Tradisi Lebaran di Kampung Halaman

Tradisi Lebaran di Kampung Halaman

Mudik ke kampung halaman menjadi suatu hal yang wajib bagi sebagian orang. Kurang lengkap rasanya jika melewatkan momen tersebut yang hanya terjadi sekali dalam setahun. Butuh perjuangan dan pengorbanan yang besar jika ingin melaksanakan mudik lebaran.

Mereka harus rela merasakan macet dan berdesak-desakan selama perjalanan. Memang benar, ada beberapa hal yang membuat mudik sangat dirindukan kedatangannya, sebagaimana tiga tradisi lebaran berikut.

Halalbihalal

Idulfitri merupakan penanda berakhirnya bulan yang penuh rahmat ini. Jiwa dan hati kembali suci karena sebulan penuh mampu menjaga diri dari segala hawa nafsu dan tindakan yang buruk. Dengan begitu, yang diharapkan sesudah datangnya hari yang suci akan terbuka lebar pikiran dan hati agar semakin luas dan legawa untuk saling memaafkan satu sama lain. Tradisi ini disebut dengan tradisi halalbihalal.

Halalbihalal ini dilakukan dengan cara berkunjung ke beberapa rumah saudara, kerabat, guru, atau lainnya. Selain dapat saling memaafkan, momen ini dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan kepada anak-anak terhadap saudara-saudara mereka. Kadang kala, anak-anak sudah tidak lagi mengenal saudaranya karena mereka tinggal jauh dari kampung halaman. Persaudaraan pun akan tetap terjalin, sehingga dapat saling membantu jika butuh bantuan.

Menyajikan Jajanan Lebaran

Pada saat Hari Raya Idulfitri, semua warga saling berkunjung dari satu rumah ke rumah yang lainnya. Setiap rumah yang dikunjungi umumnya akan menghidangkan jajanan lebaran yang disusun berjajar di meja untuk dapat dinikmati oleh tamu yang datang.

Tuan rumah tersebut menyediakan kue kering, agar-agar, wafer roll, permen, dan lain sebagainya. Setiap rumah akan menyajikan makanan yang beragam dan menggugah selera, tapi ingat jangan sampai kebanyakan ya! Alih-alih sudah diet saat berpuasa, bisa kembali gemuk karena makan berlebihan pada saat lebaran tiba.

Bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR)

Hayo, siapa yang suka menanti momen ini saat lebaran? Saudara, kerabat, atau bahkan kalian yang pulang dari perantauan, biasanya sudah menyiapkan ‘pajak’ ini, bukan?

Bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR), dilakukan oleh orang dewasa yang sudah bekerja untuk anak-anak kecil yang ada di kampung halaman. Meskipun hanya sedikit, akan tetapi membuat anak-anak merasa bahagia dan momen lebaran menjadi lebih indah.


Menantikan momen-momen ini, ya? Hari lebaran sudah di depan mata.


Halimah Nurfaizah

Halimah Nurfaizah

Content Writer Internship for Gramedia.com

Enter your email below to join our newsletter