Film Yuni yang Wakilkan Suara Perempuan Diadaptasi ke Bentuk Novel

Film Yuni yang Wakilkan Suara Perempuan Diadaptasi ke Bentuk Novel

Yuni merupakan film terpenting dan wajib ditonton bagi semua kalangan saat ini, terlebih karena sudah ditayangkan di berbagai penghargaan film internasional dan memenangkan salah satu diantaranya. Film ini juga sudah bisa kamu tonton mulai 9 Desember 2021 di seluruh bioskop Indonesia.

Perjalanan Yuni dari permasalahan struktural masyarakat patriarki sangat disorot dalam alur cerita film ini. Ditemani juga dengan puisi-puisi legendaris Sapardi Djoko Damono yang romantis, namun dalam film Yuni ini puisi indahnya menjadi sebuah kisah yang menampar realita dan membuat hati seketika berkecamuk.

Yang fana adalah waktu. Kita abadi: memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa. "Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?" tanyamu. Kita abadi. โ€” Sapardi Djoko Damono

Awal Cerita Film Yuni

Kamila Andini selaku penulis skenario film ini mengaku, jika salah satu scene di film terinspirasi dari cerita asisten rumah tangganya. Asistennya tersebut menceritakan tentang pernikahan anaknya yang dilanda hujan deras.

Mendengar cerita itu, membuatnya mengingat kembali tentang hujan dan pernikahan dari salah satu puisinya Sapardi Djoko Damono, yaitu Hujan Bulan Juni. Puisi tersebut membicarakan tentang hujan yang turun tidak pada musimnya. Hujan yang turun di musim yang tidak tepat berhasil menambahkan kisah Yuni.

Yuni merupakan sosok remaja berprestasi dan mempunyai mimpi yang tinggi untuk melihat dunia luar. Namun malangnya nasib Yuni, ia hanya bisa melihat dunia luar melalui genggaman smartphone dan media sosial miliknya. Keadaan membuatnya harus mampu bertahan, tapi tiba-tiba kenyataan kembali menerjangnya untuk menghadapi lamaran dan menikah, yang bahkan tidak pernah sekalipun terlintas dibenaknya.

Isu menarik ini berhasil diangkat dengan apik melalui film Yuni yang mewakili seluruh suara perempuan, bahwasannya perempuan juga berhak berpendidikan tinggi.

Poster film dengan sosok Yuni yang berdiri, dikelilingi oleh coretan-coretan yang kebanyakan berisi stigma, dogma, dan opini yang ditunjukan ke perempuan. Tembok penuh coretan ini terinspirasi dari tampilan tembok di beberapa sudut sekolah Yuni.

Nuansa ungu yang mendominasi dipakai untuk menggambarkan karakter Yuni yang menyukai warna ungu. Selain itu, warna ungu juga simbol gerakan perempuan dan biasa digunakan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional.


Baca juga: Film Indonesia Adaptasi dari Novel Best-Seller


Penghargaan yang Diterima Film Yuni

Film Yuni berhasil mendapatkan berbagai macam penghargaan dan screening spesial di seluruh penjuru dunia. Pertama, film Yuni tayang di Toronto Internasional Film Festival (TIFF) 2021. Membuahkan hasil yang membanggakan untuk dunia perfilman Indonesia, film Yuni berhasil memenangkan Platform Prize di ajang tersebut dengan menyisihkan 8 film pesaing lainnya.

Setelah ajang TIFF 2021, film Yuni berhasil melanjutkan perjalannya untuk meraih penghargaan dan screening film ke beberapa festival lain seperti Vancouver International Film Festival 2021 (VIFF), Busan International Film Festival, Amerika: ChiFilmFest 2021, dan masih banyak yang lainnya.

Bukan hanya itu, film Yuni juga akan berkompetisi dalam Chicago International Film Festival UNI bersama 11 film lain dari berbagai negara. Yang lebih membanggakannya lagi, Film Yuni akan bersaing dalam ajang Academy Award atau Oscar melalui kategori The International Features Film Award pada 2022 mendatang.

Film Yuni juga berhasil membawa pulang berbagai penghargaan dalam negeri seperti dalam acara Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2021 dan Festival Film Indonesia 2021.

Novel dari Film Yuni

Sebagai bentuk adaptasi sekaligus alih wahana dari skenario film ke bentuk novel, kamu bisa menikmati cerita Yuni melalui tulisan-tulisan indah mulai tanggal 5 Januari 2021.

Dikutip dari Poskota (10/12/21), novel Yuni tercetus saat break syuting film. Berawal dari keisengan Qizink La Aziva (tim coach dialogue Jawa Serang) yang menantang Ade Ubaidil untuk menawarkan pembuatan novel Yuni kepada sutradara film, yaitu Kamila Andini. Ade Ubaidil yang juga tim coach dialogue dalam film Yuni, memang seorang penulis yang sudah melanglang buana.

โ€œMang Qizink awalnya yang โ€˜mendorongโ€™ saya untuk menawarkan diri menulis novel ini. Rupanya, ketika dicoba mengajukan diri, tawaran saya disambut baik oleh mbak Kamila Andini,โ€ ujar Ade, pada Poskota Kamis (9/12/2021).

Yuni memperlihatkan tentang bagaimana perempuan dalam memperjuangkan impian untuk pendidikan tinggi, namun dikekang oleh stigma dan anggapan masyarakat di mana perempuan tidak perlu sekolah tinggi untuk menjadi ibu dan seorang istri.

Lewat penokohan Yuni, ia telah mewakili banyak perempuan dengan berbagai latar belakang budaya dan pengalaman nasib yang sama. Terjebak dengan budaya membuat banyak perempuan tidak merdeka untuk memilih keputusan dan menggapai cita-citanya.

Satu per satu lamaran pria datang kepada Yuni yang masih duduk di bangku SMA. Yuni yang memiliki cita-cita untuk mengenyam pendidikan tinggi di dunia perkuliahan berhasil menampik dua lamaran sebelumnya, namun ternyata lamaran ketiga ini membuatnya mendapatkan banyak cibiran akan mitos yang mengatakan jika tidak menerima lamaran maka tidak bisa menikah selama-lamanya.

Yuni dipaksa harus memikirkan hal matang dalam usia belianya yang membuat batin kita ikut meringis. Tapi, karakter Yuni di sini digambarkan sebagai sosok perempuan kuat, ditambah memiliki teman-teman yang selalu mendukungnya. Lalu, apakah Yuni akan menerima lamaran ketiganya ini atau melanjutkan pendidikannya?

Sebelum menonton filmnya atau kamu yang penasaran dengan versi bukunya, kamu bisa duluan mendapatkan buku Yuni di Gramedia.com!

YuniMiliki Bukunya dan Ikuti Kisah Yuni di Sini!


Baca juga: Novel Populer Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Kini Diangkat Menjadi Film


Jangan lupa untuk ikuti promo-promo menarik lainnya di Gramedia.com. Dari berbagai diskon hingga penawaran spesial, klik gambar di bawah ini untuk cek promonya!

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber foto header: instagram.com/sastragpu

Penulis: Nur Qomariyah


Enter your email below to join our newsletter