Saatnya Menyelam dalam Indahnya Lautan Kata-Kata! Ini Rekomendasi Bacaan untuk Merayakan Bulan Puisi
Hai, Grameds!
"Selamat merayakan ibadah puisi"
Kalimat yang muncul dari sebuah puisi karya Joko Pinurbo itu sekarang seperti punya nyawa tersendiri. Ia kian bergaung di banyak kepala, terutama saat April datang, membawa suasana yang lebih bertaburan kata-kata. 📝🍃
Di bulan ini, puisi seperti menemukan rumahnya kembali. Ada Hari Puisi Nasional yang dirayakan setiap 28 April, ada juga banyak orang yang diam-diam kembali membuka buku, mencari bait yang terasa dekat buat hidup mereka.
Nah, untuk ikut merayakan momen ini, Gramin sudah menyiapkan beberapa buku puisi yang layak kamu tengok kedalamannya.
Barangkali, di antara halaman-halamannya, kamu bisa menemukan sesuatu yang selama ini sulit dijelaskan dengan kata-kata biasa. 🌻
Rekomendasi Buku Puisi Untuk Memeriahkan Bulan Puisi!
Kalau kamu lagi cari bait-bait yang paten untuk ikut merayakan bulan puisi, deretan buku ini bisa jadi titik awal yang pas, Grameds.
Yuk, kita jelajahi judul-judulnya!
Air Kata-Kata – Sindhunata
Kalau kata-kata adalah air, maka buku ini hadir serupa aliran yang tak pernah benar-benar diam. Ia mengalir ke mana saja, menyentuh hal-hal yang sering kita hindari, dari yang terasa sakral sampai yang terasa sangat manusiawi.
Sindhunata bermain dengan bahasa yang terasa dekat, bahkan sesekali menyelipkan Jawa ngoko yang akrab di telinga. Puisinya bisa terdengar seperti doa, lalu berubah jadi semacam amarah yang jujur. Dalam puisinya, ia menghadirkan balutan humor tipis, berselingan dengan kata-kata dengan nada kritik yang menohok.
Buku ini memuat 71 puisi yang saling terhubung dalam beberapa bagian. Ditambah ilustrasi dari berbagai perupa, pengalaman membaca buku ini akan terasa lebih hidup. Tata letaknya juga tersusun dalam bentuk yang tidak kaku, memberi ruang bagi kamu untuk ikut “berkecipak” di dalamnya.
Tidak Ada New York Hari Ini – M. Aan Mansyur
“Hari-hari membakar habis diriku. Setiap kali aku ingin mengumpulkan tumpukan abuku sendiri, jari-jariku berubah jadi badai angin. Dan aku mengerti mengapa cinta diciptakan…”
Buku ini mungkin terasa familiar, terutama buat kamu yang pernah mengikuti perjalanan cinta di film Ada Apa Dengan Cinta 2. Namun, saat dibaca sendiri, puisinya punya kedalaman yang berbeda.
Aan Mansyur menulis dengan cara yang tenang, tapi menghantam pelan. Ia bicara tentang jarak, rindu, dan batas yang sering hadir dalam hidup. Tentang bagaimana sesuatu dipisahkan oleh hal-hal kecil, waktu, ruang, bahkan kata-kata itu sendiri.
Visual dan teks di buku ini berjalan berdampingan, membuat pengalaman membacanya terasa seperti melihat sekaligus merasakan.
“Apa kabar hari ini? Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.”
Baca juga: Surat Cinta Untuk Menjadi Utuh Kembali di Buku Becoming a Universe
Keterampilan Membaca Laut – Ama Gaspar
Laut di buku ini bukan sekadar latar. Ia terekam seperti metafora yang terus bergerak, seolah menyimpan kenangan, kesedihan, dan percakapan yang belum selesai.
