Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Takut Tambah Dewasa? Hadapi Quarter Life Crisis dengan Tips Berikut!

Takut Tambah Dewasa? Hadapi Quarter Life Crisis dengan Tips Berikut!

Seringkali kita mendengar standar kaku yang harus dicapai pada usia-usia tertentu. Hal ini acap kali menambah beban kecemasan pada orang-orang saat beranjak dewasa. Takut belum mencapai standar di usia yang ideal, takut tidak memenuhi ekspektasi orang tua, takut belum menjadi orang berguna, takut belum juga berpenghasilan, dan masih banyak lagi ketakutan yang menanti di gerbang kedewasaan.

Ternyata, hal ini sangat wajar terjadi, lho. Hampir semua orang mengalami fase quarter life crisis atau krisis seperempat kehidupan, minimal sekali dalam hidupnya. Fase yang melibatkan rasa khawatir akan masa depan ini bisa dilewati dengan baik-baik saja, apabila kita pantang menyerah dalam menemukan jalan keluarnya. Akan tetapi, tidak jarang pula sebagian orang tersendat di fase quarter life crisis yang mengakibatkan diri tidak berkembang. Wah, gimana gak tambah takut, ya?

Tapi tenang saja, semua masalah pasti ada solusinya. Sebelum kamu tahu solusinya, kamu harus tahu dulu masalahmu. Jadi, sebenarnya apa, sih, quarter life crisis yang sering ditakuti orang itu? Simak terus selengkapnya, ya!

Apa Itu Quarter Life Crisis?

Periode tidak pasti dan proses pencarian jati diri sering kali dianggap sebagai definisi dari quarter life crisis. Pada masa ini, biasanya seseorang digentayangi rasa takut, cemas, dan khawatir akan ketidakpastian di masa depan. Seseorang yang berada di fase ini mengalami banyak perubahan di hidupnya, seperti bertambahnya usia, berikut dengan menumpuknya tanggung jawab, dan pilihan hidup yang semakin beragam.

quarter
(Fase Quarter Life Crisis (Sumber Gambar: https://au.reachout.com/)

Dilansir dari laman Satu Persen, quarter-life crisis dinilai berdampak pada 86% kaum Milenial yang sering merasa tidak nyaman, kesepian, serta depresi dalam hidupnya. Saat ini, topik mengenai quarter life crisis sudah biasa diperbincangkan. Maka dari itu, pengetahuan mengenai fase ini sudah bisa dipelajari dan diserap oleh generasi yang lebih muda. Akan tetapi, hal ini kerap menciptakan kekhawatiran dini dari generasi yang lebih muda untuk beranjak dewasa.

Di samping itu semua, fase ini sebenarnya adalah fase yang cukup penting untuk dialami setiap individu agar seseorang mampu mengenali dirinya sendiri lebih dalam, serta mempersiapkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Jadi, jangan takut untuk tambah dewasa. Salah satu persiapan yang bisa kamu lakukan adalah dengan memperluas pengetahuanmu lewat buku. Selain membaca buku, kamu juga bisa lakukan tips berikut!

Tips Menghadapi Quarter Life Crisis

Quarter life crisis yang terdengar meresahkan ini tidak boleh hanya sekadar dihadapi tanpa persiapan. Untuk kamu yang sedang mengalami fase ini atau yang akan segera beranjak dewasa, jangan khawatir, Admin punya beberapa tips untuk menghadapi quarter life crisis!

1. Kenali Dirimu Sendiri

Cara pertama yang bisa dilakukan dalam menghadapi fase quarter life crisis adalah dengan mengenal dirimu sendiri. Mengatasi quarter life crisis sama dengan mengatasi masalah personal dalam dirimu. Quarter life crisis seringkali datang saat kamu mempertanyakan nilai hidup, tujuan dan pencapaianmu.

Nah, kamu perlu mengidentifikasi masalah tersebut, mulailah bertanya dan renungi pertanyaan-pertanyaan itu, dan jawablah satu per satu agar kamu bisa mengenal lebih dalam dirimu sendiri, termasuk permasalahan yang sedang kamu hadapi.

2. Cerita dengan Orang Terdekat

Jika sudah menemukan sumber masalahnya, maka hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi quarter life crisis adalah dengan bercerita. Kamu bisa mencurahkan perasaanmu pada orang yang kamu percaya. Ini adalah cara yang cukup efektif membantumu maju.

Bercerita bukan cuma menjadi momen di mana kamu bisa meluapkan perasaan negatifmu, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk kamu mendiskusikan masalah dan solusi dengan orang yang kamu percaya.

quarter
(Tips Menghadapi Quarter Life Crisis (Sumber Gambar: https://huffpost.com/)

3. Buatlah Kebiasaan Baru yang Positif

Quarter life crisis juga menjadi fase yang dilewati mereka yang mulai merasa stagnan dan tidak merasakan perkembangan dari apa yang selama ini sudah dikerjakan. Nah, salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah membuat perubahan kecil seperti kebiasaan-kebiasaan baru.

