Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir

Profile
  

Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia merupakan perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan lembaga pemerintah, yaitu Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia menyelenggarakan tiga program studi dan dua jurusan, yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir, Jurusan Teknofisika Nuklir, Program Studi Elektronika Instrumentasi, Program Studi Elektromekanik, dan Program Studi Elektronika Instrumentasi, dan Elektromekanik. Awalnya, penyelenggaraan pendidikan di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis di Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Berdiri pada tahun 1985, menjadikan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia mempunyai sejarah pembentukan yang cukup panjang. Sebelum berstatus Politeknik, perguruan tinggi kedinasan ini sempat menyandang status Pendidikan Tinggi di awal pembentukannya. Berikut sejarah lengkap terbentuknya Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia.

Berawal dari Pendidikan Tinggi Ahli Teknik Nuklir (PATN) yang terbentuk pada tahun 1985. Saat itu, Pendidikan Tinggi Ahli Teknik Nuklir menyelenggarakan jenjang pendidikan Diploma III yang terdiri dari dua jurusan dan tiga program studi, yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir, dan Jurusan Teknofisika Nuklir,Program Studi Teknokimia Nuklir, Program Studi Elektronika Instrumentasi, dan Program Studi Elektromekanik. Tujuan diselenggarakannya dua jurusan dan tiga program studi tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis di Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir terbentuk atas dasar gagasan untuk membuka program diploma bagi para teknisi. Kemudian, diadakan pertemuan antara Kepala Pusdiklat dengan Direktur Jenderal BATAN, pada akhir tahun 1982. Dari pertemuan tersebut, lahirlah gagasan untuk membuka program yang dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga teknisi yang berkualitas tinggi. Harapannya, dapat menjadi penghubung antara tenaga teknisi dan peneliti.

Pada awal tahun 1983, gagasan tersebut kemudian dikembangkan dengan membentuk Satuan Tugas Persiapan Pendidikan Ahli Teknik Nuklir berdasarkan Surat Keputusan Dirjen BATAN No. 08/DJ/07/I/1983. Kemudian, melalui Surat Keputusan DIRJEN BATAN No. 81/DJ/V/1984 tugas SATGAS tersebut diperpanjang.

Setelah semua persiapan selesai, baik perangkat keras maupun Sumber Daya Manusia. DIRJEN BATAN menerbitkan Surat Keputusan No 53/DJ/IV/1985 tentang dibentuknya Satuan Tugas Pengelola Pendidikan Ahli Teknik Nuklir. Pada tanggal 3 Agustus 1985, Pendidikan Ahli Teknik Nuklir diresmikan oleh Bapak Direktur Jenderal BATAN, Ir. Djali Ahimsi di Yogyakarta. Satu tahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 15 September 1986, DIRJEN DIKTI menerbitkan surat izin operasional Pendidikan Ahli Teknologi Nuklir melalui SK Dirjen Dikti No. 1640/D/O/86.

Pada tahun 2001, Pendidikan Ahli Teknik Nuklir berubah status menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). Perubahan tersebut karena terdapat peningkatan kebutuhan sumber daya manusia Indonesia yang lebih kompeten dan profesional di bidang teknologi nuklir.

Perubahan status tersebut, diawali sejak tahun 1998. Saat itu, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir merintis jenjang program Diploma IV. Setahun setelahnya, tepatnya pada bulan Agustus 1999 diadakan pertemuan antara Badan Tenaga Nuklir Nasional dengan Depdiknas yang dahulu disebut dengan Depdikbud. Pertemuan tersebut membahas mengenai gagasan pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.

Pada tanggal 31 Agustus 1999, Badan Teknologi Nuklir Nasional mengajukan permohonan pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir ke Depdikbud. Setelah melalui proses yang cukup panjang, mulai dari perbaikan proposal hingga penilaian kelayakan pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Akhirnya, pada tanggal 21 Februari 2001 Kepala PATN mengadakan presentasi di hadapan Tim Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik dan Program Diploma (P5D) Depdiknas. Setelah presentasi, dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana yang tersedia, seperti ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, dan lain-lain. Kemudian, pada tanggal 15 Maret 2001 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Nasional layak berdiri dengan persetujuan Depdiknas.