Ama Gaspar menulis dengan nada yang lembut. Bait-baitnya terasa hadir seperti bisikan di tepi pantai. Puisinya mengajak pembaca duduk sejenak, mendengarkan angin, mengingat sesuatu yang pernah singgah lalu pergi.
Ada keheningan yang terasa akrab di dalam buku ini. Seolah kamu sedang berbicara dengan diri sendiri di sebuah sore yang panjang.
“Laut menyimpan separuh tubuhnya di kedua matamu. Aku mengambil sebagian untuk tiga judul puisi yang tak pernah selesai. Semesta yang menyimpan kesedihan adalah tempat di mana aku juga kau menuangkan banyak warna biru di setiap ingatan. Di dalamnya kita sama-sama tenggelam.”
Ayat-Ayat Api – Sapardi Djoko Damono
Nama Sapardi Djoko Damono tentu sudah tak asing lagi dalam dunia puisi Indonesia. Di buku ini, ia kembali menunjukkan bagaimana kesederhanaan bisa terasa sangat dalam.
Bentuk puisinya cenderung pendek, kadang seperti percikan pikiran yang tiba-tiba muncul. Api, ruang, dan benda-benda kecil di sekitarnya berubah menjadi sesuatu yang reflektif.
Membaca buku ini seperti berjalan pelan di dalam ruangan sunyi. Setiap langkah terasa ringan, tapi meninggalkan gema yang nyaring lengkingnya.
Api adalah lambang kehidupan
itu sebabnya ia tak bisa
menjadi fosil
api adalah lambang kehidupan
itu sebabnya kita luluh-lantak
dalam kobarannya — Ayat-ayat Api
kau seolah mengerti: tak ada lubang angin
di ruang terkunci ini
seberkas bunga plastik di atas meja,
asbak yang penuh, dan sebuah buku yang terbuka pada halaman pertama
kau cari catatan kaki itu, sia-sia — Ruang Ini
Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!
Simulasi Sakaratul Maut – Titan Sadewo
Bersama buku ini, kamu akan dibawa ke dalam suasana yang lebih gelap dan intens. Titan Sadewo menulis dengan gaya yang terasa mentah, bahkan sedikit liar. Ia berbicara tentang kematian, tubuh, dan pengalaman yang tidak selalu nyaman untuk dihadapi. Ada absurditas, berpadu juga dengan kejujuran yang terasa tanpa filter.
Puisi-puisi di dalamnya seperti mimpi yang ganjil. Kadang sulit dipahami sepenuhnya, tapi justru meninggalkan kesan yang kuat untuk membuatmu kembali mengoreknya di waktu lain.
“...ketika perempuan itu selalu menyuruhku memejamkan mata seperti latihan untuk mati dengan tenang. bukankah aku pernah mencintaimu? ketika cinta, seperti kematian yang tak kita harapkan, datang tiba-tiba: tak mengenal waktu, apalagi aba-aba.”
Tempat Paling Liar di Muka Bumi – Theoresia Rumthe & Weslly Johannes
“Aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran.”
Buku Tempat Paling Liar di Muka Bumi memuat kumpulan puisi yang ditulis oleh Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes. Dikemas dengan tampilan sampul yang cantik, isi buku ini pun tak kalah menarik untuk dibaca dan diselami.
Pemilihan diksi yang indah, berpadu dengan keahlian penulis dalam meramu kata-kata, membuat setiap baris karya yang disajikan dalam buku ini terasa begitu dalam. Setiap baitnya yang menggambarkan berbagai emosi dan perasaan akan membuat siapapun yang membaca ikut tenggelam. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi cantik yang menambah nilai estetika buku setebal 100 halaman ini.
e___y – Gratiagusti Chananya Rompas
Buku ini terasa seperti aliran pikiran yang dibiarkan lepas tanpa banyak rem. Kalimatnya panjang, berantakan, kadang seperti tidak peduli aturan, tapi justru di situlah letak jujurnya.
