Takut Bertambah Dewasa? Temukan Perasaanmu dalam Antologi Puisi I Don’t Want to Get Older!
Grameds, kamu mungkin pernah merasa relate dengan lirik ini: “takut tambah dewasa, takut aku kecewa”, sepenggal kutipan dari lagu Idgitaf yang sempat viral saat baru-baru dirilis pada 2022 dulu. 🎙️🎵
Lagu tersebut menggambarkan perasaan yang mungkin akrab bagi banyak orang, yaitu takut menghadapi masa depan dan bertambah dewasa.
Well, pada dasarnya, hampir semua dari kita memang diam-diam menyimpan ketakutan yang sama, yaitu semakin bertambah tua.
Seiring bertambahnya usia, hidup membawa berbagai hal yang perlu kita hadapi. Ada kehilangan yang belum sepenuhnya pulih, ekspektasi yang terus bertambah, hubungan yang berubah, hingga penyesalan atas hal-hal yang tak sempat kita ungkapkan.
Bersamaan dengan itu, kita berkeras terus berjalan, sambil perlahan belajar menerima bahwa tumbuh dewasa punya lika-likunya sendiri.
Perasaan-perasaan inilah yang turut dieksplorasi Leony Jardine dalam antologi puisi terbarunya, I Don’t Want to Get Older.
Melalui rangkaian puisi yang personal dan reflektif, Leony mengajak kita menyelami pergulatan tentang keluarga, hubungan, kehidupan sosial, dan proses menemukan diri sendiri di tengah perubahan.
Penasaran dengan apa saja yang ada dalam buku ini? Yuk, kenali lebih dekat I Don’t Want to Get Older dan temukan puisi-puisi yang mungkin terasa begitu dekat dengan pengalamanmu! 🌿🚀
Buku Tentang Apa?
“Maybe we lost each other only to find ourselves better.”
I Don’t Want to Get Older hadir sebagai buku antologi puisi keempat karya Leony Jardine.
Buku ini merangkum berbagai perasaan yang menyertai perjalanan menuju kedewasaan, mulai dari perjuangan bertahan di kota baru sambil merindukan rumah, pengalaman tumbuh dalam keluarga yang tak utuh, hingga kerumitan hubungan antar-manusia.
Selain rangkaian puisi, buku ini juga dilengkapi foto-foto yang memperkuat suasana dan membantu pembaca menghayati setiap halaman.
Dengan hadirnya perpaduan antara tulisan dan visual, keduanya bisa membuat pengalaman membaca kamu jadi terasa lebih menyatu dengan suasana yang coba dibangun dalam bukunya.
Baca juga: Ke Mana Perginya Benda-Benda yang Sudah Tiada: Barangkali Puisi, Atau Mungkin Luapan Melankoli
Cuplikan Puisi dalam I Don’t Want to Get Older
Bersama larik-larik puisinya, Leony banyak mengajak pembaca melihat kembali cara untuk memaknai waktu dan perubahan. Selain itu, ia juga turut menghadirkan ruang untuk mengenali perasaan sendiri.
Sebab, bertambah usia berarti menghadapi berbagai kehilangan, menemukan kembali diri sendiri, serta belajar menerima kenyataan yang tak selalu berjalan sesuai harapan.
Dan di tengah semua itu, kita tetap bisa menemukan alasan untuk bertahan dan menghargai hal-hal kecil yang membuat hidup terasa berarti.
Berikut beberapa cuplikan isi dan puisi yang bisa kamu simak terlebih dahulu sebelum mendapatkan bukunya:
“How much money do you need
to finally realize
How many suffer outside?
Everyone is forced to bow
beneath the lords of power
wearing golden masks
using polished tricks
to keep fooling the innocent
You build an empire
untouchable by the system
Your champagne
is weeks of their food
Your assets
are their unreachable dreams
I hope that one day
justice will prevail
that wealth will be redeemed
returned to those
who truly deserve it”
“The rich
may be blinded by diamonds and gold
but the riches in me
are seeing my closest ones happy
Taking our parents
to their favorite chinese restaurant
celebrating our friend’s birthdays
going on the holiday we deserve
Some people
just want to live comfortably
enough for today
enough for tomorrow”
Kedua puisi tersebut memperlihatkan keluasan tema yang diangkat Leony. Ia mengajak pembaca melihat kehidupan dari berbagai sisi, sekaligus mengingatkan bahwa cara kita memaknai kebahagiaan, waktu, dan keberhasilan dapat terus berubah seiring bertambahnya usia.
Sekilas Tentang Leony Jardine
Leony Jardine merupakan penulis yang mengeksplorasi emosi, penerimaan diri, dan perjalanan penyembuhan melalui puisi. Ia mulai menulis sejak masa sekolah dan telah menekuni dunia kepenulisan sejak kecil.
Buku pertamanya, Remedies for the Broken, terbit pada 2019 ketika Leony berusia 18 tahun. Kumpulan puisi tersebut mengangkat perjalanan penyembuhan diri di tengah pergulatan kesehatan mental, termasuk depresi, kecenderungan menyakiti diri, dan kecemasan.
Lalu, melalui buku keduanya, The Moon and Her Secrets (2022), Leony menyelami kompleksitas emosi manusia, perasaan yang sulit diungkapkan, serta hubungan yang menyisakan banyak hal untuk direnungkan.
Sementara itu, buku ketiganya, The Winter Is Not for Everyone (2023), membahas masa transisi menuju kedewasaan, ketika seseorang perlu menghadapi kehilangan sekaligus menemukan kembali jati dirinya.
