Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Drakor The East Palace: Comeback Nam Joo-hyuk di Istana Penyimpan Kutukan Terlarang

Drakor The East Palace: Comeback Nam Joo-hyuk di Istana Penyimpan Kutukan Terlarang


Tidak semua tempat berhantu ditinggalkan manusia. Sebagian justru masih menjadi pusat sebuah kerajaan.

Masih ada raja yang memimpin, prajurit yang berjaga, dan istana yang berdiri megah seolah tak pernah menyimpan apa pun.

Namun, tidak ada rahasia yang bisa dikubur selamanya.

Di The East Palace, satu per satu pangeran mahkota ditemukan tewas tanpa penyebab yang dapat dijelaskan. Ketika desas-desus tentang roh penjaga kolam terkutuk mulai menyebar, seorang pendekar dan seorang dayang istana dipaksa menelusuri jejak yang membentang di antara dunia manusia dan alam roh.

Saat Nam Joo-hyuk dan Roh Yoon-seo semakin dekat pada kebenaran, satu hal menjadi semakin jelas. Yang paling berbahaya bukanlah arwah yang berkeliaran di balik tembok istana—melainkan manusia yang selama ini hidup nyaman di dalamnya.

Di antara takhta dan kutukan, perjalanan mereka telah dimulai. Apakah kamu siap bertahan sampai akhir, Grameds? 👁️🏯


Semua Berawal dari Sebuah Kolam Angker Di Istana Timur

Source:Netflix

Ketika kabar tentang roh penjaga kolam mulai beredar, ketakutan perlahan menjalar ke seluruh penjuru kerajaan.

Awalnya sang Raja (Cho Seung-Woo) menganggap cerita tersebut tak lebih dari takhayul. Namun semuanya berubah ketika putra terakhirnya, Pangeran Yeongan (Jo Dan), mendadak kolaps tanpa sebab yang bisa dijelaskan.

Demi menyelamatkan dinastinya, sang Raja diam-diam memanggil Gu-cheon (Nam Joo-hyuk), seorang pendekar pemberontak yang mampu menyeberangi alam roh. Dalam misinya, ia bekerja sama dengan Saeng-gang (Roh Yoon-seo), dayang istana yang memiliki kemampuan mendengar suara orang-orang yang telah lama meninggal.

Setiap petunjuk membawa mereka ke lorong-lorong istana yang dipenuhi arwah penasaran, perebutan kekuasaan, dan dosa lama keluarga kerajaan yang selama ini disembunyikan.

Namun ketika tabir mulai terbuka, satu pertanyaan justru menjadi semakin sulit diabaikan.

Bagaimana jika selama ini kerajaan sedang memburu pihak yang salah?


Baca juga: Jangan Baca Ini Tengah Malam: 'The Tell-Tale Heart' Masih Menghantui Pembaca Hampir 200 Tahun Kemudian


Bukan Horor Biasa, Melainkan Pertemuan Nama-Nama Besar di Balik Layar 🎬

Daya tarik The East Palace ternyata sudah terbentuk jauh sebelum episode pertamanya tayang.

Serial ini ditulis oleh Kwon So-ra dan Seo Jae-won, duo kreator yang sebelumnya sukses membangun atmosfer mencekam lewat The Guest dan Bulgasal: Immortal Souls. Keduanya dikenal piawai meracik horor yang tidak sekadar mengandalkan penampakan, tetapi juga membangun ketegangan psikologis dan teka-teki yang perlahan terurai.

Nuansa tersebut kemudian dipertegas oleh sutradara Choi Jung-kyu, sosok di balik The Devil Judge yang terkenal dengan visual kelam serta konflik moral yang sarat intrik. Perpaduan itu membuat The East Palace menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar kisah hantu, tetapi juga cerita tentang kekuasaan, kutukan, dan pilihan-pilihan manusia yang saling bertabrakan.

Daya tariknya semakin lengkap dengan kembalinya Nam Joo-hyuk (Twenty-Five Twenty-One) ke layar kaca setelah menyelesaikan wajib militernya pada 2024. Lewat karakter Gu-cheon, ia memilih comeback yang jauh dari zona nyaman. Bukan lagi sosok  romantis yang hangat, melainkan pendekar pemburu iblis yang harus menembus alam roh demi mengungkap dosa paling kelam di dalam istana.


kumpulanBaca Kisah Seru Lainnya di Sini!


