Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Tertidur Selama 27 Tahun, Dee Lestari Rilis Karya Tertuanya, Rapijali

Tertidur Selama 27 Tahun, Dee Lestari Rilis Karya Tertuanya, Rapijali

Mengawali karir sebagai musisi, Dee Lestari merasa ia tak pernah merilis fiksi tentang musik dan selalu dihantui akan utang menyelesaikan cerita dari manuskrip lamanya. Dan ternyata, buku terbarunya kali ini adalah hasil karya manuskrip tertuanya yang telah lama 'tertidur', tentang kecintaan anak desa umur 17 tahun pada musik dan bakatnya yang luar biasa. Ini adalah naskah tulisan Dee ketika berumur 17 tahun saat baru lulus SMA di tahun 1993.

Awalnya Berjudul “Planet Ping”

Mengambil dari nama tokoh dalam ceritanya, Ping. Maka dari itu, Dee memberi judul "Planet Ping" sebagai kesan bahwa ia menulis tentang dunia Ping yang berwarna dan menyenangkan. Dikutip dari situs blognya, deelestari.com, cerita ini menggabungkan petualangannya saat berlibur ke Garut bersama teman sekolah ditambah khayalannya tentang prodigy music di bawah asuhan kakek eksentrik.

Setelah Dee memproses kembali cerita ini yang awalnya hanya fokus pada Ping, akhirnya ia mengganti judulnya menjadi “Rapijali”. Dalam bincang-bincang Dee Lestari Rapijali Media Meet, yang dikutip dari Antara (22/01/2021), Dee mengatakan alasannya mengganti judul karena banyak karakter pendukung dalam cerita ini yang bukan hanya pada Ping saja. Sudut pandang yang digunakan juga bukan dari Ping, tapi sudut pandang orang ketiga.

Rapijali sendiri adalah akronim dari enam nama anggota band yang di mana Ping menjadi salah satu anggotanya. Judul tersebut dirasa bisa mewakili keseluruhan isi cerita.

“Karena di “Rapijali” bukan hanya Ping sendiri tapi ada kawan-kawan lain. Sama kayak dulu “Perahu Kertas” kan awalnya “Keenan & Kugi” tapi cerita juga melibatkan yang lain, jadi Perahu Kertas bisa jadi simbol yang mewakili seluruh cerita.” -Dee pada Media Meet

Berkali-Kali Gagal Bangkit

Sebelum akhirnya Dee memutuskan akan merilis Rapijali, banyak sekali momen di mana Ping ini masuk dalam pilihannya, namun selalu tergantikan oleh pilihan lain. Dulu, Dee tak kembali menulis kelanjutan Ping, karena merasa kemampuannya yang terbatas dalam menyusun konflik dan cerita.

Tertidur
Sumber foto: deelestari.com

Setelah itu, ia mencoba menulis segala hal dan lahirlah Supernova yang rilis pada tahun 2001. Buku serial yang mengeluarkan sampai enam seri dan harus diselesaikannya, membuat cerita Ping kembali tertunda. Selesai dari Supernova, ia dihadapkan pada kembali menulis kelanjutan kisah Ping atau kisah baru lainnya, yang akhirnya ia memilih menulis Aroma Karsa.

Dari cerita Dee di blognya, pada tahun 2007 ia ditawarkan cerbung digital. Dihadapkan pada pemilihan Ping atau Kugy, Dee pun memilih Kugy, yang lahir kembali menjadi “Perahu Kertas”. Masih banyak karya fiksi lainnya yang telah keluar sebelum Rapijali ini, seperti Madre, Rectoverso, dan Filosofi Kopi. Hingga akhirnya pada tahun 2019, Dee mulai memproses kembali cerita Ping yang lama tertidur.

“Setelah tersalip lagi oleh dua judul lain, saya pun tiba di persimpangan serupa, menghadapi beberapa pilihan dan salah satunya Planet Ping. Saya tak tahu persis apa yang akhirnya mendorong saya untuk memilih Ping. Barangkali intuisi, atau barangkali juga Ping dan dunianya tidak bisa menunggu lagi. Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ping ialah utang terbesar saya pada alam ide, memecahkan rekor tulisan terlama saya dalam peti es. 27 tahun.” -Dee dalam blognya

Dirilis dalam Dua Versi

Dulu, Dee membayangkan bahwa Planet Ping akan menjadi cerita bersambung (cerbung) dan ia bagikan ke keluarga sendiri saja. Sekarang, yang judulnya sudah menjadi Rapijali ini hadir dalam bentuk cerbung digital. Cerbung ini sudah hadir sejak 25 Januari 2021 lalu. Cerbungnya pun hadir setiap hari Senin dan Kamis. Rapijali versi penuh juga dicetak ke bentuk buku.

Tertidur
Manuskrip cerita asli Rapijali yang masih tersimpan sejak tahun '90-an. Sumber foto: deelestari.com
“Menerbitkan kembali jadi cerbung sama dengan mengembalikan ke fitrahnya. Dulu kita mengandalkan media cetak, sekarang untuk menciptakan sensasi itu saya harus beralih ke digital,” -Dee dalam Media Meet

Isi dari cerita Rapijali ada yang diubah karena mengikuti perkembangan zaman saat ini. Dee mengatakan seperti membuat kembali dunia Ping yang berbeda, agar lebih relevan dengan sekarang. Hal-hal yang baru masuk seperti media sosial, ponsel, dan ajang bakat televisi, itu semua tidak tersirat dalam naskah aslinya yang berlatar tahun ’90-an.