Perubahan dan kebiasaan baru dapat meningkatkan motivasi sekaligus memberimu ruang untuk melihat progress dari sudut pandang yang lebih segar, sehingga kamu tidak merasa stuck di tempat yang sama.

4. Berhenti Membandingkan Pencapaianmu

Jika sedang menjalankan progress, maka kamu perlu berhenti membandingkan diri. Tanamkan di dalam diri bahwa setiap orang memiliki hidup, tujuan, dan pencapaian yang berbeda. Setiap orang lahir dan terbentuk dengan cara yang berbeda.

Manusia tidak dilahirkan seragam, semua datang dalam bentuk dan jalan yang berbeda. Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuatmu terus merasa tidak berkembang hanya karena kamu tidak memiliki jalan yang sama.

5. Mengeksplorasi Diri

Jika kamu sudah lakukan semua hal di atas, selanjutnya yang bisa menjaga kamu dari rasa takut dewasa adalah dengan mengeksplor diri. Mengembangkan diri bisa dimulai dari hal-hal yang kamu suka, seperti menjalani hobimu dengan rutin, mencari keterampilan baru, bertemu dengan orang-orang dan kesempatan baru, hingga ke tempat yang mungkin belum pernah kamu tapaki sebelumnya. Selain mengeksplor diri bisa membantumu berkembang, eksplorasi ini juga bisa mendorong dirimu untuk me-reset ulang cara pandang terhadap suatu hal.

Dalam eksplorasimu, jangan lupa untuk tetap membaca buku untuk membantumu memperkaya pemahaman dan pengetahuan. Berikut Admin rangkum beberapa buku yang bisa membantu kamu menghindari rasa takut akan kedewasaan!

Rekomendasi Buku untuk Hadapi Quarter Life Crisis

1. Hidup Antigalau: Menata Karier dan Masa Depan di Umur 20-an

TakutBeli di Sini!

Kim Juhyung membagi jenis manusia yang berkembang pada masa mudanya, salah satunya adalah orang yang kebingungan tidak mengetahui apa yang diinginkannya dalam hidup.

Seringkali orang beranjak dewasa tanpa pegangan apa-apa dan terasa tiba-tiba. Pada buku ini, Juhyung memberikan susunan fondasi yang bisa kamu pegang untuk menentukan arah hidup di masa depan supaya kamu gak galau menghadapi kedewasaan!

Sesuai dengan tips pertama, kamu perlu mengenali masalahmu. Untuk membantumu merenungi masalah kedewasaan, nilai hidup, tujuan, dan segala pencapaianmu, kamu bisa sambil membaca buku-buku yang akan membantu kamu mengenal diri sendiri di tengah proses kedewasaan. Contohnya seperti buku-buku yang akan Admin bagikan ini! 🥰

2. Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan

"Kalimat-kalimat kehidupan yang mengembalikan diriku yang hilang."

Begitu deskripsi singkat mengenai buku karangan Jeon Seungwan ini. Jeon Seungwan sudah sering membagikan kalimat-kalimat inspiratif melalui sosial medianya, dan banyak orang dari berbagai generasi tersentuh dengan tulisannya.

TakutBeli di Sini!

Dalam buku ini, Seungwan bertanya banyak mengenai hidupnya, seperti apa sih yang benar-benar diinginkan? Apakah sudah hidup dengan benar? Bagaimana cara menjalani hidup ke depannya? Dan masih banyak renungan-renungan lainnya yang bisa membantumu untuk menemukan akar permasalahan dari quarter life crisis!

3. Ternyata, Menjadi Dewasa Itu...

TakutBeli di Sini!

Buku lain yang bisa membantumu memberi insight dalam melihat masalah kedewasaan adalah buku karangan Yoga Maulana yang satu ini. Mungkin beberapa orang dilahirkan dalam keadaan keluarga yang jauh dari kesempurnaan. Akan tetapi, banyak juga yang memiliki masa kecil yang seharusnya penuh tawa, justru terkadang terasa penuh luka. Dalam buku ini, kamu juga akan diajak berkenalan dengan bagaimana rasanya dipaksa dewasa oleh keadaan.

4. Menjadi Dewasa Tanpa Tahu Apa-Apa

Buku karangan Ulnyangyi ini pastinya sangat cocok dan relate banget untuk kamu yang sedang dalam proses pencarian jati diri, termasuk dalam menghadapi masalah kedewasaan. Di dalamnya, Ulnyangyi bercerita tentang betapa banyak hal yang bisa ditangisi orang dewasa melebihi anak kecil yang menangis hanya karena terjatuh. Masalahnya, seringkali kita tumbuh dewasa tanpa kita tahu apa-apa tentang itu. Nah, buku ini akan membantu kamu menemukan pengantar menuju kedewasaan dengan balutan tulisan dan ilustrasi yang menarik.

