Hari Perempuan Internasional 2023: Rekomendasi Buku dari Perempuan untuk Perempuan

Tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day. Hari Perempuan Internasional diperingati sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap peran para perempuan di seluruh dunia tanpa pandang bulu. Dilansir dari laman resmi International Women's Day 2023, konsep yang diusung tahun ini adalah #EmbraceEquity atau #RangkulKesetaraan. Sementara, UN Women mengusung tema "DigitALL: Innovation and technology for gender equality".

Kedua tema ini pada dasarnya menjunjung tinggi satu hal yang sama, yaitu memberdayakan perempuan dan menentang diskriminasi berbasis gender yang masih sering terjadi dan memakan perempuan sebagai korban.

Tidak hanya lewat perkataan secara verbal, banyak perempuan hebat yang juga menyuarakan perlawanan mereka terhadap diskriminasi gender lewat tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi. Oleh karena itu, Admin sudah merangkum rekomendasi buku terbaik karya penulis perempuan, yang cocok untuk dibaca sambil merayakan Hari Perempuan Internasional 2023.

Tanpa berlama-lama lagi, yuk langsung kita lihat rekomendasinya!

Rekomendasi Novel Indonesia Karya Penulis Perempuan

1. Sagra - Oka Rusmini

Sagra merupakan kumpulan cerpen karya Oka Rusmini yang berisi kisah-kisah para perempuan Bali yang hidupnya terkungkung adat. Selain kisah-kisah cantik yang memilukan hati, kamu juga dapat melihat bagaimana kritis Oka Rusmini menulis mengenai adat Bali yang membuat perempuan diinjak-injak patriarki. Nuansa Bali sangat kental dalam setiap cerita di dalamnya. Oka Rusmini juga melengkapi buku ini dengan glosarium yang lengkap untuk membantu pembaca memahami cerita-cerita di dalamnya dengan mudah.

Beli di Sini!

2. Entrok - Okky Madasari

Semua ini diawali dengan mimpi seorang gadis yang memiliki tekad kuat untuk bisa memiliki entrok sendiri. Dengan segala daya upaya, tanpa memedulikan betapa orang-orang memandangnya sebelah mata karena ia adalah seorang perempuan, ia mampu meraih semua yang ia inginkan–bahkan melebihi apa yang ia cita-citakan. Namun, orang-orang masih memandangnya sebelah mata. Masih melihatnya sebagai seorang sosok perempuan pendosa yang tak pantas meraih apa yang ia sudah miliki sekarang, meski mereka semua tahu bahwa apa yang ia miliki berasal dari keringatnya sendiri.

Beli di Sini!

Entrok adalah kisah tentang perempuan kuat dalam sistem masyarakat yang semakin lama semakin kacau. Ia juga terbawa dalam arus sejarah yang carut marut, pejabat-pejabat hukum yang korup, dan keluarga yang merenggang seiring waktu.

3. Sihir Perempuan - Intan Paramaditha

Dalam kumpulan cerpen ini, Intan Paramaditha tidak menulis perempuan dalam peran yang lazim. Perempuan dalam kisah-kisah di Sihir Perempuan akan kamu temukan dalam sosok hantu gentayangan, vampir, dan pembunuh. Intan Paramaditha dengan luwes mengolah kisah-kisah horor dan mitos dalam pandangan feminis. Intan menuliskan kisah-kisah tentang sisi gelap perempuan yang kerap kali disepelekan dan dianggap gurauan.

Beli di Sini!

4. Tutur Dedes - Amalia Yunus

Jika selama ini Ken Dedes hanya dikenal sebagai seorang ratu pendamping Ken Angrok, maka dalam buku Tutur Dedes kamu akan menemukan Ken Dedes sebagai seorang wanita yang memiliki kehebatan luar biasa. Ia adalah seorang anak, seorang wanita yang kehormatannya direbut semena-mena, seorang ratu yang cerdik dan berkuasa, dan seorang ibu yang menyayangi anak-anaknya.

Beli di Sini!

Lewat fiksi historis ini, kamu akan melihat sosok Ken Dedes sebagai seorang ratu yang membuat Kerajaan Tumapel berjaya. Bagaimana peran seorang Ken Dedes ketika perang sangat berpengaruh terhadap kemenangan Kerajaan Tumapel, dan bagaimana ia setia mendampingin Ken Angrok sampai akhir hidupnya.