Dee juga sempat riset langsung ke daerah Batu Karas, Cijulang, Green Canyon, Batu Nunggal, Pantai Madasari, dan datang ke SMA 1 Parigi untuk melihat-lihat kelas, kantin, aula, dan sudut-sudut sekolah. Hal ini dilakukan, agar ia bisa kembali melihat jelas Ping dan dunianya.

“Luar biasa, saya merobohkan yang saya tulis semua dulu, walau ada beberapa yang saya pertahankan. Saya masuk ke ponsel, media sosial. Ini suatu keputusan yang tadinya membuat saya bimbang, tapi saya rasa-lagi drama ini enggak akan muncul kalau enggak ada unsur-unsur kekinian,” -Dee pada Media Meet

Tadinya, pembaca mengira bahwa Rapijali akan hadir dalam satu buku saja. Setelah peluncuran buku Rapijali di bulan Maret 2021, Dee bersama penerbit baru mengumumkan bahwa Rapijali dibuat serial trilogi. Ya, ada tiga buku yang mengisahkan kehidupan Ping.

💡*Baca artikel "Buku Terakhir Rapijali Telah Hadir, Menemui Penghujung Kisah Ping" untuk alasan mengapa Rapijali dibuat menjadi trilogi.

Jika kamu penasaran dengan cerita dari manuskrip tertua Dee Lestari, mari kita baca sinopsisnya satu persatu!

Sinopsis Rapijali 1: Mencari

Ping merasa telah memiliki segala yang ia butuhkan. Dunianya yang damai di Pantai Batu Karas, rumahnya yang penuh alat musik di tepi Sungai Cijulang, seorang sahabat terbaik, serta kakek yang menyayanginya. Namun, diam-diam Ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak memiliki wadah, dan ia tidak berani bercita-cita.

Hidup Ping jungkir balik ketika ia harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon gubernur. Ping mesti menghadapi sekolah baru, kawan-kawan baru, dan tantangan baru.

Mungkinkah ia menemukan apa yang hilang selama ini? Dan apakah Ping siap dengan yang ia temukan, bahwa hidupnya ternyata tidak sesederhana yang ia duga.

rapijaliBeli dan Ikuti Kisah Ping Sekarang!

Sinopsis Rapijali #2: Menjadi

Jakarta tidak lagi menjadi penjara. Di Ibu Kota, Ping justru mulai mendapatkan gambaran tentang hidup yang ia inginkan. Ia memiliki sahabat-sahabat baru, impian baru, dan cinta yang baru. Namun, tantangan lebih besar turut menyingsing.

Ajang Band Idola Indonesia menuntut Ping bekerja keras, termasuk menciptakan lagu. Band Rapijali yang menjadi sumber kebahagiaannya ikut menerbitkan beragam konflik. Popularitas mereka mulai terasa bagai pisau bermata dua. Berbagai perasaan yang terpendam di antara para personel Rapijali turut membayangi perjalanan terjal mereka sepanjang kompetisi.

Cita-cita Ping untuk melanjutkan pendidikan di universitas impian berbenturan dengan kelemahan terbesarnya di bidang musik. Sementara itu, rahasia masa lalu yang mulai terkuak membawa keluarga Guntur ke titik kritis. Mampukah Ping melewati badai itu? Akankah Rapijali bertahan? Di persimpangan hatinya, kepada siapakah Ping menjatuhkan pilihan?

rapijaliBeli dan Ikuti Kisah Ping Sekarang!

Sinopsis Rapijali #3: Kembali

Delapan tahun berlalu. Ping telah berhasil menjadi penyanyi terkenal yang merajai percaturan musik Indonesia. Pada puncak kariernya, bayangan kelam mengintai kesuksesan Ping dan menggerogotinya dari dalam. Di titik terendahnya, Ping menemukan secercah kehidupan lama yang ia rindukan, termasuk kawan lamanya, Oding. Namun, segala sesuatunya tidak lagi sama.

Sementara itu, Reuni Akbar Sekolah Pradipa Bangsa mempertemukan band Rapijali yang sudah tercerai-berai. Setiap personel telah memiliki kehidupan dan pergelutan sendiri-sendiri. Sebuah undangan pentas memaksa mereka berkumpul kembali. Sayangnya, proses yang harus mereka tempuh untuk bisa pentas bersama jauh dari sederhana.

Dapatkah Rapijali utuh kembali? Mampukah para anggota Rapijali menanggulangi konflik dalam hidup mereka masing-masing? Sanggupkah Ping sembuh dari berbagai luka masa lalu yang terabaikan sekian lama?

Rapijali 3: Kembali merupakan buku terakhir yang menutup serial Rapijali. Temukan semua jawaban yang kamu nanti-nanti di buku ini!

rapijaliBeli dan Ikuti Kisah Ping Sekarang!

Jangan lupa untuk ikuti promo-promo menarik lainnya di Gramedia.com. Dari berbagai diskon hingga penawaran spesial, klik gambar di bawah ini untuk cek promonya!

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!

Saat ini belanja di Gramedia.com bisa dikirim dan diambil dari beberapa toko Gramedia yang tersebar di Jabodetabek, lho. Belanja jadi makin asyik, tanpa ribet, hemat ongkir, dan cepat sampai rumah!

warehouse

Pesan sekarang sebelum ketinggalan kisah perjalanan Ping!


Sumber foto header: jakpusnews.pikiran-rakyat.com


Almira R. Natasya

Almira R. Natasya

Digital Content Officer Gramedia Digital

Enter your email below to join our newsletter

comments powered by Disqus