7 Fakta Game of Thrones Usai Terjawabnya Penguasa Takhta Westeros

7 Fakta Game of Thrones Usai Terjawabnya Penguasa Takhta Westeros

Setelah tayang sejak 2011 lalu, serial Game of Thrones akhirnya menutup perjalanannya di musim kedelapan, episode keenam. Akhir seri dengan genre drama fantasi itu banyak dinanti, bahkan sampai trending di Twitter dengan tagar #GameofThronesFinale.

Sedikit mengulas, Game of Thrones ini bercerita tentang perebutan takhta dari tujuh kerajaan, yang terjadi di benua fiktif bernama Westeros. Sejak musim pertamanya, Game of Thrones kerap berisikan cerita yang penuh dengan pertempuran darah dan kekejaman demi merebut takhta Iron Throne.

Di episode enam, musim kedelapan ini lah terdapat jawaban dari semua pertanyaan. Yang terpenting terungkap siapa yang kemudian menjadi raja.

Bagi yang sudah menonton, pastinya tahu, Jika Bran Stark yang akhirnya terpilih menjadi raja dari enam kerajaan. Sementara Bran membiarkan Sansa menjadi ratu utara dan memimpin kerajaannya sendiri di Winterfell.

Bagi kalian yang mengikuti kisahnya tayangan ini dari awal, tahukah kalian banyak hal yang terjadi sebelum akhirnya seri ini disukai banyak penggemar?

Sebagai momen perpisahan dengan serial ini, Gramedia.com menyiapkan 7 fakta serial TV Game of Thrones terkait dengan seri bukunya yang ditulis oleh George RR Martin.


Baca juga:


Apa saja 7 hal tersebut? Berikut catatan perjalanan seri Game of Thrones, sejak masih berbentuk buku berseri.

1. Berawal dari sebuah buku berseri

Pada awalnya, Game of Thrones merupakan sebuah seri televisi adaptasi dari buku berjudul sama karya George RR Martin. Namun, di perjalanannya, Game of Thrones berdiri sendiri sejak musim keenam.

2. Bukunya terbit sejak 23 tahun lalu

Buku pertama Game of Thrones yang berjudul; A Game of Thrones, dirilis pertama kali pada Agustus 1996 lalu. Dilanjut A Clash of Kings rilis pada Februari 1999, A Storm of Swords rilis November 2000, A Feast for Crows pada November 2005, dan A Dance with Dragons pada Juli 2011. Kemudian, seri ini dikenal dengan sebutan A Song of Ice and Fire.

3. Penulis masih mengerjakan dua buku lanjutan

Meski versi serial TV terhenti mengadaptasi bukunya, namun buku keenam dan ketujuh, yaitu The Winds of Winter dan A Dream of Spring tetap akan dibuat oleh sang penulis, George RR Martin. Namun dari berbagai sumber diketahui jika sang penulis, George RR Martin, masih belum menyelesaikan dua buku tersebut.

Game
Sumber: instagram Game of Thrones

4. Game of Thrones butuh proses sebelum digilai penggemar

Perjalanan serial Game of Thrones tentu bukan perkara hal yang mudah. Sebelum setenar sekarang, versi bukunya pun bisa dibilang butuh waktu untuk bisa diterima oleh pembaca. Buku pertama A Game of Thrones, yang rilis pada 1996 tak langsung heboh dibicarakan.

Baru dibuku kedua, A Clash of Kings yang rilis 1999 lalu, menjadi penanda seri ini disukai. A Clash og Kings adalah buku pertama di seri ini yang menjadi best seller, dan masuk dalam daftar The New York Times Best Seller 1999.

5. Gagal saat peratama kali diadaptasi menjadi tayangan berseri

Seiring dengan bertambah besarnya nama buku berseri GOT, akhirnya buku berseri ini dilirik pihak HBO untuk diadaptasi menjadi tayangan televisi. HBO telah berencana menggarap seri buku ini menjadi serial televisi sejak 2008 lalu. Dilanjut syuting pada 2009.

Sayang di tahap pertama hasilnya kurang memuaskan. Serial Game of Thrones musim pertama mengalami perombakan. Juli 2010, syuting musim pertama dikerjakan kembali. Hingga akhirnya tayang perdana di HBO pada 17 April 2011 lalu di Amerika Serikat, hasil garapan David Benioff dan D.B. Weiss.

6. Berkurangnya episode membuat penggemar tak puas

Kisah serial yang kerap disebut dengan singkatan GOT ini tak jauh dari perebutan takhta, sebagai mana yang telah dijelaskan di awal.

Di musim pertama hingga enam, per musimnya, penonton akan disuguhkan 10 episode dengan jalan cerita yang sulit ditebak. Sayangnya bergulir di musim ketujuh, jumlah episode berkurang, dan di musim kedelapan, alias musim penutup, seri ini hanya memiliki enam episode.

7. Ditutup dengan banjirnya kritikan dan rasa tak puas penggemar

Di musim kedepalan ini, GOT mulai mengudara pada 14 April 2019 lalu. Diharapkan menjadi musim yang menjawab banyak pertanyaan siapa yang akhirnya menduduki takhta di Westeros.

Sayangnya, di musim penutup sekaligus di episode akhirnya, banyak penggemar yang merasa kecewa. Banyak komentar yang mengatakan tidak puas dengan alur cerita di musim penutup ini. Bahkan sampai ada petisi yang dibuat fans untuk membuat ulang Game of Thrones musim kedelapan.


Seru banget ya! Bagi Grameds yang memang penggemar Game of Thrones, kalian termasuk yang puas atau yang kecewa nih, sama akhir perjalanan seri yang satu ini?

Sementara bagi yang belum pernah nonton, dan jadi penasaran, sebelum nonton tayangan serialnya, tak ada salahnya loh baca juga bukunya. Tersedia di Gramedia.com.

Game


Sumber foto header: Game of Thrones instagram


Enter your email below to join our newsletter