Trilogi Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa Sampai di Penghujungnya! Sudah Siap Kembali Mengikuti Keseruannya?
Lisboa ke Pakuan, sebuah perjalanan antar benua di abad ke-16. Menempuh jarak sejauh itu rasanya mustahil terjadi tanpa adanya hasrat yang besar.
Perjalanan dari Lisboa ke Indonesia hari ini mungkin bisa saja ditempuh dengan waktu hitungan jam dengan menggunakan pesawat. Akan tetapi, cerita itu tentu akan berbeda secara keseluruhan bila terjadi pada abad ke-16.
Saat itu, perjalanan lintas benua berarti berbulan-bulan di laut, melewati wilayah asing, menghadapi berbagai bahaya, sekaligus bergantung pada jalur dan orang-orang yang belum tentu bisa dipercaya.
Lalu, bagaimana jika perjalanan tersebut dilakukan karena ada dorongan besar untuk mencari tahu asal-usul kehidupan dari hidup seorang anak manusia?
Kurang lebih, itulah pemantik awal yang dirasakan Samiam Nogueira, tokoh utama dalam trilogi Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa karya Zaky Yamani.
Berawal dari Lisboa, seorang pedagang rempah ini terseret ke dalam perjalanan panjang yang membawanya melintasi berbagai wilayah, mulai dari Eropa, Arabia, Persia, India, hingga Cina, sebelum akhirnya mendekati tanah Sunda.
Setelah dua buku membawa Samiam semakin jauh dari Lisboa, perjalanan tersebut kini mendekati titik akhirnya melalui Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Bulan Tenggelam di Pakuan yang dijadwalkan terbit pada Oktober 2026.
Lantas, sejauh apa kisah ini telah bergerak? Dan berapa langkah lagi yang dibutuhkan Samiam untuk sampai ke tujuannya? Yuk, langsung saja kita bahas dalam artikel ini! 🏇
Semua Berawal dari Lisboa

Samiam Nogueira pada awal kisah dikenal sebagai seorang pedagang rempah yang hidup di Lisboa. Hidupnya kemudian berubah ketika ia mengetahui keberadaan sebuah Peta Orang Jawa dan berhadapan dengan sosok misterius yang dikenal sebagai Bayangan Hitam.
Dari sinilah muncul pencarian terhadap sosok yang selama ini tidak ia kenal sepenuhnya, yaitu ayah kandungnya. Konon, ayah Samiam merupakan seorang pangeran dari Jawa.
Pencarian tersebut tentu terdengar seperti urusan keluarga. Namun, perjalanan Samiam segera berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih besar.
Berturut-turut, ia kemudian terseret ke dalam konflik yang melibatkan organisasi rahasia, kekuasaan, serta berbagai kepentingan politik yang membuat perjalanannya semakin berbahaya.
Bersama langkahnya yang bergerak meninggalkan Lisboa, Samiam pergi membawa pertanyaan tentang asal-usulnya, lalu perlahan menemukan bahwa jawaban yang dicari ternyata tersembunyi jauh di luar tempat yang selama ini ia kenal.
Baca juga: Saat Dunia Terasa Abu-Abu, The Ocean Would Paint Me Blue Bantu Temukan Warnamu Kembali
Dari Pencarian, Bergerak Jadi Petualangan
Dalam buku pertama, perjalanan Samiam berkembang menjadi rangkaian peristiwa yang sulit diprediksi. Pencarian terhadap Sang Ayah membawanya berhadapan dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan masing-masing.
Bahkan, Samiam terseret dalam misi yang berkaitan dengan upaya membunuh Paus. Di tengah perjalanan tersebut, orang-orang yang berada di sekelilingnya pun menyimpan rahasia mereka sendiri.
Di titik ini, perjalanan Samiam mulai terasa seperti petualangan yang terus memaksanya bergerak. Setiap kali ia berharap bisa menemukan jawaban, muncul persoalan baru yang membuat jalannya semakin panjang.
Perjalanan yang awalnya tampak seperti pencarian terhadap seorang ayah berubah menjadi perjalanan melintasi dunia yang penuh konflik, misteri, dan perebutan kekuasaan.
