembangkan dan mengevaluasi pilihan serta solusi yang dapat diterapkan
  • Kemampuan Komunikasi – dapat berbicara dalam istilah teknis dan non-teknis kepada tim developer atau bagian lainnya
  • Analisis Sistem – Menentukan bagaimana sebuah sistem bekerja dan bagaimana perubahan kondisi, operasi, dan lingkungan mempengaruhi hasil
  • Kedalaman Persepsi – Kemampuan untuk menilai mana dari beberapa objek yang lebih dekat atau lebih jauh darimu
  • Penyusunan Informasi – Kemampuan untuk mengatur berbagai hal maupun tindakan dalam urutan atau pola tertentu sesuai dengan aturan yang ditetapkan (contoh: pola angka, huruf, kata, gambar, operasi matematika)
  • Penalaran Matematika – Kemampuan untuk memilih metode dan formula matematika yang tepat untuk menyelesaikan masalah
data scientist

Cara Menjadi Data Scientist

Pendidikan Strata 1

Bagimu yang tertarik dengan posisi Data Scientist maka harus memiliki minimal pendidikan gelar sarjana di bidang Teknik Informatika, Sistem Informasi, Statistika, Matematika atau jurusan relevan lainnya. Bahkan ada beberapa perusahaan yang menginginkan gelar master untuk posisi ini. Lulusan teknik informatika sendiri cenderung lebih disukai karena perkuliahannya mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip ilmu komputer dan analisa matematis untuk desain, pengembangan, pengujian, dan evaluasi perangkat lunak, sistem operasi dan kerja komputer. Pada prodi ini akan diajarkan mulai dari menghasilkan ide kreatif, kemudian merealisasikan ide tersebut, memecah fungsi-fungsi, dan menciptakan struktur instruksi yang sangat detil dalam bahasa pemrograman untuk mengajarkan komputer apa saja yang harus dilakukan. Pendidikan Teknik Informatika ini akan ditempuh dalam waktu 4 tahun.

Info lengkap mengenai jurusan Teknik Informatika dapat dilihat di Jurusan Teknik Informatika

Prospek Kerja Data Scientist

Peluang kerja sebagai Data Scientist akan selalu terbuka, karena:

Data Scientist sebagai Salah Satu Profesi yang Paling Banyak dibutuhkan

Meski terbilang sebagai pekerjaan yang relatif baru, data scientist ternyata menjadi salah satu profesi yang banyak dicari dan dibutuhkan oleh industri. Menurut Data Scientist Report 2017 oleh Smith Hanley, hampir 90 persen data scientist dihubungi oleh perusahaan setidaknya sebulan sekali untuk penawaran kerja dan lebih dari 50 persennya bahkan dihubungi setiap minggu. Wajar saja, profesi data scientist memang salah satu profesi yang punya peran penting untuk mengolah dan memanfaatkan data sebuah perusahaan. Seorang Data Scientist Menafsirkan data dalam jumlah besar menggunakan pengkodean dan pemodelan matematika. Ilmuwan data lebih terlibat aktif dalam pembelajaran mesin, terampil dengan pemrograman tingkat lanjut, dan dapat membuat proses baru untuk pemodelan data. Mereka dapat bekerja dengan algoritma, model prediksi, dan lainnya.

Dimana Data Scientist Bekerja

Data Scientist banyak dibutuhkan di berbagai Perusahaan IT, Swasta dan Startup

Jutaan pencarian pekerjaan di era Big Data ini dan Data Scientist merupakan pekerjaan yang paling banyak dicari dalam dekade ini. Hampir setiap perusahaan membutuhkan seseorang yang dapat mengolah data dan memberikan insight bagi perusahaan sehingga dapat selangkah lebih maju dari kompetitornya. Sebut saja perusahaan besar seperti Oracle, Apple, Microsoft, Walmart dan masih banyak lagi, membuat posting pencarian karyawan untuk posisi Data Scientist.

Di Indonesia, sudah terdapat perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang telekomunikasi, perbankan dan startup yang menjadikan data scientist sebagai posisi yang penting dalam manajemen mereka. Data scientist juga dibutuhkan di berbagai perusahaan IT, perusahaan finance ataupun perusahaan besar seperti google, atau facebook. Pada perusahaan finance, data scientist dibutuhkan untuk decision making, seperti visa, data kredit. Bidang kerja lainnya di FCCG (Fast Counsing Costumer Good), bidang pendidikan, kesehatan, transportasi dan logistik, olahraga, media, dan masih banyak lagi. Sayangnya, di Indonesia, jumlah data scientist masih sedikit dan tidak sebanding dengan kebutuhan tenaga kerjanya. Berikut ini beberapa jenjang karir untuk profesi data scientist:

Data Scientist Entry-Level

Data scientist entry-level adalah pendatang baru di industri ini. Mereka adalah orang-orang yang belum memiliki gambaran lengkap soal apa yang dikerjakan oleh para data scientist, atau setidaknya apa saja yang menjadi tanggung jawabnya. Pekerjaan utama dari seorang data scientist entry-level adalah belajar. Ketika sebuah perusahaan memperkerjakan data scientist pemula, mereka menyadari bahwa orang tersebut memang baru saja lulus, sehingga mereka memberikan pekerjaan yang cocok dan bersifat pembelajaran.

Data Scientist Junior

Deskripsi pekerjaan dari data scientist junior sangat terkait dengan kemampuan bekerja sama dalam tim, memiliki kecintaan terhadap data science dan analisis data, kemampuan membuat sistem yang spesifik (data engineer), mengawasi cara kerja sistem (data analyst), melakukan data mining dan lain sebagainya.

Data Scientist Senior

Data scientist senior juga harus memiliki pengetahuan luas mengenai teknologi visualisasi data. Mereka harus mengetahui semua bahasa query yang digunakan untuk data science. Mereka harus memiliki keahlian statistik yang luar biasa, dan lain sebagainya.

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan

Berapa kisaran gaji seorang Data Scientist?

Kisaran gaji seorang Data Scientist adalah Rp 5.000.000 hingga Rp 8.000.000 per bulannya.

Apa saja pengetahuan yang dibutuhkan untuk menekuni profesi ini?

Kemampuan riset, Kemampuan melakukan analisis, Kemampuan berpikir sistematis, Kemampuan manajerial, Kemampuan pemrograman, Pengetahuan statistika, Pengetahuan bisnis dan Penguasaan bahasa asing.

Apa saja tanggung jawab profesi ini?

Menyiapkan infrastruktur data. Melakukan penelitian terkait data pada perusahaan yang akan digunakan sebagai metode penentuan keputusan. Melakukan analisis data perusahaan dalam jumlah yang besar atau big data, dan lain-lain