Penulis Muda Berprestasi: Dari Pemenang IKAPI Awards Sampai yang ke Iowa

Penulis Muda Berprestasi: Dari Pemenang IKAPI Awards Sampai yang ke Iowa

. 3 min read

Menyambut Hari Sumpah Pemuda, kami menyajikan nama-nama penulis muda berprestasi yang bisa menjadi inspirasi dan semangat untuk muda-mudi Indonesia. Terutama buat kamu yang punya cita-cita sebagai penulis!

Setelah sebelumnya menyajikan penulis muda Indonesia yang punya prestasi di bidang akademik ataupun individual, kali ini waktunya penulis muda yang punya prestasi di bidang literasi. Ada yang menang penghargaan, ada juga yang berkarya sambil memberi pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya.

Berikut adalah lima penulis berprestasi di bidang literasi.

Fiersa Besari

Fiersa
Fiersa Besari (Sumber Gambar: Instagram Fiersa Besari)

Baru saja mendapatkan penghargaan IKAPI Awards 2019, Fiersa Besari memang dikenal lebih dulu sebagai musisi. Ia menjadi pemenang untuk kategori Rookie of the Year yang menjadi kategori yang baru diselenggarakan pada penghargaan tahun ini.

Hingga sekarang, setidaknya terhitung ada enam karya Fiersa yang sudah terbit salah satu yang paling anyar adalah Tapak Jejak dan 11:11. Buku 11:11 jugalah yang menjadi medium kemenangan pemuda Sunda itu dalam IKAPI Awards 2019 berkat keunikannya yang menggabungkan album musik dan karya tulis.


Baca juga:


Faisal Oddang

Faisal
Faisal Oddang (Sumber Gambar: Instagram Faisal Oddang)

Pemuda asal Sulawesi Selatan ini sudah riuh gaungnya sejak cerpennya memenangi penghargaan Cerpen Terbaik Kompas 2014. Kala itu, Faisal Oddang menjadi penulis paling muda dari 24 cerpenis yang terpilih.

Faisal juga mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke negeri Paman Sam untuk mengikuti Internasional Writing Program 2018 di Iowa City, Amerika Serikat. Di sana, Faisal menulis novel yang terinspirasi dari kisah hidup Raymond Carver, cerpenis asal Amerika Serikat. Novel itu diterbitkan dengan judul unik Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa.

Naela Ali

Naela
Naela Ali (Sumber Gambar: Instagram Naela Ali)

Summer Waiting Class menjadi sebutan untuk kelas yang sesekali diselenggarakan sekaligus diajar Naela Ali. Kelas itu dibuka untuk para penggambar yang mewarnai karyanya dengan cat air (watercolor). Naela sudah menerbitkan beberapa buku merangkap ilustrasi, salah satu yang populer dan menjadi karya pertamanya adalah Stories for Rainy Days yang sebelumnya diterbitkan secara sendiri.

Selain membuka kelas watercolor, Naela punya bisnis yang menjual berupa tas kain, kaos, dan segala aksesoris. Bisnis perempuan asal Jakarta itu diberi nama Asobi dan memiliki keunikan sematan ilustrasi karyanya sendiri yang khas. Tertarik untuk mengoleksi buku dan pernak-pernik karya Naela Ali?

Alfian Dippahatang

Alfian
Alfian Dippahatang (Sumber Gambar: Instagram Alfian Dippahatang)

Pemuda asal Sulawesi Selatan ini bisa dibilang baru dalam dunia literasi—khususnya sastra—di Indonesia. Namun, jangan salah, Alfian Dippahatang sempat mewakili Indonesia dalam Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) pada 2018 lalu. Ia menerima langsung surat resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengabarkan bahwa dirinya lolos ke ajang tersebut.

Alfian sudah menerbitkan setidaknya tiga karya. Cerpennya terpilih masuk ke antologi cerpen Makassar International Writers Festival tahun 2019 yang dikemas dengan judul Dari Timur 3. Karya terbarunya Bertarung dalam Sarung juga masuk daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2019 untuk kategori prosa.

Marchella FP

Marchella
Marchella FP (Sumber Gambar: Instagram Marchella FP)

Writer of the Year 2019 menjadi gelar Marchella FP setelah memenangkannya dalam IKAPI Awards 2019. Itu berkat karyanya berjudul Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini. Buku tersebut mengisahkan seorang ibu yang berpetuah kepada sang anak tentang hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Karyanya tersebut akan diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama dan dibintangi oleh Rachel Amanda dan Rio Dewanto.

Marchella adalah pengarang buku Generasi 90’an yang populer karena menghadirkan kembali memori masa kecil anak-anak 90-an. Idenya berasal dari tugas akhirnya sebagai mahasiswi. Baru-baru ini, ia juga merilis buku berjudul Kamu Terlalu Banyak Bercanda.


Baca juga:


Punya karya yang menginspirasi memang butuh waktu. Setidaknya perlu konsistensi agar karya-karya yang dibuat bisa memberikan dampak positif seperti karya-karya penulis di atas. Adakah penulis muda berprestasi di bidang literasi versimu?