Dari Konstantinopel, Arabia, hingga Negeri-Negeri Jauh
Perjalanan tersebut berlanjut dalam buku kedua, Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Sepasang Elang dari Diyarbakir.
Kali ini, Samiam sudah berada jauh dari Lisboa. Ia tiba di Konstantinopel dan kembali menghadapi situasi yang membuat hidupnya berada dalam bahaya. Samiam kemudian diculik oleh kaki tangan Takhta Suci dan dibawa dalam perjalanan hingga ke pedalaman Arabia.
Sementara itu, Bianca (Kekasih Samiam) dan João Nogueira (Ayah Samiam) menghadapi persoalan mereka sendiri. Keduanya terlibat dalam misi rahasia yang berkaitan dengan Kekaisaran Ottoman. Alur perjalanan mereka pun ikut terseret ke dalam konflik yang lebih luas.
Dari sini, skala perjalanan Samiam semakin membesar. Ia tidak lagi hanya bergerak dari satu kota ke kota lain, tetapi melewati wilayah-wilayah yang memiliki sejarah, kekuasaan, dan konflik masing-masing.
Dataran Eropa, Arabia, Persia, India, hingga Cina menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut. Setiap tempat yang dilewati membawa Samiam semakin jauh secara geografis, tetapi pada saat yang sama justru mendekatkannya pada pertanyaan mengenai siapa dirinya.
Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!
Makin Jauh dari Lisboa, Kian Dekat dengan Pakuan
Sejak awal, ia berangkat karena ingin menemukan ayah kandungnya. Namun, semakin jauh perjalanan berlangsung, pencarian tersebut perlahan berkembang menjadi usaha untuk memahami asal-usul dan identitas dirinya sendiri.
Dalam Bulan Tenggelam di Pakuan, Samiam akhirnya menjejakkan kaki di tanah Sunda. Perjalanan panjang yang telah membawanya melintasi Eropa, Arabia, Persia, India, dan Cina kini mengarah ke Pakuan.
Namun, Pakuan bukan tempat yang sedang menunggu Samiam dengan tenang. Kerajaan tersebut berada dalam situasi genting dan berhadapan dengan berbagai kekuatan yang mengancam keberadaannya.
Samiam pun kembali berada di tengah persoalan besar. Bedanya, kali ini ia sudah berada di tanah yang memiliki hubungan langsung dengan pencarian yang membawanya meninggalkan Lisboa.
And now I'm where I belong?
Selama perjalanannya, Samiam telah melihat banyak tempat dan bertemu dengan begitu banyak orang. Ia berpindah dari satu dunia ke dunia lain, mengikuti petunjuk yang membawanya semakin jauh dari tempat kelahirannya.
Namun, dari satu rasa penasaran ke rasa penasarannya baru, perjalanan Samiam selalu memiliki satu benang merah, yaitu pencarian terhadap asal-usul di balik kehidupannya.
Di sinilah perjalanan Samiam terasa semakin personal. Pakuan kemudian menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut. Setelah berjalan begitu jauh, Samiam akhirnya berhadapan dengan tanah leluhur yang selama ini hanya hadir sebagai bagian dari pencariannya.
Bermula dari rasa penasaran soal siapakah sosok ayahnya, langkah Samiam beranjak dan mendatangkan pertanyaan yang lebih besar lagi, di manakah sebenarnya tempatnya itu?
Zaky Yamani dan Kisah dari Portugal
Kisah Samiam sendiri memiliki hubungan menarik dengan perjalanan sang penulis. Zaky Yamani pernah mengikuti residensi penulis di Portugal pada 2017.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan lahirnya kisah tentang Samiam, seorang tokoh dari Lisboa yang melakukan perjalanan lintas dunia. Trilogi ini memang sejak awal dirancang sebagai rangkaian tiga buku.
Pilihan Lisboa sebagai titik keberangkatan pun terasa tepat untuk sebuah kisah yang berbicara tentang perjalanan dunia pada masa lalu.
Dari kota tersebut, pembaca diajak mengikuti perjalanan Samiam menuju wilayah-wilayah yang memiliki kaitan erat dengan sejarah perdagangan, kekuasaan, agama, dan pertemuan berbagai kebudayaan.
Berangkat dari satu kota, kisah Samiam kemudian membawa pembaca menyusuri sebagian besar dunia yang dikenalnya pada masa itu. Hal ini membuat perjalanan yang ia lakukan terasa luas cakupan kedalamannya.