Dalam perjalanan kepenulisannya, Leony senantiasa percaya bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk melukai maupun menguatkan. Berkenaan dengan itu, ia kerap mendorong pembaca untuk berani memahami dan menerima emosi yang mereka rasakan.
Selain menerbitkan buku, Leony juga berkontribusi sebagai penulis di platform internasional, seperti Thought Catalog dan Unwritten.
Kalau tertarik untuk mengenal lebih jauh karya dan aktivitasnya, kamu bisa langsung mengunjungi Instagram atau TikTok pribadinya dengan nama pengguna: @leonyjardine.
Dapatkan Bukunya Lewat Special Offer!
Penasaran ingin membaca kumpulan puisi Leony Jardine ini secara lengkap?
Kamu bisa langsung mendapatkan buku I Don’t Want to Get Older melalui program Special Offer di Gramedia.com ya, Grameds.
Selama masa penawarannya berlaku, kamu berkesempatan untuk bisa menyelami baris-baris puisinya dan mendapatkan bonus menarik berupa tanda tangan penulis dan playing card yang bisa kamu gunakan untuk mengisi luang bersama kerabat terdekat.
Bila penawaran ini menarik bagi kamu, segeralah meluncur ke laman yang tertera dan jangan sampai ketinggalan periodenya ya, Grameds! 🤩🛒
Rekomendasi Buku Puisi Lainnya!
Kamu masih ingin membaca karya yang mengajakmu menyelami perasaan dan memandang kehidupan dari sudut yang berbeda?
Gramin masih punya beberapa rekomendasi buku lain yang bisa menemani kamu. Cek daftarnya di bawah ini ya, Grameds! 📚
Ke Mana Perginya Benda-Benda yang Sudah Tiada — Mashdar Zainal
MENANAM HARAPAN
Meski terkadang tidak berbuah,
harapan bisa menjadi kayu.
Suatu saat mungkin akan berguna.
Tanam saja, bijinya kecil dan mudah tumbuh.
Melalui benda-benda sederhana, Mashdar Zainal mengajak kita menelusuri ingatan, pengalaman personal, dan perjalanan waktu.
Puisi-puisinya memperlihatkan bagaimana benda yang akrab dalam kehidupan sehari-hari dapat menyimpan kenangan sekaligus menjadi cara untuk memahami diri sendiri.
A Gentle Reminder — Bianca Sparacino
Buku ini berisi puisi dan prosa singkat tentang percintaan, penerimaan diri, serta proses bertumbuh.
Dengan bahasa yang lembut dan mudah dipahami, Bianca Sparacino menghadirkan pengingat untuk tetap menghargai diri sendiri dan menjalani perubahan hidup dengan lebih lapang.
This is What Home Could Feel Like — Anizabella Lesmana
Bagaimana jika rumah terasa seperti kumpulan cerita, kenangan, dan momen yang membuat kita merasa diterima?
Buku Anizabella Lesmana ini mengeksplorasi gagasan tersebut melalui kisah-kisah yang melibatkan orang-orang, benda, dan pengalaman sehari-hari.
Buku ini akan cocok untuk kamu yang menyukai tulisan reflektif tentang rasa memiliki dan arti sebuah rumah.
Cuci Gudang Kesedihan — Adhan Akram
Lewat puisi-puisi dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Adhan Akram mengajak pembaca mengurai kesedihan yang masih tersimpan.
Buku ini menyentuh pengalaman personal sekaligus pergulatan sosial, menghadirkan tulisan yang terasa akrab bagi pembaca yang sedang mencoba memahami emosinya sendiri.
Capek Sih, Tapi ya Sudah Jalanin Aja! — Artzzil
Buku ilustrasi karya tim desainer ARTZZIL ini mengangkat pengalaman menghadapi tekanan kehidupan modern melalui karakter Gwakmon.
Ilustrasi yang menggemaskan dipadukan dengan humor dan penghiburan, cocok untuk kamu yang membutuhkan bacaan ringan di tengah padatnya aktivitas dan rumitnya hubungan sosial.
Pada akhirnya,
Bertambah dewasa memang membawa banyak perubahan. Ada masa ketika kita merasa tertinggal, kehilangan arah, atau merindukan diri sendiri yang dulu. 🍃
Namun, perjalanan hidup juga memberi kesempatan untuk mengenal diri lebih dalam, menghargai orang-orang terdekat, dan menemukan kebahagiaan dalam hal-hal yang sebelumnya luput dari perhatian.
Melalui I Don’t Want to Get Older, Leony Jardine mengajak kita memberi ruang bagi berbagai perasaan yang hadir sepanjang perjalanan tersebut.
Sebab, kita boleh saja merasa takut menghadapi waktu, tapi di samping itu kita masih bisa melaluinya sambil tetap belajar menjalani hari demi hari dengan lebih bijak.
Jadi, Grameds, kalau kamu sedang mencari bacaan yang bisa menemani proses bertumbuh dan membantumu merenungkan berbagai sisi kehidupan, buku ini bisa banget buat kamu masukkan ke daftar bacaanmu berikutnya ya.
Dan kalau kamu sudah sangat tertarik untuk mendapatkannya, segera cek penawarannya di Gramedia.com dan dapatkan bukunya dengan bonus menarik yang juga telah menunggu kamu! 😍🙌
Baca juga: Tamasya Kota Hantu: Koleksi Puisi Terbaru dari Theoresia Rumthe Siap Mengajakmu Berkelana Ngeri!
✨Oh iya, jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