5. Penaka - Altami N. D.

Kehidupan sebagai seorang ibu dan istri tidak semudah yang dibayangkan semua orang. Penaka bercerita tentang Sofia yang tiba-tiba menjalani hidupnya dari perspektif lain. Sofia dipaksa melihat kehidupannya dari luar, pun melihat bagaimana kehidupan orang lain yang selama ini ia anggap lebih mudah dan menyenangkan daripada hidupnya. Lewat fiksi yang bernuansa magis, Penaka memberikan pesan yang kuat tentang perjalanan menjadi seorang ibu berdaya.

Beli di Sini!


Baca juga: Apa Arti Buku Dongeng di Novel Penaka? Cek Q&A dengan Penulisnya, Altami N.D.


Rekomendasi Novel Terjemahan Karya Penulis Perempuan

1. Where the Wild Ladies Are - Matsuda Aoko

Where the Wild Ladies Are adalah salah satu buku tersukses karangan Matsuda Aoko. Berisi kumpulan cerita pendek yang mengangkat topik besar cerita rakyat Jepang yang diceritakan kembali dari sudut pandang wanita modern yang kuat dan independen. Pastinya, buku ini sangat menggugah untuk dibaca pada Hari Perempuan Internasional!

Setiap cerita di dalam buku ini memiliki karakter wanita yang berbeda, mulai dari pengantin baru yang menjadi hantu, gadis berusia sembilan tahun yang mampu melihat hantu, hingga ibu rumah tangga yang memutuskan untuk mengambil kembali hidupnya dengan tangan sendiri. Namun, ada satu hal yang menghubungkan setiap cerita dalam buku ini yakni adanya unsur supranatural yang muncul di setiap cerita, seperti hantu atau makhluk mitologi.

Beli di Sini!

Melalui cerita-cerita ini, Matsuda Aoko menggambarkan sejumlah masalah sosial yang dihadapi oleh wanita di Jepang, seperti kesulitan dalam mempertahankan identitas dan martabat mereka di masyarakat yang masih didominasi oleh patriarki. Namun, ia juga menunjukkan bahwa wanita-wanita ini mampu mengatasi rintangan dan menjadi pahlawan dalam hidup mereka sendiri.

Buku ini menampilkan kisah-kisah yang sangat kuat dan kuat dalam hal pesannya. Matsuda Aoko menunjukkan bagaimana wanita-wanita ini mampu mengambil kendali atas hidup mereka sendiri, mengatasi kekuatan yang lebih besar dari diri mereka, dan membangun kehidupan mereka sendiri. Where the Wild Ladies Are adalah kumpulan cerita pendek yang menghadirkan perspektif segar dan menarik tentang cerita rakyat klasik sekaligus menjadi inspirasi para perempuan untuk maju!

2. The Girl Who Fell Beneath the Sea - Axie Oh

The Girl Who Fell Beneath the Sea adalah novel debut Axie Oh yang menceritakan kisah seorang gadis muda bernama Lyric. Lyric hidup di sebuah pulau fiksi yang terinspirasi oleh Bermuda. Dalam masyarakat Lyric, ada pembagian yang jelas antara orang-orang yang tinggal di permukaan dan orang-orang yang tinggal di bawah laut.

Lyric adalah seorang penyelam yang handal dan juga seorang putri. Namun, suatu hari, ia menemukan sebuah rahasia besar tentang keluarganya dan masyarakatnya yang dapat mengubah segalanya. Ia kemudian memulai sebuah petualangan di mana ia harus berjuang untuk mengungkap kebenaran tentang rahasia tersebut sambil menghadapi berbagai bahaya.

Beli di Sini!

Dalam ceritanya, sebagai seorang putri, Lyric dipandang sebagai ancaman oleh orang-orang yang merasa terancam oleh kebenaran yang akan terungkap, dan harus berjuang untuk bertahan hidup sambil menjelajahi dunia bawah laut yang penuh misteri. Melalui cerita Lyric, The Girl Who Fell Beneath the Sea membahas masalah yang serius tentang ketidakadilan dan diskriminasi, dan juga mengeksplorasi gagasan tentang kekuatan, kepercayaan diri, persahabatan yang lekat, hingga keperempuanan yang kuat.

