Buku Kumpulan Puisi yang Cocok dibaca Saat Musim Hujan

Buku Kumpulan Puisi yang Cocok dibaca Saat Musim Hujan

. 4 min read

Memasuki musim hujan, membaca buku sambil bersender di sofa atau tempat tidur akan jadi lebih nikmat dengan suasana dingin. Apalagi jika membaca buku kumpulan puisi yang syahdu. Puisi memang bisa jadi jalan untuk mengungkapkan isi hati, karena terwakili dari rangkaian kata-katanya. Jadiiii.. bisa juga loh hadiahin si doi dengan buku puisi, hehe.

Nah, di bulan cinta ini, berikut buku kumpulan puisi terbaru yang bisa kamu baca untuk mengisi waktu bagian sendu.

Ada Nama yang Abadi di Hati Tapi Tak Bisa Dinikahi – Kang Maman

Tentang cinta diantara dua orang, rasa luka, sedih, senang, perpisahan, maupun kelanjutan sebuah hubungan. Bisa untuk remaja yang baru merasakan jatuh cinta, bisa juga untuk hubungan cinta yang sudah masuk proses pendewasaan. Ditambah dengan ilustrasi yang berwarna, buku ini cocok untuk kamu yang ingin melihat perspektif lain dari besarnya makna cinta dan perpisahan.

adaBeli Bukunya di Sini

“Yang mengaku sanggup hadapi segalanya sendiri, diam-diam juga mengharapkan didampingi. Yang merasa sangat teguh kukuh, berlapis baja sekalian, butuh penguatan, butuh dikokohkan. Yang terlihat tak pernah mengeluh, tetap butuh dipeluk hingga luruh dan luluh."

mBoel – Sapardi Djoko Damono

Menjadi buku terakhir Almarhum Eyang Sapardi yang dikhususkan untuk mBoel, panggilan sayangnya kepada sang istri tercinta. Puisi-puisi yang tak hanya sekadar ungkapan cinta, namun juga arti perdebatan, pengorbanan, percakapan, dan keserasian dalam pernikahan alm. Eyang Sapardi. Coba ikut rasakan interaksi pasangan yang hidup bersama bertahun-tahun dalam balutan kasih sayang dari 80 sajak di dalamnya.

bukuBeli Bukunya di Sini

“Napas yang kauhela, dan kautarik, menjauh pula, bilang aja kangen, pengin kupeluk.”

I See You Like a Flower – Na Tae Joo

Penuh ilustrasi bunga, Na Tae Joo sang sastrawan populer di Korea menuliskan berbagai puisi menyentuh hati. Tak hanya tentang cinta dan kerinduan, tapi juga penuh dengan sarat hidup akan tanggung jawab, peduli, serta perubahan waktu dan musim. Karyanya sering menjadi referensi untuk drama korea seperti Encounter, dan sering terlihat dibaca oleh para idol Korea. Cocok untuk dibaca saat musim hujan, karena puisinya yang menghangatkan hati.

IBeli Bukunya di Sini

“Ada jalan yang ingin kulalui meski orang berkata jangan. Ada orang yang ingin kutemui meski ia tak ingin bertemu. Ada kegiatan yang ingin kulakukan meski sudah dilarang. Hal itu adalah kehidupan dan rasa rindu. Yaitu dirimu”

Selama Laut Masih Bergelombang – Mariati Atkah

Penuh tema yang kental dengan suasana laut dan khas orang Sulawesi. Beberapa kosakata menggunakan bahasa Bugis, tentang kegelisahan, putus asa, kesedihan, dan jatuh cinta yang bergelombang.

selamaBeli Bukunya di Sini

“Berapa kali umpan harus kulemparkan, agar engkau mengerti. Aku sedang mencari, hati yang kau sembunyikan, di balik gerigi karang.”

Dreams, Spelled in Poetry – Helena Natasha

Setelah merilis buku puisi pertamanya pada Love, Spelled in Poetry, yang bertema kisah perjalanan seorang gadis mengenal cinta, kecewa, dan kembali menemukan cinta. Kali ini dilanjutkan tentang arti dari “dreams in a beautiful way” yang merupakan hasil dari perasaan si penulis sendiri. Mempunyai gaya kata berima, mudah dibaca, dan tidak begitu tebal, buku ini cocok untuk lebih semangat pada mimpi walaupun dibaca kala hujan turun.

DreamsBeli Bukunya di Sini

“Dreaming feels like boarding a magic carpet. I'm flying into the night imagination shaping the clouds, hands holding the stars. No fear, just the magic I trust. It'll take me to a place I don't know yet, somewhere I belong.”

Panduan Sehari-hari Kaum Introver dan Mager – Lucia Priandarini

Buku ini walaupun berjudul ‘panduan’, tapi tetap buku kumpulan puisi yang sangat sejalan dengan keadaan di masa ini. Tentang password Wi-Fi, orang yang suka membuka Instagram Stories-nya sendiri, bahkan video YouTube yang mempunyai segala macam tutorial, baik dari yang penting sampai yang tidak. Tema ‘remah-remah’ keseharian yang sajaknya sangat menggelitik, miris namun tetap menghibur, Lucia berhasil menyusun kata-kata kreatif dengan makna dalam dari fenomena sosial zaman sekarang. Buku ini terasa akrab dan dekat, bisa menjadi cara untuk mengungkapan perasaan para kaum introvert.

panduanBeli Bukunya di Sini

“Anakku melihat jejak kanal YouTube yang kubuka. Cara membuka tutup galon tanpa merusaknya. Ia menatapku dan bertanya. Ibu, mengapa Tuhan tidak membuat tutorial tentang cara mengatur dunia?”

Itu dia buku-buku kumpulan puisi yang bisa jadi pilihan bacaan ringan di kala hujan. Jangan lupa siapkan minuman hangat untuk menemani sesi membaca kamu ya.

Spesial buat kamu, masih banyak buku kumpulan puisi yang bisa kamu dapatkan di Gramedia.com. Oh ya, kalau kamu melakukan pembayaran dengan menggunakan debit BCA, kamu bisa mendapatkan diskon sampai 25% untuk semua buku terbitan Gramedia. Cek promo selengkapnya di sini. 😉


Sumber foto header: Shutterstock