Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan Baca Buku Rekomendasi Ini

Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan Baca Buku Rekomendasi Ini

. 5 min read

Dalam mengkampanyekan dan mempercepat tercapainya kesetaraan gender, Hari Perempuan Internasional selalu dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 8 Maret. International Women’s Day (IWD) juga diadakan sebagai perayaan atas pencapaian dalam segala bidang oleh perempuan.

Di masa pandemi sekarang, tema dari IWD tahun ini berdasar pernyataan dari Direktur Eksekutif Wanita PBB, Phumzile Mlambo-Ngcuka adalah “Kepemimpinan Perempuan: Mencapai Masa Depan yang Setara di Dunia COVID-19”. Hal ini menjelaskan perempuan juga berperan dalam pengambilan keputusan, menunjukkan sesuatu yang setara, dan menguntungkan kita semua (Kompas.com, 08/03/21).

Sedangkan dalam website IWD, tema yang digaungkan adalah “Choose to Challenge” atau “Memilih untuk Menantang”. Tema ini sebagai seruan untuk terus berjuang pada kedudukan yang lebih setara di masa depan, menantang dan menyerukan tentang bias dan ketidaksetaraan gender, serta merayakan pencapaian perempuan. Dalam akun Twitter @womensday dalam perayaan Hari Perempuan Internasional ini juga mengunggah foto dengan mengangkat tangan, dengan hashtag #ChooseToChallenge.

Awal dari Hari Perempuan Internasional

Dikutip dari Kompas.com (08/03/21), pengusulan untuk diadakannya Hari Perempuan Internasional adalah dari kejadian pada tahun 1908. Dimana sekitar 15.000 wanita melakukan demonstrasi di New York City menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, serta hak untuk mengikuti pemilu.

Lalu pada tahun 1910, Konferensi Buruh Wanita Internasional mengajukan hari perayaan tiap tahunnya untuk perempuan di seluruh dunia, dalam menyuarakan tuntutan kolektif perempuan. Dari perjuangan itulah semangat dalam perjuangan kesetaraan gender selalu menggaung di mana pun.

Sekarang, perempuan sudah memiliki kesempatan untuk bisa setara dengan laki-laki dalam pekerjaan. Namun, masih banyak permasalahan perempuan yang belum terpecahkan seperti kekerasan, dan lain-lainnya. Nah, dengan tema menantang bias dan ketidaksetaraan gender, karya-karya tulisan dari para perempuan ini menjadi cara untuk memperjuangkan hak perempuan.

Berikut buku rekomendasi dari para penulis perempuan, dalam menyebarkan cerita dan pandangan obyektif untuk mengupayakan kesejahteraan perempuan.

Kitab Kawin – Laksmi Pamuntjak

kitabBaca Kisahnya Sekarang!

Desain sampul cetakan pertama ini memang ditujukan untuk ikut merayakan International Women’s Day. Berisi 11 cerita pendek dari para perempuan dengan berbagai latar belakang yang berbeda, melalui buku ini Laksmi Pamuntjak membawa berbagai perspektif dari tema pernikahan. Lalu ada juga kisah perselingkuhan, sepasang kekasih yang berpacaran, poligami, mencintai istri kakak, sampai naksir dengan menantu sendiri. Dari rumah-rumah kelas menengah atas Jakarta, kota kecil di daerah pedesaan Jawa Tengah, atau pedalaman di Pulau Buru.

Buku ini tidak hanya berkisah tentang jiwa-jiwa yang buncah, kesepian dan telantar, serta tubuh-tubuh yang terpasung dan disakiti, tapi juga tentang jiwa-jiwa yang berontak dan merdeka, dan yang berani merumuskan ulang hukum-hukum perkawinan bagi diri mereka sendiri.

Her Name Is - Cho Nam Joo

herBaca Kisahnya Sekarang!

Kembali dengan menceritakan kisah perempuan, penulis novel laris Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 ini menuliskan kembali curahan hati perempuan atas perjuangannya yang penuh haru. Nam Joo mewawancarai perempuan dari berbagai status seperti ibu, istri, anak perempuan, single woman, dan juga seorang nenek.

