Dari Supernova Hingga Aroma Karsa, Ini 5 Karya Terbaik Dee Lestari yang Wajib Dibaca

. 4 min read

Nama Dee Lestari sudah tak diragukan lagi sebagai salah satu penulis ternama di Indonesia. Karya-karyanya selalu habis dibeli pembaca setianya. Setiap buku yang ia telurkan kerap terpajang di jajaran buku-buku best seller.

Mulai dari seri Supernova hingga karya terbarunya, Aroma Karsa, selalu menyedot perhatian di dunia sastra. Bahkan beberapa karyanya dipilih untuk diadaptasi menjadi film layar lebar, seperti Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, Perahu Kertas, Filosofi Kopi, Rectoverso dan juga Madre.

Dari sekian banyak karya Dee Lestari, berikut Gramedia.com pilihkan lima karya terbaiknya yang wajib Grameds baca. Apa saja?

1. Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (KPBJ), Truedee Books, 2001

DEE LESTARI

"Momentum tidak dapat dikejar. Momentum hadir. Begitu ia lewat, ia tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi kenangan. Dan kenangan tidak akan membawa Anda kemana-mana. Kenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai. Anda seharusnya menjadi arus, bukan batu."

Kenapa seri pertama Supernova ini masuk dalam daftar buku terbaik Dee Lestari? Karena lewat buku ini, nama Dee Lestari mulai dikenal sebagai penulis. Karena sebelumnya, Dee Lestari lebih dikenal dengan nama Dewi Lestari, salah satu anggota vokal grup RSD.

Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh dirilis 16 Februari 2001 lalu, dan langsung mengambil hati pembaca. Buku ini telah terjual hingga 12 ribu eksemplar hanya dalam waktu 35 hari.

Buku ini juga masuk dalam Top 5 Khatulistiwa Literary Award 2001, berdampingan dengan karya-karya sastrawan kenamaan, salah satunya Goenawan Muhammad.

2. Supernova: Akar, Truedee Books, 2002

DEE LESTARI

“Satu-satunya cara untuk mengetahui asal-usulmu adalah keluar, lalu kembali. Kamu pikir si Adam itu tahu dirinya istimewa kalau tidak dibuang dulu ke bumi?”

Melanjutkan kesuksesan seri pertamanya, seri kedua Supernova yang berjudul Akar juga laku keras di pasaran. Buku ini bercerita tentang perjalanan Bodhi, seorang pemuda pengikut subkultur punk yang memiliki keanehan dapat melihat nasib makhluk di sekitarnya.

Keunikan jalan cerita dengan pendekatan ajaran agama Budha, buku ini berhasil menempati Top 10 Khatulistiwa Literary Award 2003. Tentunya buku ini juga mejeng di deretan best seller dan jadi salah satu buku yang paling dicari, bahkan hingga saat ini.

3. Filosofi Kopi – Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade, Truedee Books & Gagas Media, 2006

DEE LESTARI

“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.”

Berbeda dari dua buku yang telah disebutkan di atas, Filosofi Kopi merupakan kumpulan cerpen dan prosa yang sudah 10 tahun ditulis dan dikumpulkan Dee Lestari. Buku yang dirilis sejak 2006 itu pun sukses meraih berbagai penghargaan.

Seperti sudah langganan, karya Dee Lestari ini kembali masuk Top 5 Khatulistiwa Literary Award 2006. Selain itu, Filosofi Kopi juga menyabet penghargaan sebagai Karya Sastra Terbaik 2006 versi Majalah Tempo.

Sukses di antara pembaca, buku ini kemudian dilirik oleh produser, dan akhirnya diadaptasi menjadi film layar lebar dengan judul Filosofi Kopi arahan sutradara Angga Dwimas Sasongko.

4. Supernova: Inteligensi Embun Pagi (IEP), Bentang Pustaka, 2016

DEE LESTARI

“Drama adalah komplikasi. Drama membuat kalian egois, berpikir kepentingan pribadi kalianlah yang paling penting.”

Buku yang dirilis Bentang Pustaka pada 2016 lalu ini disebut sebagai karya pamungkas Dee Lestari yang dinanti-nanti. Pasalnya, Supernova IEP ini adalah seri terakhir atau penutup dari lima seri Supernova lainnya.

Perjalanan seri Supernova sejak 2001 tergenapi di seri Supernova IEP ini. Tak heran jika karya pamungkas ini akhirnya diganjar penghargaan sebagai Book of The Year IKAPI Award 2016.

Buku Supernova ini dijamin melepas dahaga untuk para Addeection, pembaca setia karya-karya Dee Lestari sejak 2001 silam.

5. Aroma Karsa, Bentang Pustaka, 2018

DEE LESTARI

"Asmara tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya."

Setahun setelah seri Supernova selesai, Dee Lestari mengumumkan dirinya akan memulai menulis cerita baru. Hingga akhirnya terungkap jika karya yang dimaksud berjudul Aroma Karsa.

Aroma Karsa merupakan cerita yang ditulis dengan ramuan rasa obsesi, pencarian, penciuman dan wangi-wangian. Kisah yang memikat antara tokoh utamanya yaitu, Raras, Jati Wesi dan Tanaya Suma, membawa pembaca seolah terhanyut dalam pencarian bunga yang bernama Puspa Karsa.

Ide fresh tentang pencarian dan penciuman ini membuat Aroma Karsa menyabet penghargaan Book of The Year IKAPI Awards 2018.


Sudahkah kalian membaca buku-buku Dee Lestari di atas? Kalau belum dan kalian mengaku pecinta sastra, sepertinya harus meluangkan waktu menyelami karya-karya Dee Lestari ini.

Untuk kamu yang sedang mencari bukunya, jangan lupa pesan di Gramedia.com ya!


Image header source: deelestari.com