3. The Power - Naomi Alderman

Bagi pecinta science fiction perlu membaca novel yang satu ini! The Power ditulis oleh seorang novelis perempuan Inggris, Naomi Alderman. Dengan daya imajinya yang luas, Naomi menceritakan sebuah perspektif soal kekuatan perempuan yang dibalut dengan elemen fantasi. The Power bercerita soal dunia di mana perempuan secara tiba-tiba mendapatkan kekuatan listrik yang luar biasa, memungkinkan mereka untuk menghasilkan kejutan listrik dan bahkan membunuh orang.

Diceritakan beberapa tokoh perempuan inspiratif di dalamnya, mulai dari putri bernama Roxy memiliki kekuatan paling kuat di antara semua wanita yang ada dan Allie, seorang gadis remaja yang melarikan diri dari kehidupan yang sulit dan berubah menjadi pemimpin agama yang kontroversial. Diperkenalkan pula tokoh bernama Tunde, seorang jurnalis laki-laki yang menjadi saksi langsung revolusi yang terjadi ketika perempuan mulai mengambil alih kendali.

Beli di Sini!

Seiring dengan berkembangnya kekuatan perempuan, dunia di dalam cerita ini mulai mengalami perubahan yang besar. Pria menjadi semakin takut terhadap wanita dan wanita mulai membangun masyarakat yang lebih egaliter, di mana mereka memiliki kekuasaan dan kontrol yang lebih besar atas diri mereka sendiri.

The Power adalah sebuah novel yang sangat menarik dan merangsang pemikiran, menggambarkan dunia yang sangat berbeda dari yang kita kenal, tetapi juga dengan banyak konteks yang relevan dengan dunia nyata. Membaca buku ini juga memberikan kamu perspektif baru soal kekuatan perempuan yang sebenarnya dengan cara yang sangat menyenangkan!

4. The Handmaid's Tale - Margaret Atwood

Perempuan Kanada bernama Margaret Atwood menulis novel The Handmaid's Tale pada tahun 1985. Buku ini mendapat sorotan tinggi akibat unsur feminisme yang menarik untuk dikulik di dalamnya, lho!

The Handmaid’s Tale menceritakan sebuah kisah yang berlatar di negara fiksi yang disebut Gilead yang telah diambil alih oleh kaum fundamentalis Kristen yang totaliter.

Beli di Sini!

Gilead sangat otoriter dan memiliki sistem kebijakan yang merugikan wanita! Salah satu kebijakannya adalah menjadikan wanita yang masih subur sebagai "handmaid" atau pembantu rumah tangga yang dipaksa untuk hamil dan melahirkan anak bagi keluarga elit yang mandul. Bukan cuma itu, dalam kondisi ini, para handmaid juga ditahan dan diawasi ketat, serta dilarang melakukan segala bentuk kegiatan yang menunjukkan identitas mereka.

Offred, selaku handmaid yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini menemukan dirinya terperangkap dalam kehidupan yang sangat terbatas dan serba terkontrol. Selain mengangkat isu kesetaraan gender, The Handmaid’s Tale juga menggambarkan realitas pahit dari sistem yang mengatur perempuan tanpa memedulikan hak asasi manusia.

5. Perempuan di Titik Nol - Nawal El-Saadawi

Buku tentang perempuan yang tidak boleh dilewatkan juga adalah Perempuan di Titik Nol. Novel ini ditulis oleh Nawal El Saadawi, seorang aktivis feminis Mesir dan penulis terkenal, menceritakan kisah seorang dokter yang ditempatkan di sebuah penjara wanita di Mesir dan mengungkapkan kekejaman yang dialami para tahanan di sana.

Beli di Sini!

Selain mengeksplorasi isu-isu feminisme dan patriarki di Mesir, Perempuan di Titik Nol juga menceritakan kisah yang sering kali diabaikan oleh masyarakat. Lewat cerita ini tersumbang banyak suara untuk para wanita yang menjadi korban diskriminasi dan kekerasan dalam masyarakat yang sangat patriarkal.

Dalam novel ini, Nawal El Saadawi menggambarkan betapa sulitnya kehidupan bagi perempuan dalam masyarakat yang sangat membatasi dan menindas hak-hak mereka. Ia membuka mata pembaca terhadap kekejaman dan penderitaan yang dialami oleh para tahanan wanita di penjara tersebut, dan mencoba untuk menyebarkan kesadaran tentang kondisi perempuan di masyarakat Mesir pada saat itu.


