Novel Kim Ji-young, Born 1982 Rilis Versi Bahasa Indonesia

Novel Kim Ji-young, Born 1982 Rilis Versi Bahasa Indonesia

Seorang perempuan yang tadinya pekerja kantoran memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang kemudian menderita depresi. Itu adalah premis dari sebuah novel populer asal Korea Selatan berjudul Kim Ji-young, Born 1982 karya Cho Nam-Joo. Buku itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Jamie Chang.

Kabar gembiranya, Kim Ji-young, Born 1982 akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU). Dalam akun Twitter-nya, editor akuisisi GPU Hetih Rusli mengetwit bahwa buku tersebut akan terbit sekitar November 2019. Berikut adalah bocoran sampul buku versi terjemahan bahasa Indonesia yang diberi judul Kim Ji-yeong Lahir 1982. Sampulnya dibuat oleh ilustrator Bella Ansori.

Kim
Sampul "Kim Ji-Yeong Lahir 1982" karya Cho Nam-Joo versi terjemahan bahasa Indonesia

Saat dihubungi melalui aplikasi pesan instan, Hetih memberikan alasan kenapa GPU menerbitkan buku tersebut. “Tema feminisme dan perempuan memang jadi salah satu yang jadi tujuan pemilihan buku-buku terjemahan GPU dua tahun ini,” ujarnya. Beberapa buku dengan tema serupa yang lebih dulu diterbitkan di antaranya The Handmaid’s Tale karya Margaret Atwood dan Circe karya Madeline Miller.

Buku karya Cho Nam-Joo ini bercerita tentang seorang perempuan Korea bernama Kim Ji Young yang sudah kuliah di universitas dan mendapat pekerjaan yang mapan. Perempuan berusia 33 tahun itu lalu bertemu dengan seorang pria yang baik dan memutuskan untuk berhenti bekerja untuk merawat keluarganya.

Karya fiksi yang mengemas isu kesehatan mental dan feminisme ini membuat warga Korea Selatan bergemuruh.

Patriarki di Korea Selatan

Beberapa artis Korea yang ketahuan membaca buku Kim Ji-young, Born 1982 dikecam oleh warga Korea Selatan. Salah satunya adalah Irene Red Velvet yang sempat ramai diperbincangkan karena isu feminisme lebih-lebih saat diketahui bahwa dirinya juga membaca novel karya Cho Nam-Joo tersebut.

Sistem patriarki di Korea Selatan memang kuat. Banyak sekali perempuan Korea Selatan yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Bilapun begitu, sebagian besar dari mereka mendapat upah yang tidak setara dengan laki-laki.


Baca juga:


Dalam laporan terbaru World Economic Forum tentang kesenjangan gender secara global, Korea Selatan berada di peringkat 115 dari 149 negara dengan perbedaan besar dalam hal kesetaraan upah dan perolehan penghasilan bagi perempuan.

Rilisnya Kim Ji-young, Born 1982 karya Cho Nam-Joo juga membuat gerah para laki-laki di Korea Selatan. Setelah buku itu terbit, kaum pria di sana membuat sebuah projek crowdfunding untuk memproduksi buku tandingan dengan judul Kim Ji Hoon Born 1990. Namun pada akhirnya, projek tersebut ditarik. Belum lagi aksi #MeToo yang di Korea Selatan dikenal dengan #WithYou dan bikin gempar kaum pria Korea Selatan.

Kehadiran buku ini menjadi penting untuk mengentaskan patriarki terutama di Korea Selatan dan juga di seluruh dunia. Pembaca akan mendapati bahwa kisah Kim Ji Young adalah kisah keluarga Korea pada umumnya. Hanya saja, pembaca dibuat resah kala Kim Ji Young harus mendapatkan perawatan psikiatris dari semua masalah yang dialami selama hidupnya.

Cho Nam-Joo adalah mantan scriptwriter sebuah program televisi di Korea Selatan. Melalui buku Kim Ji-young, Born 1982, Cho Nam-Joo punya tujuan yang jelas untuk memperlihatkan kepada orang-orang bahwa diskriminasi gender itu terjadi setiap hari. Saat ditanya tentang akar munculnya seksisme, Cho Nam-Joo menjawab, “Ketika dilahirkan, laki-laki disambut, sedangkan perempuan tidak.”

Kim Ji-young, Born 1982 karya Cho Nam-Joo memang begitu riuh yang bahkan konon presiden Korea Selatan pun membaca buku itu. Kisah ibu rumah tangga bernama Kim Ji Young itu pun semakin populer saat diangkat menjadi film layar lebar yang dibintangi artis Korea Selatan papan atas seperti Gong Yoo dan Jung Yu Mi.

Penasaran bagaimana kisah lengkap Kim Ji-yeong?


Sinopsis Kim Ji-Yeong Lahir 1982 karya Cho Nam-Joo

Kim Ji-yeong adalah anak perempuan yang terlahir dalam keluarga yang mengharapkan anak laki-laki, yang menjadi bulan-bulanan para guru pria di sekolah, dan yang disalahkan ayahnya ketika ia diganggu anak laki-laki dalam perjalanan pulang dari sekolah di malam hari.

Kim Ji-yeong adalah mahasiswi yang tidak pernah direkomendasikan dosen untuk pekerjaan magang di perusahaan ternama, karyawan teladan yang tidak pernah mendapat promosi, dan istri yang melepaskan karier serta kebebasannya demi mengasuh anak.

Kim Ji-yeong mulai bertingkah aneh.

Kim Ji-yeong mulai mengalami depresi.

Kim Ji-yeong adalah sosok manusia yang memiliki jati dirinya sendiri.

Namun, Kim Ji-yeong adalah bagian dari semua perempuan di dunia.


Referensi: Quartz, CNN, Korea JongAng Daily


Abduraafi Andrian

Content Team

Enter your email below to join our newsletter