The Dachshund Wears Prada: Karier Hancur Gara-Gara Instagram, Malah Jadi Pengasuh Anjing Miliarder!
Karier di dunia media sosial bisa runtuh hanya dalam satu siaran langsung. Isla Thompson membuktikannya ketika insiden muntah saat Instagram Live membuat reputasinya sebagai konsultan media sosial ikut hancur lebur.
Dari momen memalukan yang disaksikan satu internet itu, kisah The Dachshund Wears Prada karya Stefanie London bermula. Demi membayar tagihan dan menghidupi adiknya, Isla harus segera mencari pekerjaan baru. Namun, kesempatan yang datang justru membawanya ke arah karier yang sama sekali tak pernah ia rencanakan.
Sebab, kali ini, keahliannya mengelola media sosial bukan satu-satunya modal yang dibutuhkan. Ada seekor anjing diva, seorang bos miliarder, dan kekacauan yang jelas tak tercantum dalam deskripsi pekerjaan. 🐶✨
Gaji dari Miliarder, Bonus Drama dari Si Dachshund 🐶
Di tengah kebutuhan yang mendesak, Isla Thompson mendapat tawaran pekerjaan dari Theo Garrison, miliarder misterius yang mendapat julukan si Petapa Fifth Avenue. Alih-alih kembali berkutat dengan strategi media sosial, ia justru diminta mengasuh Camilla, seekor dachshund warisan mendiang nenek Theo.
Sayangnya, Camilla bukan tipe anjing yang akan duduk manis hanya karena diminta. Berdasarkan pengalaman para pengasuh sebelumnya, dachshund mungil ini punya tabiat bak titisan iblis dengan kepribadian otoriter yang sanggup menguji kesabaran siapa pun.
Meski begitu, Isla perlahan menemukan cara untuk memahami Camilla. Berbekal pengalamannya di dunia media sosial, ia bahkan membuat akun Instagram anonim bernama The Dachshund Wears Prada, menjadikan anjing penuh drama itu sebagai bintang utamanya.
Namun, ada satu hal yang tak tercantum dalam kontrak kerja Isla: menjaga jarak dari Theo ternyata bisa jauh lebih rumit daripada menghadapi seekor dachshund yang merasa dirinya pemilik rumah. Apalagi, ketika sang bos miliarder mulai mencuri perhatiannya. 👀
Baca juga: Punya Gebetan Idol K-Pop? Intip Kisah Cinta di Balik Gemerlap Panggung Lewat Buku XOXO dan ASAP!
Bukan Miranda Priestly, Bos Paling Demanding di Sini Berkaki Empat! 🐩🎬
The Dachshund Wears Prada mengingatkan pembaca pada The Devil Wears Prada, film ikonik yang membawa dunia fashion dan bos perfeksionis ke pusat cerita. Namun, dalam novel Stefanie London, drama profesional bergeser ke kehidupan kaum superkaya Manhattan, lengkap dengan seekor anjing yang tampaknya punya standar tersendiri untuk orang-orang di sekitarnya.
Camilla sendiri merupakan dachshund, salah satu ras anjing favorit Stefanie. Tingkahnya yang sulit ditebak turut menghadirkan momen-momen absurd dalam cerita, termasuk (sedikit spoiler) ketika ia buang air di sepatu Theo setelah diwariskan kepadanya. Sepatu mahal rupanya bukan jaminan seseorang terbebas dari ulah penghuni rumah berkaki empat. 😆
Kisah Isla, Theo, dan Camilla juga diadaptasi menjadi film berjudul Paws in the City, yang dibintangi Emeraude Toubia dan Carter Jenkins. Jadi, kerusuhan yang bermula dari seekor dachshund ini tak hanya hadir di halaman novel.
Daya tariknya juga terlihat dari sampul buku yang menampilkan Isla dan Theo berdiri berdekatan dengan leash melilit di keduanya, sementara Camilla berada di depan mereka, seolah siap mengambil alih kendali hubungan keduanya. Perpaduan warna pastel dan sentuhan modisnya memberi kesan manis sekaligus jenaka, selaras dengan romansa yang tak pernah benar-benar berjalan sesuai rencana.
Penasaran dengan ulah Camilla dan dinamika Isla bersama Theo? Kenali kisah lengkapnya melalui The Dachshund Wears Prada di sini!
Pakar Bikin Baper Sekaligus Senewen: Menyelami Dunia Cerita Stefanie London ✍️
Stefanie London dikenal sebagai penulis bestseller USA Today asal Australia yang piawai meramu romansa dengan humor dan karakter-karakter yang mengundang perhatian. Namun, imajinasinya tak berhenti di kisah cinta. Ia juga menjelajahi genre cozy mystery hingga thriller, memperlihatkan rentang cerita yang lebih luas daripada sekadar urusan asmara.
Karya-karyanya mendapat pujian dari Booklist atas daya hiburnya, sementara RT Magazine mengapresiasi gaya penulisannya yang elegan, kaya deskripsi, dan memikat. Kiprahnya turut mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan, termasuk HOLT Medallion dan OKRWA National Reader’s Choice Award, serta nominasi RITA Award dari Romance Writers of America.
Di luar dunia kepenulisan, Stefanie menyukai kopi berkualitas, lipstik, dan segala hal yang berhubungan dengan zombi. Perpaduan minat tersebut menambah warna pada sosok di balik The Dachshund Wears Prada, novel yang meramu romansa, humor, dan kekacauan sehari-hari dalam satu cerita.
