Playlist Marchella FP untuk Kamu yang Sedang Baca NKCTHI

Playlist Marchella FP untuk Kamu yang Sedang Baca NKCTHI

. 3 min read

Sebuah lagu terkadang bisa mewakili kisah yang sedang dialami seseorang. Atau juga, sebuah lagu, ada kalanya cocok mewakili cerita yang sudah dituliskan dalam sebuah buku.

Karena itu, Marchella FP, penulis buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), memilihkan beberapa lagu, yang ia rasa cocok dengan cerita di buku NKCTHI. Marchella kemudian membuat playlist Spotify sebagai wadah kumpulan lagu-lagu pilihannya tersebut.

Dia membuat playlist itu dengan harapan, lagu-lagu tersebut bisa menemani pembaca untuk lebih memahami rasa dari tiap lembar kisah di buku NKCTHI.

"Siapa yang suka denger playlist “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”?. Awal-awal bikin buku, saya buat playlist lagu yang menerjemahkan ruang atau suasana yang saya bayangin di dalam buku. Kira-kira akan seperti itu," tulisnya di salah satu unggahan instagram Marchella FP, 23 September lalu.

Dalam playlist berjudul NKCTHI // INDONESIA itu sebenarnya terdapat 28 lagu, dengan total durasi 118 menit. Namun, kami mencoba memilihkan 7 lagu yang bisa mewakili berbagai emosi yang mungkin sedang kamu rasakan saat membaca buku ini.

Berikut 7 lagu dalam playlist NKCTHI pilihan khusus Gramedia.com.

1. Kan Berlalu - Chrisye

"Semua kan berlalu. Senyumlah selalu."

Begitu potongan lirik lagu Chrisye yang berjudul Kan Berlalu. Menggambarkan rasa optimis, karena apapun cobaan atau kesulitan, pasti akan berlalu. Jadi, tak ada alasan untuk tidak tersenyum. Jangan lupa terus semangat ya!

2. Hadapi dengan Senyuman - Dewa

"Bila ketetapan Tuhan, sudah ditetapkan, tetaplah sudah. Tak ada yang bisa merubah dan takkan bisa berubah."

Lagu dari album Laskar Cinta, lagu band Dewa ini menggambarkan rasa ikhlas atas semua yang terjadi. Lagu yang dirilis pada 2004 silam ini menyadarkan kita, bahwa semua yang kita alami memang sudah ketetapan Tuhan, dan kita harus belajar menerimanya. Termasuk saat ketetapan itu tak sejalan dengan harapan kita.

3. Zona Nyaman - Fourtwnty

"Sembilu yang dulu biarlah berlalu."

Ada kalanya kita enggan beranjak. Rasa ogah harus memulai dari awal membuat kita ragu melangkah. Padahal, mau tidak mau, hidup pasti akan terus berjalan ke depan.

Nah, lagu yang menjadi salah satu original soundtrack film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody ini, mewakili perasaan kalian yang sedang takut melangkah.

Tak perlu takut, dan cukup lah zona nyaman yang kemarin berlalu, karena sekarang saatnya memulai hal yang baru.

4. Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti - Banda Neira

"Yang hancur lebur akan terobati. Yang sia-sia akan jadi makna."

Pernah merasa hidup kalian sedang jatuh dan terluka? Rasa sakitnya pasti tidak mudah hilang. Namun lagu dari duo Rara Sekar dan Ananda Badudu ini, seolah mengingatkan kita untuk lebih sabar. Karena suatu saat nanti, apapun yang hancur lebur akan terobati. Begitu juga dengan cerita yang kita anggap sia-sia, kelak akan memiliki makna tersendiri dalam hidup kita.

5. Mata Hati Telinga - Maliq & D'Essentials

"Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran, tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan."

Banyak pertanyaan dan rasa tak terpuaskan saat kita harus menjalani hal yang tak sesuai dengan harapan. Rasa tak terima dan keinginan protes memenuhi pikiran dan perasaan.

Coba dengarkan lagu ini, mungkin kalian bisa menyadari, bahwa masih banyak hal yang lebih penting di sekitar, daripada rasa kecewa yang kita rasakan saat ini.

6. Rehat - Kunto Aji

"Yang dicari hilang, yang dikejar lari, yang ditunggu, yang diharap, biarkanlah semesta bekerja untukmu."

Rasa penasaran, rasa gelisah, rasa penuh tanda tanya, kadang tak juga kita temukan jawabannya.

Kunto Aji, si pelantun lagu Rehat ini mengingatkan kita, jika ada waktunya kita rehat sejenak dan menyerahkan pada semesta untuk menjawab semua pertanyaan yang tersimpan di benak kita.

7. Malam Sepi - Yura Yunita

"Aku harus bagaimana? Tak ingin berpisah namun hatiku berkata sudah. Aku memang butuh dia namun diriku bukan untuknya."

Galau dengan nasib percintaan yang sedang di ujung jalan? Kadang kita ingin memaksakan kehendak, tapi di sisi lain kita juga lelah untuk bertahan. Tak apa, kalian tidak sendiri.

Dengan adanya lagu dari Yura Yunita ini, setidaknya kalian tahu, jika rasa galau itu juga dirasakan orang lain, dan kamu bisa berbagi beban dari rasa itu.

Semoga perasaan itu bisa lebih ringan ya Grameds, setelah mendengar lagu ini.


Kalau kalian, paling suka lagu yang mana? Kalau sedang baca buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), jangan lupa sambil dengerin lagu-lagu di atas, ya!

Anyway, sudah punya bukunya kan? Kalau belum, yuk langsung pesan di Gramedia.com.

NKCTHI


Header image source: Instagram NKCTHI