Bahkan Sebelum Tayang, Produksinya Sudah Dipenuhi Cerita yang Tak Kalah Dramatis 🔥

Perjalanan The East Palace menuju layar kaca ternyata tidak semulus kisah yang ingin diceritakannya.

Pada Desember 2024, lokasi syuting utama drama ini di Yeoncheon, Gyeonggi dilanda kebakaran besar yang menghanguskan set istana seluas lebih dari 3.600 meter persegi beserta berbagai perlengkapan produksi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut sempat menghentikan proses syuting sebelum akhirnya kembali dilanjutkan.

Menariknya, tantangan produksi bukan satu-satunya hal yang membuat serial ini berbeda. Netflix memperkenalkan The East Palace sebagai perpaduan horor supranatural, fantasi gelap, misteri, dan intrik politik kerajaan dalam satu cerita.

Alih-alih hanya berfokus pada perebutan takhta atau romansa istana, drama sageuk ini mengajak penonton menyusuri lorong-lorong yang dipenuhi kutukan, arwah penasaran, dan kebenaran yang perlahan menuntut balas.

Mulai tayang sejak 17 Juli 2026 di Netflix, delapan episode The East Palace siap membawamu memasuki istana yang tak pernah benar-benar sunyi. Setiap episode menjanjikan kejutan yang membuat penonton terus mempertanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Sebelum pintu istana itu terbuka, intip dulu trailer resminya di sini, Grameds.


Jiwa-Jiwa yang Menyusuri Bayang-Bayang Istana 🌑

Source: Konteks.co.id

Selain atmosfernya yang mencekam, The East Palace juga diperkuat oleh jajaran aktor yang menghidupkan pertarungan antara manusia, arwah, dan ambisi kekuasaan.

Beberapa nama yang membintangi serial ini antara lain:

  • Nam Joo-hyuk sebagai Gu-cheon, pendekar pemberontak yang mampu melintasi batas antara dunia manusia dan alam roh demi memburu iblis.
  • Roh Yoon-seo sebagai Saeng-gang, dayang istana yang dapat mendengar sekaligus berbicara dengan arwah, tanpa menyadari bahwa dirinya menyimpan rahasia besar tentang asal-usulnya.
  • Cho Seung-woo sebagai Sang Raja, penguasa kerajaan yang diam-diam meminta bantuan Gu-cheon setelah keluarganya mulai diteror kematian misterius.
  • Jang Young-nam sebagai Ibu Suri, sosok berpengaruh di dalam istana yang berada di tengah pusaran intrik kerajaan.
  • Park Soo-yeon sebagai Sang Ratu, permaisuri yang turut menghadapi teror sekaligus konflik yang mengancam keberlangsungan dinasti.

Dengan perpaduan aktor senior dan generasi baru, The East Palace bukan hanya menghadirkan horor supranatural yang mencekam, tetapi juga karakter-karakter yang membuat misteri setiap lapisan ceritanya terasa hidup hingga akhir.


Baca juga: Drakor Agent Kim Reactivated: Saat Seorang Ayah Kantoran Ternyata Lebih Berbahaya dari yang Dikira!


Rumor Selalu Lebih Cepat daripada Kebenaran

Ada alasan mengapa The East Palace terasa begitu dekat dengan kehidupan hari ini.

Ketika sebuah rumor terus diulang, manusia perlahan berhenti mempertanyakan apakah cerita itu benar. Yang semula hanya dugaan, lambat laun berubah menjadi sesuatu yang diterima sebagai fakta.

Sementara itu, kebenaran hampir selalu datang belakangan. Ia membutuhkan bukti, keberanian, dan kesediaan untuk meragukan apa yang sejak awal dianggap pasti.

Barangkali itulah horor terbesar yang ingin ditawarkan The East Palace. Bukan karena arwah mampu menghantui manusia, karena manusia sering kali lebih dulu menjatuhkan vonis sebelum kebenaran sempat menemukan suaranya.


Belum Puas Diteror The East Palace? 5 Bacaan Ini Siap Menyeretmu Lebih Dalam ⚫📚

Kalau The East Palace membuatmu bertanya siapa yang sebenarnya layak ditakuti, lima buku berikut menawarkan kegelisahan yang serupa.

Intip rekomendasi buku-bukunya di sini!


1. Uzumaki – Junji Ito

drakorTemukan Bukunya di Sini!