Pada akhirnya, Camilla mungkin punya reputasi bak titisan iblis, tetapi justru anjing dengan tingkah tak terduga ini berpotensi mendekatkan dua orang. Sebab, man's best friend tak selalu sekadar teman berjalan-jalan atau teman rebahan. Siapa tahu, ia juga bisa menjadi mak comblang paling tak terduga. 🐶💘
Baca juga: The Love Hypothesis: Saat Cinta Dicoba Seperti Sebuah Eksperimen!
Peringatan: Deretan Buku Ini Berpotensi Menyebabkan Senyum-Senyum Sendiri 📚⚠️
Kalau kisah Isla, Theo, dan Camilla bikin kamu ingin membaca romansa lain dengan dinamika karakter yang tak kalah seru, lima buku ini bisa membuatmu menjadi senyum-senyum sendiri! Intip rekomendasinya di sini ✨
Hilmy Milan — Nadia Ristivani
Hilmy Ram Fahreza punya cara unik untuk mendekati Milan, perempuan yang ingin dijadikannya pacar. Alih-alih menyatakan cinta dengan cara biasa, ia mengajukan semacam surat lamaran kerja untuk mengisi posisi pacar di kehidupan Milan. Lamaran yang satu ini lengkap dengan CV dan berkas pendukung, loh!
Cocok untuk kamu yang suka romcom ringan dengan karakter jahil, interaksi menggemaskan, dan gebetan yang punya cara kreatif untuk mencuri perhatian.
The Love Hypothesis — Ali Hazelwood
Olive Smith, mahasiswa doktoral yang skeptis terhadap hubungan romantis, terpaksa berpura-pura punya pacar demi meyakinkan sahabatnya. Dalam situasi panik, ia mencium Adam Carlsen, dosen muda yang terkenal dingin dan menyebalkan. Tak disangka, Adam bersedia menjalani hubungan pura-pura itu bersamanya. Namun, semakin lama mereka berpura-pura, semakin sulit membedakan mana akting dan mana perasaan sungguhan.
Cocok untuk kamu yang gemar trope fake dating, dinamika grumpy dan sunshine, serta romansa dengan bumbu dunia akademik dan ketegangan yang bikin susah berhenti membaca.
Celebrity Wedding — aliaZalea
Inara ingin membuktikan bahwa dirinya mampu menentukan jalan hidup tanpa campur tangan keluarga yang terlalu protektif. Sementara itu, Revel, seorang penyanyi dan produser musik, membutuhkan pernikahan untuk menyelamatkan karier serta citranya di mata publik. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan di atas kertas. Awalnya, semua berjalan sesuai rencana, sampai hubungan mereka terasa nyata dan batas antara sandiwara dengan perasaan mulai kabur.
So Tough to Tame — Victoria Dahl
Charlotte Allington terpaksa kabur ke kampung halamannya setelah skandal besar menghancurkan karier impiannya di kota besar. Untuk bertahan, ia mencoba menggoda Walker Pearce, si koboi lokal yang menawan. Di balik pesonanya, Walker menyimpan rahasia kelam yang membuatnya merasa tak layak untuk Charlotte. Di tengah pelarian dan rasa tidak aman masing-masing, keduanya terjebak dalam hubungan kasual yang perlahan menuntut lebih.
Cocok untuk kamu yang gemar trope small-town romance, dinamika city girl dan koboi tangguh, serta romansa penuh luka masa lalu yang menghangatkan hati.
The Off Limit Rule — Sarah Adams
Setelah melewati masa sulit, Lucy Marshall kembali ke rumah bersama anaknya untuk memulai hidup baru. Di sana, ia bertemu Cooper, sahabat karib kakaknya yang menarik perhatiannya. Masalahnya, sang kakak, Drew, menentang kedekatan mereka dan berusaha memisahkan keduanya. Ketika perasaan Lucy semakin jelas, ia harus menghadapi pertanyaan besar: beranikah ia memberi kesempatan pada cinta sekali lagi?
Cocok untuk kamu yang menyukai trope brother’s best friend, romansa dengan konflik keluarga, serta kisah tentang kesempatan kedua dan keberanian mempercayai perasaan sendiri.
Payday Halloween Sale: The Bookworm Wears New Books 🎃📚
Dari hubungan pura-pura yang kebablasan sampai gebetan yang bikin salah tingkah, buku-buku tadi punya satu kesamaan: urusan hati memang penuh plot twist. Untungnya, urusan belanja buku kali ini enggak pakai drama tarik-ulur.
Lewat Promo Payday Halloween Sale pada 25–31 Oktober 2026, kamu bisa menikmati diskon hingga 70% untuk buku terbitan Gramedia 😍📚
Tak perlu menunggu karakter favoritmu sadar rasa selama 300 halaman—diskonnya sudah datang duluan, enggak pakai ghosting! 👀
Yuk, langsung meluncur ke Gramedia.com sebelum promonya keburu kabur. Lagipula, daripada membiarkan wishlist terus menghantui malam jumatmu, bukannya jauh lebih tenteram kalau paket tumpuk yang datang mengetuk pintu? 👻📦✨
✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna!
Temukan Bukunya di Sini!
Baca Artikel Lainnya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Promonya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!