Pada tanggal 20 Maret 2001, Direktur Jenderal Perguruan Tinggi menyetujui pembukaan Jurusan dan Program Studi pada Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir di Yogyakarta. Program studi dan jurusan yang telah disetujui terdiri dari dua jurusan dan tiga program studi, yaitu Jurusan Tekno Kimia Nuklir dan Jurusan Tekno Fisika Nuklir, Program Studi Tekno Kimia Nuklir, Program Studi Elektronika Instumentasi, dan Program Studi Elektomekanik

Beberapa waktu kemudian, diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 71 tahun 2001 tanggal 8 Juni 2001, tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Keputusan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Kepala BATAN Nomor  360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja STTN dan Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.

Dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun, terhitung lebih dari 1300 alumni dari jenjang program Diploma I, Diploma II, Diploma III, dan Diploma IV yang telah dihasilkan pada periode Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Alumni tersebut tersebar di lingkungan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan institusi-institusi lainnya, seperti perguruan tinggi, industri, rumah sakit, serta di bidang wira usaha. Selain itu, cukup banyak alumni yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan Magister (S2) bahkan Doktoral (S3), di berbagai perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

Awal tahun 2006, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir menerapkan sistem mutu dan mengajukan Akreditasi ke BAN-PT, hal tersebut dilakukan demi memenuhi  tuntutan pemangku kepentingan atau stake holder. Selain tuntutan dari pemangku kepentingan, akreditasi tersebut dilaksanakan demi menjamin mutu pelaksanaan pendidikan tinggi dalam bidang teknologi nuklir di Indonesia.

Lantaran, akreditasi merupakan salah satu unsur penting yang harus dipunya oleh perguruan tinggi, pasalnya akreditas merupakan bentuk akuntabilitas kepada publik yang dijalankan secara obyektif, transparan, adil, dan komprehensif.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir melaksanakan akreditasi terhadap tiga program studi, melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Pada tanggal 9 November 2007, tiga program studi yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir telah mendapatkan Sertifikat Akreditasi BAN-PT dengan peringkat “B”, akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun. Kemudian pada tahun 2012, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir melakukan re-akreditasi untuk ketiga program studi tersebut dan berhasil mendapatkan akreditasi “B” kembali untuk lima tahun ke depan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan serta mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam industri nuklir di Indonesia. Penyelenggaraan perguruan tinggi yang berfokus dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) nuklir juga memiliki tujuan untuk preservasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi nuklir di Indonesia. Preservasi tersebut dilakukan melalui peningkatan jaringan dan kolaborasi dengan institusi di dalam dan di di luar negeri. Dengan adanya perluasan jaringan, diharapkan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dapat menjadi Leading in Nuclear Science, Technology and Education di Indonesia.

Perguruan tinggi kedinasan yang dikelola oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional tersebut, mempunyai tugas utama, yaitu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional, kompeten, dapat mengantisipasi segala tantangan, hambatan, dan perubahan internal maupun eksterkan dalam bidang Ilmu Pengetahun dan Teknologi (IPTEK) nuklir.

Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia telah melaksanakan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi, diantaranya kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia berharap, Output atau hasil utama dari pelaksanaan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi dapat mencetak sumber daya manusia profesional atau Sarjana Sains Terapan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir yang merupakan lulusan Program Diploma IV Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi, dan Elektromekanik.

Selain itu, Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia dapat mengadakan penelitian terapan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir dan menyebarluaskan hasil penelitian tersebut. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia melakukan sosialisasi ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir kepada masyarakat dan meningkatkan keterkaitan program Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia dengan kebutuhan masyarakat, sebagai bentuk kegiatan pengabdian ke masyarakat.

Visi, Misi, dan Tujuan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

Visi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

“Menjadi Perguruan Tinggi Vokasi Teknologi Nuklir Berdaya Saing Global”

Misi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

  1. Menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang teknologi nuklir
  2. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang sains dan teknologi nuklir yang inovasi
  3. Memperkuat kelembagaan dengan menyelenggarakan tata kelola perguruan tinggi yang baik, bersih (good and clean goverment) dan bermutu
  4. Memperkuat serta mengembangkan jejaring dan kemitraan di dalam dan luar negeri

Tujuan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

  1. Menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, berintegritas, dan bermartabat, serta mampu bersaing di tingkat Internasional
  2. Terwujudnya hasil penelitian dan perekayasaan yang termanfaatkan oleh masyarakat maupun industri
  3. Terwujudnya budaya akademik dan organisasi modern yang mendorong pengembangan diri sivitas akademika secara optimal dalam menyelenggarakan tridharma perguruan tinggi
  4. Terwujudnya kerjasama dengan perguruan tinggi, institusi dan industri baik dalam maupun luar negeri untuk peningkatan kompetensi dan kepakaran sivitas akademika dan lulusan.

