Buku Kim Ji Young, Born 1982 Penyebab Irene Red Velvet dan Artis Lainnya Dikecam

Buku Kim Ji Young, Born 1982 Penyebab Irene Red Velvet dan Artis Lainnya Dikecam

. 2 min read

Konsep kesetaraan gender menjadi hal yang sensitif di Korea Selatan. Karena itu, tak heran, isu feminisme pun masih menjadi hal tabu untuk dibicarakan secara bebas. Skandal terkait feminisme pun tak jarang menjerat para selebriti, seperti yang dialami Irene Red Velvet pada 2018 lalu.

Irene Red Velvet pernah jadi perbincangan publik karena masalah feminisme. Wanita yang berulang tahun ke-28 pada 29 Maret ini langsung terkena kontroversi setelah diketahui membaca novel Kim Ji Young, Born 1982, karya Cho Nam Joo, yang bertemakan feminisme.

Karena membaca buku yang rilis pada 2016 itu, Irene Red Velvet dikecam oleh mereka yang anti dengan isu kesetaraan gender, feminisme dan hal serupa. Mengingat Korea Selatan selama ini dikenal sebagai negara yang kuat patriarkinya.

Buku
Sumber: Pinterest

Tak cuma dikecam, Irene Red Velvet juga harus mendapati kenyataan bahwa ada yang sampai membakar foto-fotonya, sebagai bentuk kekecewaan karena Irene membaca buku Kim Ji Young, Born 1982. Beruntung Irene Red Velvet tetap didukung oleh fans-nya.

Bukan cuma Irene Red Velvet, isu feminisme juga pernah dialami beberapa selebriti lainnya. Salah satunya aktris Jung Yoo Mi.


Baca juga: 5 Lagu K-Pop Terinspirasi dari Buku-Buku yang Mendunia


Sama seperti Irene Red Velvet, Jung Yoo Mi juga dikecam dan fotonya dibakar karena terlibat isu feminis. Alasannya pun masih terkait dengan buku Kim Ji Young, Born 1982.

Buku yang dianggap sebagai pelopor gerakan feminisme di Korea Selatan itu, akan diadaptasi menjadi film layar lebar pada 2019 ini. Jung Yoo Mi terpilih sebagai pemeran utamanya.

Karena menerima peran itu, Jung Yoo Mi dituding membela feminis. Karena itu, dia harus menerima pesan kebencian dari netizen yang anti feminisme.

Buku
Sumber: Soompi

Memangnya buku yang dibaca Irene Red Velvet itu bercerita tentang apa sih? Secara singkat, buku ini sebenarnya hanya menceritakan kehidupan sehari-hari seorang wanita bernama Kim Ji Young.

Kehidupan itu diceritakan sejak ia masih remaja hingga telah berumahtangga. Yang menjadi permasalahan adalah, si tokoh utama ini digambarkan kerap mendapat perlakuan seksisme.

Di setiap aspek kehidupan, lingkungan pergaulan, pekerjaan, bahkan dalam keluarganya sendiri, Kim Ji Young seringkali diperlakukan berbeda karena gendernya yang terlahir sebagai perempuan. Hingga satu waktu dia mengalami depresi.

Buku ini secara resmi pada Oktober 2016. Sejak dirilis, hingga November 2018, buku Kim Ji Young, Born 1982 ini telah terjual lebih dari satu juta kopi dan menjadi buku fiksi terlaris sepanjang masa, mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh buku karya Shin Kyung Sook yang berjudul Please Look After Mom, yang rilis pada 2009 lalu.

Buku
Sumber: Amazon

Karena kesuksesannya, buku ini diterjemahkan ke banyak bahasa. Setidaknya diterjemahkan ke-16 bahasa, termasuk bahasa Inggris, Spanyol, Italia dan Prancis.

Tak cuma mendapat predikat buku terlaris, namun buku ini juga mendapat julukan sebagai buku yang paling sering dibahas oleh selebriti Korea Selatan. Beberapa yang mengaku membaca buku ini dan menyarankan untuk membaca buku ini antara lain; Rap Monster BTS, Sooyoung SNSD, dan Park Shin Hye.

Apakah Grameds berminat membaca buku yang satu ini?


Sumber foto header: irene.rvelvet instagram