Baca juga: Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan Baca Buku Rekomendasi Ini


Rekomendasi Buku Puisi Karya Penyair Perempuan Indonesia

1. Binatang Kesepian dalam Tubuhmu - Ilda Karwayu

Binatang Kesepian di dalam Tubuhmu adalah satu buku puisi yang dikarang langsung oleh perempuan. Sebagai seorang perempuan, Ilda Karwayu cukup vokal mengekspresikan banyak perasaan mulai dari rasa sepi hingga rasa tidak nyaman yang terkadang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Puisi-puisi di dalamnya menggambarkan perasaan kesepian yang berbeda-beda, seperti kesepian dalam hubungan asmara, kesepian dalam pergaulan, atau bahkan kesepian dalam keluarga.

Beli di Sini!

Tidak hanya itu, yang sangat menarik, Ilda Karwayu juga menghadirkan sudut pandang yang berbeda-beda dalam puisinya. Tidak hanya dari sudut pandang wanita, ia juga menulis puisi dari sudut pandang pria dan anak-anak. Inilah yang membuat buku puisi ini menjadi lebih menarik!

2. Medusae - Theodora Sarah Abigail

Medusae merupakan buku dengan kumpulan puisi yang mengeksplorasi berbagai tema berani! Mulai dari kekerasan, trauma, dan ketidakadilan dalam konteks kehidupan sehari-hari bagi perempuan. Setiap puisi digaungkan dari sudut pandang yang unik dan kompleks.

Di dalamnya terangkum perjalanan para perempuan yang memutuskan untuk membebaskan diri dari belenggu patriarki dengan sentuhan elemen mitologi Yunani. Beberapa puisi di dalam buku ini menggambarkan topik besar seperti penganiayaan terhadap perempuan, kekerasan dalam rumah tangga, serta diskriminasi terhadap minoritas seksual. Theodora Sarah Abigail mengeksplorasi psikologi karakter dengan detail yang baik, sehingga pembaca dapat merasakan perjuangan perempuan secara mendalam dengan bahasa yang puitis.

Beli di Sini!

3. Empedu Tanah - Inggit Putria Marga

Sebagai seorang perempuan berdarah Jawa, Inggit Putria Marga menuliskan kumpulan puisi dengan latar belakang pedesaan Jawa lewat buku Empedu Tanah. Lewat buku ini, tertuang puisi-puisi perjuangan seorang perempuan dalam menentang kekuasaan patriarki dan perbudakan seksual di tengah masyarakat yang masih terjebak dalam tradisi dan kepercayaan yang konservatif.

Ide pokok dari buku ini adalah penggambaran seorang perempuan yang berani dan keras kepala, yang tidak takut untuk berbicara terbuka tentang keinginannya untuk hidup mandiri dan merdeka. Namun, ia harus menghadapi berbagai rintangan dan diskriminasi dari masyarakat di sekitarnya, termasuk dari seorang suami yang meremehkan kemampuan dan keberanian.

Beli di Sini!

Inggit berhasil menuliskan puisi dengan karakter yang kompleks dan terkadang ambivalen, serta menunjukkan bahwa tidak ada pilihan yang mudah dalam hidup. Menjadikan puisi-puisi di dalamnya terdengar kuat dan provokatif dalam menggambarkan tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh perempuan di pedesaan Jawa.

4. E___y - Gratiagusti Chanaya Rompas

Beli di Sini!

e______y ngebebasin gue dari kebutuhan makan untuk ngelakuin apa aja yang gue mau rule the dance floor rule the world love the people around me kenal atau gak kenal gue juga gak perlu dan ngadepin mimpi mimpi buruk yang adalah kenyataan gue dan orang orang di sekitar gue walaupun gue tahu ini cuma sementara.”

Begitu sebait gambaran mengenai isi buku e___y yang dikarang oleh seorang perempuan bernama Gratiagusti Chanaya Rompas. Melalui buku ini, Gratiagusti mengumpulkan puisi-puisi dengan ide pokok pemberontakan perempuan. Lewat kumpulan puisinya, Gratiagusti menggambarkan bagaimana seorang perempuan bisa mendekonstruksi sosok perempuan, istri, dan juga ibu di dalam dirinya menjadi karakter yang sama dengan manusia lainnya.