TakutBeli di Sini!

Selain bisa mengenali masalah, salah satu tips yang perlu dilakukan adalah dengan bercerita pada orang terdekat. Akan tetapi, menceritakan masalahmu bersama orang lain mungkin terasa berat untuk sebagian orang yang tertutup. Tapi, tenang, Admin punya beberapa buku yang bisa bisa membantu menginspirasimu untuk mulai bercerita soal masalah kedewasaan ini dengan orang-orang terdekatmu seperti buku-buku berikut! 🤗

5. Lima Cerita: Kisah-Kisah Menjadi Dewasa

Buku Desi Anwar yang satu ini menunjukkan berbagai cerita tentang kedewasaan. Lima cerita itu mencakup kisah tentang seseorang yang mengenang bagaimana orang tua dan keluarga mereka bisa berfungsi dalam hidupnya selama ini, ada juga kisah seorang anak berumur 19 tahun yang ingin bebas dari kekangan Ibunya, dilema seseorang yang ingin hidup merdeka dan bebas tapi juga belum sanggup menerima tanggung jawab yang besar, ada pula cerita pendewasaan lewat kisah cinta, pun cerita tentang seorang anak yang dalam proses dewasanya terus berkonflik dengan ibunya.

TakutBeli di Sini!

Wah, masalah pencarian jati diri dalam pendewasaan memang lekat hubungannya dengan orang terdekat kita seperti keluarga, bukan? Lewat buku ini kamu akan menemukan motivasi untuk mulai terbuka dengan orang-orang terdekatmu!

6. Kupikir Segalanya akan Beres Saat Aku Dewasa

Kim Haenam dan Park Jongseok menulis buku ini untuk membagikan ceritanya kepada banyak orang, terutama untuk mereka yang bermasalah dengan kesehatan mentalnya dalam proses pendewasaan. Haenam juga mengajak pembacanya untuk sama-sama menemukan jawab dari tanya mengenai ketidakpastian masa depan. Dari buku ini kamu akan belajar menemukan kepercayaan diri untuk membuka diri.

TakutBeli di Sini!

Tentunya bercerita dan membuka diri bukan satu-satunya hal, kamu juga perlu mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru yang lebih positif. Hal ini pasti memerlukan poin penting berupa perkembangan diri. Untuk membantumu dalam mengembangkan diri ke arah yang lebih baik, kamu bisa membaca buku rekomendasi di bawah ini. 🤩

7. You Do You

TakutBeli di Sini!

Buku karangan Fellexandro Ruby yang menjadi mega best seller ini memiliki sampul yang estetik dan super menarik. Buku ini berisi tentang motivasi dengan kutipan-kutipan inspirasional yang dapat mengetuk semangat pembacanya. Bukan hanya bercerita tentang quarter life crisis, kamu juga akan mendapatkan banyak sekali tips mengenai self improvement dan self awareness yang dikemas dengan kombinasi ilustrasi yang memudahkan kamu untuk membacanya!

Jika sudah mulai berkembang dan ber-progress, kamu juga harus berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Seperti yang dikatakan dalam buku selanjutnya! ⤵️

8. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Kau melihat teman-teman dan mereka sudah mendapatkan impian, sementara kau masih termangu menggenggam harapan. Pelan, dalam hati kau berujar, “Kapan mimpiku terwujud?”. Selama perjalanan mencapai tujuan, adakalanya kau melihat sekeliling… menakar jauh jangkauan. Atau, kau malah membandingkannya dengan orang lain. Lalu, lupa melanjutkan perjalanan.

TakutBeli di Sini!

Alvi Syahrin menulis hal-hal yang relate sekali oleh siapa pun yang sedang berada pada fase quarter life crisis karena terlalu sering membandingkan diri ke orang lain. Buku ini akan membantu kamu lebih menghargai diri sendiri dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain.

Nah, itu dia sekumpulan tips dan bacaan yang bisa kamu miliki untuk menghadapi quarter life crisis! Yuk, bangkit dan kembangkan dirimu dengan dapatkan bukunya hanya di Gramedia.com. Yuk, mulai baca sekarang!

Jangan lupa juga untuk lihat penawaran spesial dari Gramedia.com hanya untuk kamu. Cek promonya di bawah ini yang bisa kamu gunakan agar belanja jadi lebih hemat! ⤵️

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber foto header: istockphoto.com

Penulis: Shaza Hanifah


Enter your email below to join our newsletter

comments powered by Disqus