Akreditasi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia: B

Akreditasi merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan pilihan institusi pendidikan selanjutnya. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir saat ini telah mengantongi akreditasi B berdasarkan Surat Keputusan No 419/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018.

Video Profil Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

Profil Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dapat dilihat di tautan ini .

Jurusan dan Program Studi di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

Biaya Kuliah di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

Sejalan dengan perubahan nama menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan kebijakan tidak memungut biaya operasional kuliah pada mahasiswa, mulai dari biaya pendaftaran mahasiswa baru hingga uang kuliah yang harus dibayarkan setiap semester selama masa studi di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia. Diharapkan dengan kebijakan baru ini, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Fasilitas di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan yang memiliki fasilitas yang sangat memadai untuk mahasiswanya. Mulai dari laboratorium untuk penelitian, studi, ruang kelas, hingga sarana olahraga. Berikut adalah fasilitas-fasilitas yang terdapat di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia:

  1. Gedung Perkuliahan
  2. Ruang kelas
  3. Laboratorium Bahasa
  4. Laboratorium Kimia Dasar
  5. Laboratorium Kimia Radiasi
  6. Laboratorium Proteksi Radiasi
  7. Laboratorium Analisis dan Instrumentasi Kimia
  8. Laboratorium Operasi Teknik Kimia dan Proses
  9. Laboratorium Instrumentasi Kendali
  10. Laboratorium Distributed Control System (DCS)
  11. Laboratorium Manufaktur
  12. Laboratorium Non Destructive Test (NDT)
  13. Laboratorium Bahan
  14. Laboratorium Mekatronika
  15. Laboratorium Gambar Teknik
  16. Laboratorium Listrik Arus Kuat
  17. Laboratorium Elektronika Dasar
  18. Laboratorium Instrumentasi Nuklir
  19. Laboratorium Perawatan Listrik
  20. Laboratorium Instrumentasi Medik
  21. Laboratorium Komputer
  22. Fasilitas Iradiator Gamma
  23. Fasilitas Reaktor Kartini
  24. Fasilitas Akselerator dan Mesin Berkas Elektron
  25. Studio Perancangan Proses
  26. Laboratorium Fisika Dasar
  27. Auditorium
  28. Lapangan Basket
  29. Tenis Meja
  30. Wall Climbing
  31. Ruang BEM
  32. Kantin
  33. Unit Layanan Kesehatan yang terintegrasi dengan PRTA BRIN
  34. Ruang Kesenian

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Buku Pelajaran SD, SMP, SMA
  • Buku SBMPTN
  • Buku Persiapan Ujian
  • Buku Uji Kompetensi
  • Buku Tes Masuk TNI & Polri
  • Berbagai macam kategori buku seperti buku novel, hobi, motivasi, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Buku Pelajaran SD, SMP, SMA
  • Buku SBMPTN
  • Buku Persiapan Ujian
  • Buku Uji Kompetensi
  • Buku Tes Masuk TNI & Polri
  • Berbagai macam kategori buku seperti buku novel, hobi, motivasi, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

Biaya Hidup Di Yogyakarta

Biaya Hidup / Bulan

Terendah (Rp 1.000.000)
Rata-rata (Rp 900.000)
Tertinggi (Rp 2.000.000)

Pertanyaan Umum Yang Sering Ditanyakan

Apakah SekolahTinggi Teknologi Nuklir masih menggunakan sistem kedinasan?

Sekolah Tingi Teknologi Nuklir termasuk perguruan tinggi kedinasan yang masih menggunakan sistem ikatan dinas.

Apakah di STTN disediakan asrama?

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir menyediakan asrama untuk seluruh mahasiswa.

[algolia_carousel]
Spesialisasi
  • Teaching skills
Video

Event