The Bloody Island: Ketika Pulau Terkutuk Menagih Janji Masa Lalu
Ada dua alasan seseorang datang ke pulau terkutuk: ingin membuktikan bahwa kutukannya tidak nyata, atau diam-diam berharap kutukan itu benar-benar ada.
Bianca mungkin termasuk yang kedua.
Premis itulah yang membawa pembaca ke The Bloody Island: Kutukan Pulau Tersembunyi, novel karya Honey Dee yang memadukan teror, misteri, dan luka masa lalu dalam sebuah ekspedisi ke Pulau Mala.
Sebagai perwakilan klub jurnalistik Cloverton International High School, Bianca datang bersama siswa dari berbagai klub untuk mengungkap legenda keluarga Bronte. Bagi sebagian anggota tim, ini adalah petualangan seru untuk membuktikan bahwa kutukan tersebut hanyalah cerita rakyat.
Namun bagi Bianca, semuanya jauh lebih personal. Ia justru berharap kutukan itu benar-benar ada. Sebab, jika pulau itu bisa membuat seseorang menghilang, mungkin Bianca akhirnya punya alasan untuk melarikan diri dari hidup yang ingin ia lupakan.
Sayangnya, masa lalu tak pernah benar-benar tertinggal malah kini berpadu dengan teror nyata yang siap merenggut nyawa.
Jadi, siap mengikuti ekspedisi yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk, Grameds? 🩸👁️
Dari Ekspedisi Sekolah Menjadi Perburuan untuk Bertahan Hidup 🏝️
Awalnya, penjelajahan di Pulau Mala berjalan seperti petualangan biasa. Sampai akhirnya, sesuatu mulai terasa salah.
Anggota tim mulai menghilang satu per satu. Ketakutan yang semula sekadar isapan jempol kini berubah menjadi ancaman nyata. Setiap sudut pulau seolah menyimpan sesuatu yang mengintai, membuat rombongan perlahan kehilangan keberanian mereka.
Di tengah kekacauan itu, Bianca tidak hanya bertarung mencari jalan keluar dari pulau. Kehadiran Erik membuat segalanya kian rumit saat trauma masa lalu terus membayangi setiap langkahnya di pulau tersebut.
Bianca harus menghadapi dua teror sekaligus: misteri Pulau Mala dan bayang-bayang masa lalu yang kembali menagih janji.
Namun, teror sebenarnya baru dimulai.. Ketika mereka berpikir telah berhasil meloloskan diri, satu kenyataan pahit menyapa: Pulau Mala belum benar-benar selesai dengan mereka.
Baca juga: Novel Hunter with a Scalpel: Ketika Kebenaran Terlalu Mengerikan untuk Diautopsi
Antara Kutukan, Sains, dan Sesuatu yang Sebaiknya Tak Dicari Tahu ⚫
Dari sampulnya saja, The Bloody Island: Kutukan Pulau Tersembunyi sudah memberi sinyal bahwa perjalanan ke Pulau Mala bukan agenda study tour biasa. Nuansa gelap dan atmosfernya yang mencekam langsung membangun kesan misterius bahkan sebelum halaman pertama dibuka.
Menariknya, ketegangan dalam novel hadir dengan kadar yang cukup beragam. Ada thriller, adegan gore, kemunculan hantu, hingga sedikit bumbu romansa. Porsinya pun tetap terjaga sehingga masih cukup ramah bagi pembaca yang belum terbiasa dengan cerita thriller yang terlalu ‘mengganggu’.
Yang menarik, para siswa Cloverton juga tidak serta-merta menerima legenda Pulau Mala begitu saja. Mereka mencoba melihat misterinya dari sisi yang lebih logis dan mencari kemungkinan penjelasan melalui pendekatan sains.
Pengalaman membaca pun semakin hidup lewat beberapa ilustrasi yang disisipkan pada halaman tertentu untuk mendukung adegan dan atmosfer cerita. Visual tersebut membuat beberapa momen terasa lebih nyata tanpa mengambil alih ruang bagi imajinasi pembaca.
Namun, teror dalam cerita ini tidak hanya datang dari sesuatu yang berada di luar diri Bianca.