Ada kisah menghadapi ketidakadilan, pelecehan, pernikahan, perceraian, dan kematian orang tua. 27 cerita dalam buku ini diharapkan bisa membantu memberikan semangat kepada para perempuan untuk terus berjuang dalam menghadapi kehidupan.

Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam – Dian Purnomo

perempuanBaca Kisahnya Sekarang!

Mengangkat tema dari budaya kawin tangkap yang ada di Sumba, buku ini mengisahkan pengalaman banyak perempuan korban kawin tangkap di Sumba. Seperti kisah Magi Diela yang mempunyai impian membangun Sumba, namun kini ia harus melawan orang tua, seisi kampung, dan adat yang ingin merenggut kemerdekaannya sebagai perempuan. Buku yang sangat kritis ini ingin memperlihatkan budaya yang sangat merugikan perempuan dan seolah hanya dijadikan objek, tak punya pilihan, dan tidak boleh memiliki kebebasan.

Perempuan-Perempuan Kelu (The Silence of the Girls) – Pat Barker

perempuanBaca Kisahnya Sekarang!

Novel satu ini menjadi finalis Women’s Prize for Fiction. Kisah kepahlawanan Illiad diceritakan dari sudut pandang Briseis, sang ratu Lyrnessus yang kotanya dihancurkan oleh Yunani. Kisah ini tentang pilu dirinya yang menjadi budak Achilles, pria yang telah membunuh suami dan saudara-saudara lelakinya.

Briseis tetap hidup menjadi sosok wanita yang nyata! Dari pengamatannya yang tajam, ia menjalin hubungan dengan para budak yang menjadi pelacur, perawat, petugas yang memandikan mayat, dan kurban darah. Buku ini memberikan suara kepada seorang perempuan luar biasa, menyuarakan apresiasi atas semangat perempuan, dan memberi kita cara pandang baru dalam membaca kisah satu ini.

Binatang Kesepian Dalam Tubuhmu – Ilda Karwayu

binatangBaca Kisahnya Sekarang!

Merupakan buku kumpulan puisi yang banyak menyerukan tema tentang perempuan, hingga tentang tubuh yang diwakili dalam berbagai bentuk metafora (karena bisa merujuk ke berbagai hal lain dalam berbagi situasi), serta metonimia (karena banyak elemen dalam buku ini dapat diasosiasikan dengan tubuh tanpa perlu tampak begitu jasmaniah).

Sambal & Ranjang – Tenni Purwanti

sambalBaca Kisahnya Sekarang!

Berisi kumpulan cerita dengan tokoh perempuan yang mengangkat tema feminisme dan gender, buku ini tentang pergolakan perempuan, kesehatan mental, dan trauma. Ceritanya terasa dekat dan ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga seperti sedang dicurhati oleh teman kita sendiri.

Classics: Gadis-Gadis March (Little Women) – Louisa May Alcott

classicsBaca Kisahnya Sekarang!

Kisah Little Women sempat diadaptasi ke film yang berhasil mendapatkan 6 nominasi Academy Awards 2020 dan memenangkan kategori Best Costume Design. Kisah ini tentang kehidupan keluarga March dengan 4 putri bersaudara yang tinggal di daerah Concord, Massachusetts pada abad ke-19. Meg yang cantik, Jo yang tomboi, Beth yang rapuh, dan Amy yang artistik. Bersama Laurie, pemuda tetangga yang menjadi teman mereka sejak kecil, gadis-gadis ini berusaha meraih impian mereka di tengah kondisi keluarga yang berat dan ditinggal sang ayah yang ikut berperang.

Nah, itu dia buku rekomendasi untuk memperluas pandanganmu akan cerita dibalik perjuangan para perempuan, baik di berbagai masa dan berbagai tempat.

Setuju dong jika setiap perempuan mempunyai pilihan dan berhak untuk menentukan keinginannya sendiri. Perempuan juga memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan inspirasi, menggapai mimpi, dan diapresiasi.

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Jadilah perempuan kuat yang menginspirasi perempuan lain!


Sumber foto header: Unsplash