5. Home Body - Rupi Kaur

Siapa yang tidak tahu karya Rupi Kaur? Perempuan yang satu ini sudah dikenal sebagai penyair dan seniman perempuan sukses asal Kanada. Home Body hanya salah satu bukunya. Home Body berisikan puisi dan prosa yang mengeksplorasi tema-tema menarik mulai dari pencarian identitas diri, cinta, trauma, hingga proses penyembuhan diri yang ditulis dengan gaya tulisan yang personal dan intim.

Layaknya ciri khas buku puisi Rupi Kaur lainnya, buku ini disegmentasikan ke dalam tiga bagian yaitu Mind, Heart, dan Rest yangmemiliki fokus yang berbeda, namun semua terkait dengan pengalaman hidup dan pencarian jati diri.

Beli di Sini!

Home Body mengajak pembaca untuk merenungkan tentang arti sebenarnya dari rumah, keluarga, dan tempat yang kita anggap sebagai tempat perlindungan. Rupi Kaur menuliskan puisi-puisinya dengan kejujuran yang menghentak. Tentunya buku yang satu ini juga sangat cocok untuk dibaca pada Hari Perempuan Internasional sebagai bahan perenungan yang menyenangkan.

Rekomendasi Buku Nonfiksi Karya Penulis Perempuan

1. Empowered ME - Puty Puar

Kata siapa seorang ibu rumah tangga hanya boleh diam di rumah, jaga anak, masak, beres-beres, dasteran, dan segudang stereotype lainnya? Lewat buku Empowered ME: Mother Empowers, Puty Puar menyampaikan gagasannya mengenai seorang ibu berdaya. Ibu berdaya adalah mereka yang mampu memilih sendiri apa yang akan ia lakukan dalam hidupnya dan percaya diri akan pilihannya tersebut.

Beli di Sini!

Seorang ibu berdaya dapat membawa pengaruh baik bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Buku ini juga berisi lembar-lembar self-assessment yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan sehari-hari dan refleksi diri. Tidak hanya untuk seorang ibu, Empowered ME juga dapat dibaca oleh kamu yang akan menjadi seorang ibu untuk mempersiapkan diri menjadi ibu berdaya!


Baca juga: Spesial Perayaan Hari Ibu 2022: Q&A dengan Puty Puar, Penulis Buku Empowered ME


2. Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna - Najeela Shihab

Mengangkat isu-isu yang kerap dihadapi oleh perempuan, Najeela Shihab menuangkan opini-opininya dalam kumpulan esai yang dapat menggugah perasaan para pembaca. Mulai dari pandangannya tentang pemberdayaan perempuan, bagaimana seharusnya hubungan antara seorang perempuan dan perempuan lain, serta hubungan antara ibu dan putrinya–semuanya dituangkan dengan kalimat-kalimat yang mudah dimengerti dan mampu menyentuh perasaan kamu dengan empati yang hangat dari penulisnya.

Beli di Sini!

3. Tubuhku - Emily Ratajkowski

Beli di Sini!

Pengalaman hidup Emily Ratajkowski sebagai seorang model ternyata tidak seindah yang selama ini dibayangkan orang kebanyakan. Emily menjabarkan pengalamannya mengenai feminisme, seksualitas, dan kekuasaan terhadap tubuh perempuan. Memoar Emily ini juga mengupas mengenai kejujuran terhadap pengalaman seorang perempuan, yang kerap kali dinilai hanya lewat penampilan, mengalami pelecehan seksual yang disepelekan oleh orang lain, dan lainnya. Lewat tulisannya yang kuat dan cerdas, Emily menyampaikan kejujuran yang menyedihkan dan akan membuka mata para pembaca.

Nah, itu dia rekomendasi buku-buku yang ditulis perempuan untuk perempuan yang bisa kamu baca untuk merayakan Hari Perempuan Internasional 2023!

Saat ini, Gramedia.com sedang memberikan penawaran spesial untuk buku-buku terpilih dalam promo Buku Paling Diburu yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 11 Maret 2023. Kamu bisa mendapatkan buku-buku rekomendasi di atas dengan harga spesial, diskon up to 25%! Yuk, langsung lakukan pemesanan dengan mengeklik banner di bawah ini!🛒⤵️

Belanja Sekarang!


Sumber gambar header: freepik.com

Penulis: Puteri C. Anasta, Shaza Hanifah