Kirie Goshima mulai menyadari keanehan yang terjadi di kota Kurouzu. Semua orang perlahan terobsesi pada satu bentuk yang sama: spiral. Apa yang awalnya tampak seperti kebetulan perlahan berubah menjadi kutukan yang menggerogoti seluruh kota, termasuk orang-orang yang ia cintai.

Kenapa relate? Karena teror dalam Uzumaki lahir dari sebuah kutukan yang perlahan menguasai kehidupan banyak orang. Keduanya membangun rasa takut bukan melalui kejutan, melainkan atmosfer yang semakin lama semakin mengganggu. Cocok untuk penggemar horor psikologis, cosmic horror, dan cerita yang membuatmu terus memikirkan halaman terakhirnya.


2. PTSD Radio Vol.1 — Masaaki Nakayama

drakorTemukan Bukunya di Sini!

Lewat potongan kisah yang tampaknya tidak saling berkaitan, berbagai tokoh mulai mengalami kejadian aneh yang selalu berhubungan dengan rambut, suara, dan sosok misterius yang terus mengintai dari kejauhan.

Kenapa relate? Jika The East Palace dipenuhi lorong istana yang menyimpan arwah, PTSD Radio menghadirkan teror melalui ruang-ruang biasa yang perlahan terasa asing. Keduanya sama-sama membangun ketakutan lewat sesuatu yang tidak pernah dijelaskan sepenuhnya. Cocok untuk pembaca yang lebih suka merasa gelisah daripada dikagetkan.


3. Shiver — Akasha: Ito Junji’s Selected Collection

drakorTemukan Bukunya di Sini!

Mulai dari kutukan yang diwariskan turun temurun hingga fenomena yang sulit dijelaskan, setiap cerita dalam antologi ini memperlihatkan bagaimana kehidupan manusia dapat berubah hanya karena satu kejadian yang tampaknya sepele.

Kenapa relate? Baik The East Palace maupun Shiver sama-sama mengingatkan bahwa ancaman terbesar sering kali datang dari sesuatu yang telah lama tersembunyi dan perlahan menuntut balas. Cocok untuk kamu yang ingin mengenal dunia horor Junji Ito tanpa harus mengikuti satu cerita panjang.


4. Another – Yukito Ayatsuji

drakorTemukan Bukunya di Sini!

Saat pindah ke SMP Yomiyama Utara, Kouichi Sakakibara bertemu Misaki Mei, siswi misterius yang seolah tidak dianggap ada oleh teman-teman sekelasnya. Tak lama kemudian, serangkaian kematian mengerikan mulai menghantui kelas mereka.

Kenapa relate? Keduanya sama-sama menggabungkan kutukan, kematian misterius, dan penyelidikan yang perlahan membuka kenyataan jauh lebih kelam daripada dugaan awal. Cocok untuk pecinta thriller misteri dengan atmosfer horor yang terus meningkat.


5. Lockwood & Co.: The Screaming Staircase — Jonathan Stroud

drakorTemukan Bukunya di Sini!

Lucy Carlyle bergabung dengan Anthony Lockwood dan George Cubbins dalam agensi pemburu hantu independen di London. Bersama-sama mereka menangani kasus-kasus supranatural yang perlahan mengungkap konspirasi yang lebih besar.

Kenapa relate? Jika Gu-cheon dan Saeng-gang bekerja sama memburu arwah di dalam istana, trio Lockwood & Co, melakukan hal serupa dengan pendekatan yang lebih penuh petualangan. Sama-sama mempertemukan penyelidikan, dunia roh, dan misteri yang terus berkembang. Cocok untuk pembaca yang menyukai horor ringan, misteri supranatural, dan dinamika karakter yang kuat.


Mungkin Kutukan Berikutnya Sedang Menunggumu di Rak Buku… 📚👁️

Untungnya, kamu tidak perlu menyebrangi alam roh untuk menemukan kisah-kisah yang sama mencekam.

Selama Promo Dunia Fiksi periode 10-23 Juli 2026, kamu bisa membawa pulang berbagai novel, manga, dan komik pilihan dengan diskon hingga 70% untuk terbitan Elex Media Komputindo, BIP, dan m&C! ☀️

Siapa tahu, setelah episode terakhir The East Palace ditutup… justru ada cerita lain yang diam-diam sedang menunggumu membuka sampulnya.

Jangan biarkan dirimu dihantui penyesalan. Cek promonya di sini… selagi kamu masih punya kesempatan 👀

promoTemukan Promo nya di Sini!


✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Enter your email below to join our newsletter