Baca juga: Saat Ingatan Menjadi Saksi Bisu yang Berdusta di ‘Forgotten Petals’
Sebab Hidup Adalah Kepingan

Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa pada akhirnya adalah kisah tentang perjalanan yang terus berubah arah.
Niat Samiam yang semula hanya ingin mencari ayahnya justru membawanya terseret ke dalam konspirasi, konflik politik, penculikan, hingga perjalanan panjang melintasi berbagai wilayah. Semakin jauh ia berjalan, semakin banyak pula hal yang ia temukan. Tentang dunia di sekelilingnya, tentang orang-orang yang ia temui, dan terutama tentang dirinya sendiri.
Sebab, mungkin hidup memang tersusun dari kepingan-kepingan kecil yang baru terasa maknanya setelah kita menoleh ke belakang. Setiap perjalanan, kehilangan, pertemuan, bahkan pengkhianatan perlahan membentuk seseorang menjadi dirinya hari ini.
Kini, Bulan Tenggelam di Pakuan membawa perjalanan Samiam menuju babak terakhir. Dari Lisboa hingga Pakuan, ia telah menempuh jarak yang begitu panjang. Namun, perjalanan terjauhnya mungkin justru bukan jarak antara dua titik di peta, melainkan perjalanan dari seseorang yang sibuk mencari asal-usulnya menuju seseorang yang akhirnya menemukan tempat untuk menyebut dirinya pulang.
Lantas, setelah seluruh kepingan perjalanan itu terkumpul, apa yang akan ditemukan Samiam ketika akhirnya sampai di Pakuan?
Kalau kamu penasaran dengan kelanjutan kisahnya, Pre-Order Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Bulan Tenggelam di Pakuan kini sedang berlangsung di Gramedia.com.
Selama periode pre-order berlangsung, kamu bisa mendapatkan bukunya dengan diskon 20% sekaligus bonus tanda tangan Zaki Yamani. Jadi, bersiaplah untuk mengikuti kembali perjalanan Samiam dalam kisah tentang pengembaraan, identitas, cinta, pengkhianatan, dan pencarian panjang menuju rumah.
Segera ikuti pre-order-nya dan temukan sendiri bagaimana perjalanan Samiam akhirnya menemukan kepingan terakhirnya. 🧩🤗
Intip Juga Karya Lainnya dari Zaki Yamani:
Balada Suburbia
Berisi kumpulan sepuluh cerita tentang kehidupan di wilayah abu-abu antara kota dan desa. Zaky Yamani menghadirkan kisah para perantau, pekerja pabrik, keluarga, hingga mereka yang berhadapan dengan persoalan hidup yang dekat dengan keseharian. Lewat cerita-cerita tersebut, Balada Suburbia mengajak kita melihat kehidupan suburbia dari berbagai sisi.
Ketika Senja Jatuh di Nara
Debora Nara melakukan perjalanan jauh untuk mencari ibu kandungnya dan memahami alasan dirinya dulu dibuang. Namun, pencarian tersebut justru membawanya pada sejarah kelam desa leluhurnya, tempat kerakusan, kekerasan, pembantaian, dan perbudakan pernah terjadi. Di sana, dua nama dari masa lalu perlahan menguak rahasia yang selama ini tersembunyi.
Kereta Semar Lembu
Novel ini mengisahkan tentang kutukan yang dialami oleh Lembu, yang membuatnya tak bisa jauh-jauh dari rel kereta api. Lembu tak pernah tahu apa alasan dibalik kutukan ini. Mengapa ia harus mengalaminya dan mengapa harus dirinya? Yang jelas, makhluk-makhluk gaib datang silih berganti dalam kehidupannya.
Jangan lupa juga untuk mengecek berbagai promo menarik lainnya di Gramedia.com supaya pengalaman belanjamu semakin hemat dan menyenangkan! ⤵
Ikuti Kisahnya di Sini!
Ikuti Kisahnya di Sini!
Ikuti Kisahnya di Sini!
Temukan Promonya di Sini!
Ikuti Kisahnya di Sini!
Ikuti Kisahnya di Sini!
Ikuti Kisahnya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!