Luka dan masa lalu yang ingin ia tinggalkan ikut berjalan bersamanya sepanjang ekspedisi. Karena itu, semakin jauh misteri Pulau Mala terbuka, semakin sulit menentukan mana yang sebenarnya lebih menghantui: apa yang bersembunyi di pulau itu, atau apa yang sudah lama bersembunyi di dalam diri Bianca.
Kalau rasa penasaranmu sudah mulai mengganggu, mungkin sudah waktunya membuka halaman pertamanya. Temukan The Bloody Island: Kutukan Pulau Tersembunyi di sini. Tapi hati-hati, setelah tahu terlalu banyak, mungkin Pulau Mala tidak akan terasa sesunyi… sebelumnya 👁️
Dari Puisi Harian hingga Menemukan Rumah di Dunia Kata ✍️
Bagi pembaca Kresek Hitam, nama Honey Dee mungkin sudah tidak asing. Namun, perjalanan penulis The Bloody Island: Kutukan Pulau Tersembunyi menuju dunia kepenulisan ternyata tidak dimulai dari novel.
Honey Dee awalnya gemar menulis buku harian dan puisi-puisi pendek untuk dirinya sendiri. Kondisi ekonomi pada 2016 kemudian mendorongnya mempelajari berbagai keterampilan baru hingga tanpa disangka, ia justru menemukan kecintaan pada dunia menulis.
Perjalanannya berkembang dari menulis artikel hingga menjadi penulis buku nonfiksi dan ghostwriter. Selain Kresek Hitam, beberapa karyanya yang telah resmi terbit antara lain Good Neighbour, Unbroken Vow, dan Lovely Glacie, yang menunjukkan kiprahnya dalam menghadirkan cerita dengan warna yang beragam.
Meski sempat tidak mendapatkan restu keluarga untuk menekuni profesi tersebut, Honey Dee tetap memilih menjalani jalan yang sudah ia yakini. Kini, ia menepi sementara dari berbagai pekerjaan menulis untuk fokus pada pengasuhan dan pendidikan anak. Baginya, karier masih bisa dilanjutkan di lain waktu, tetapi masa pembentukan karakter anak tidak bisa ditunda ataupun diulang.
Perjalanannya dari tulisan-tulisan personal hingga menerbitkan berbagai karya pun menjadi bagian dari proses kreatif Honey Dee sebagai penulis.
Saat Luka Lama Lebih Menakutkan dari Kutukan
Setelah mengikuti teror Pulau Mala, mudah mengira bahwa hal paling menakutkan dalam hidup Bianca adalah kutukan, kematian, atau sesuatu yang bersembunyi di balik legenda keluarga Bronte.
Padahal, sebelum semua itu dimulai, Bianca sudah membawa satu hal yang jauh lebih personal: masa lalu yang ingin ia tinggalkan.
Di situlah The Bloody Island: Kutukan Pulau Tersembunyi terasa lebih dekat. Di balik misteri dan terornya, kisah Bianca menyentuh rasa malu, luka yang belum selesai, serta keinginan untuk menghilang ketika hidup terasa terlalu berat.
Karena mungkin, tidak semua yang menghantui kita tinggal di tempat gelap.
Baca juga: Drakor The East Palace: Comeback Nam Joo-hyuk di Istana Penyimpan Kutukan Terlarang
Berani Gali Lebih Dalam? Lima Jejak Teror Ini Makin Bikin Nagih 👣
Kalau The Bloody Island membuatmu betah dengan kombinasi teror, misteri, rahasia masa lalu, dan karakter remaja yang terseret ke dalam masalah jauh lebih besar dari dugaan, lima buku berikut bisa menjadi perjalanan berikutnya.
Hunter With a Scalpel – Ketika Sebuah Jasad Membuka Rahasia Tentang Orang Terdekatnya
Seo Se-hyun punya kemampuan membaca kematian lewat pekerjaan sebagai ahli patologi forensik. Namun, sebuah kasus justru membawanya terlalu dekat dengan sosok yang selama ini ia kenal sebagai ayahnya, Yoon Jo-kyun.
Dari ruang autopsi, Se-hyun perlahan terseret ke dalam jejak pembunuhan yang membuat batas antara keluarga, masa lalu, dan kebenaran menjadi semakin kabur. Cocok untuk pembaca yang menyukai thriller psikologis, investigasi kriminal, dan misteri yang serius.
Jangan DiKlik #1: Rahasia Ayu — Satu Aplikasi, Satu Rahasia, dan Satu Per Satu Kejadian Aneh Mulai Terjadi
Setahun setelah kematian Leoni, teman sekelas Ayu Rembulan, sebuah pesan misterius tiba-tiba membawa masa lalu kembali ke hadapannya. Kali ini dalam bentuk aplikasi bernama JanganDiKlik yang menyimpan catatan milik Leoni.
Bersama Rex, Ayu mencoba mencari tahu dalang di balik semua ini, sementara kejadian-kejadian aneh mulai menimpa orang-orang yang punya kaitan dengan masa lalu Leonie. Cocok untuk pembaca yang menyukai horor remaja, misteri supranatural, dan cerita yang bikin penasaran setiap kali notifikasi muncul.
Jangan DiKlik #5 Kutukan Dosa Selina — Ketika Sebuah Kematian Membawa Seseorang Kembali ke Misteri yang Belum Selesai
Bagi Rex, liburan seharusnya menjadi jeda sebelum tahun terakhir SMA. Namun, kematian tragis sahabatnya, Levan, justru menyeretnya kembali ke rangkaian kejadian yang berkaitan dengan Selina, pacar Levan yang menghilang setelah kejadian tersebut.
Bersama Ayu, Rex kembali berhadapan dengan misteri JanganDiklik dan pertanyaan yang semakin sulit: apa sebenarnya yang terjadi pada mereka? Cocok untuk pembaca yang menikmati horor remaja dengan kutukan, supernatural, misteri, dan drama antar karakter.
Tetangga Hantu – Saat Rumah Sebelah Kosong, Tiba-Tiba Ada Seorang Anak Laki-Laki Tinggal Di Sana
Hannah tahu rumah di sebelahnya seharusnya tidak berpenghuni. Jadi ketika Danny muncul sebagai tetangga baru, rasa penasarannya langsung terusik. Hannah pun mulai mencari tahu siapa Danny sebenarnya, sebelum misteri rumah sebelah menjadi sesuatu yang jauh lebih menyeramkan.
Cocok untuk pembaca yang ingin menikmati horor ringan, misteri supernatural dan cerita seram yang tidak terlalu berat.
The Meadowbrook Murders — Sekolah Elit, Dua Kematan, Dan Terlalu Banyak Orang yang Punya Sesuatu untuk Disembunyikan
Tahun terakhir Amy di Meadowbrook Academy berubah menjadi mimpi buruk setelah sahabatnya, Sarah, dan pacarnya, Ryan, ditemukan tewas di kamar asmara. Amy segerat terseret sebagai tersangka, semenatar Liz, jurnalis sekolah yang tidak mau melewatkan sebuah berita besar, mulai menggali apa yang sebenarnya terjadi.
Cocok untuk pembaca yang menyukai misteri sekolah, investigasi pembunuhan, rahasia antar teman dan karakter-karakter yang sama-sama menyimpan sesuatu.
Dari Pulau Mala, Ada Sesuatu yang Ingin Sampai ke Rumahmu 👀
Pulau Mala mungkin menyimpan lebih banyak rahasia daripada yang seharusnya. Dan kali ini, sebagian kecil dari rahasia itu bisa ikut sampai ke rumahmu.
Lewat Pre-order The Bloody Island: Kutukan Pulau Tersembunyi yang berlangsung selama periode 3 - 14 Agustus 2026, kamu bukan cuma akan mendapatkan bukunya. Tapi, setiap pemesanan juga dilengkapi bonus surat spesial bertanda tangan basah Honey Dee! 😍
Jadi tunggu apa lagi, Grameds? Amankan edisi terbatasnya di sini sebelum pre-ordernya berakhir dan rahasia Pulau Mala terungkap!
✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