Gratiagusti Chananya Rompas menulis dengan energi yang mentah. Tentang keinginan untuk bebas, tentang dorongan untuk melakukan apa saja tanpa harus selalu terlihat benar.
Puisinya seperti suara di kepala yang akhirnya menemukan jalannya keluar. Campur aduk antara mimpi, realitas, dan rasa yang sulit dijelaskan dengan rapi.
Membaca buku ini seperti ikut terseret ke dalam arus yang cepat. Sedikit berisik, sedikit kacau, tapi justru terasa dekat dengan denyut hidup yang nggak selalu bisa dijelaskan dengan tenang.
Benevolence! – Ray Shabir
Benevolence! konon menjadi tulisan personal yang terangkum dalam 3 tahun perjalanan menulisnya. Melalui buku ini, Ray Shabir mengajak kamu untuk masuk ke dalam perjalanan yang penuh luka, harapan, dan usaha untuk berdamai.
Ia berbicara tentang kehilangan, hubungan, dan proses memahami diri sendiri. Puisinya jujur, kadang terasa rapuh, tapi tetap hangat. Buku ini cocok buat kamu yang sedang mencari koneksi yang lebih dalam dengan diri sendiri.
Baca juga: Bacalah dan Setaralah! Mari Rayakan Hari Kartini dengan Bacaan dari Penulis Perempuan Indonesia!
Cica – Cyntha Hariadi
Dalam buku ini, Cyntha Hariadi merangkai puisi yang memuat kenangan, identitas, dan realitas sosial. Ada suara masa kecil, ada juga bayangan masa depan yang tidak selalu pasti.
Puisinya terasa dekat, seperti cerita yang pernah kita dengar atau bahkan alami sendiri. Ia juga menyentuh isu yang lebih luas, membuat buku ini terasa personal sekaligus relevan.
semakin besar kami menyadari maksud baik orangtua
orang-orang yang ditandai sebagai sapi dan kambing
karena layak diperah dan dimasukkan daftar hitam
adalah orang-orang yang menyerupai kami
sepanjang hidup kami mempersiapkan diri
yang niat sekolah tinggi-tinggi, yang ulet bekerja sampai pagi
yang liat menumpuk harta
supaya semua bisa terbang menyelamatkan diri
di udara, kami melayang-layang bahagia
pesawat yang kami tumpangi membawa ke mana pun kami suka
hanya satu yang orangtua kami rahasiakan
sekali pesawat ini lepas ia tak lagi mendarat
mulailah kami hidup antara langit dan bumi
tak tahu mana kepala mana kaki
senantiasa rindu asal, kepalang pergi
mendoakan tanah yang menyimpan ari-ari kami
Salah Piknik – Joko Pinurbo
Lewat Salah Piknik, Joko Pinurbo kembali dengan gaya khasnya yang jenaka namun menyimpan sindiran. Buku ini banyak merespons situasi pandemi. Ada humor yang ringan, tapi di baliknya tersimpan refleksi tentang kehidupan yang berubah.
Puisinya terasa santai saat dibaca, tapi meninggalkan pertanyaan setelahnya. Seperti obrolan ringan yang ternyata punya makna lebih dalam.
Pada akhirnya, merayakan puisi itu bisa kamu lakukan dengan sederhana.
Sesederhana memberi ruang untuk diri sendiri agar sedikit lebih peka terhadap rasa yang sering lewat begitu saja. Dari situ, semuanya makin terasa jujur dan terbuka.
Berawal dari kata yang terasa dekat, lalu satu bait yang mengena, sampai akhirnya satu puisi utuh yang seperti sedang membicarakan satu fase dalam hidup kamu.
Pelan-pelan, kamu bisa menemukan diri kamu di dalamnya. Atau justru berhadapan dengan hal yang selama ini kamu hindari, lewat kalimat yang terasa terlalu jujur untuk dilewati begitu saja. 🌻
Selain judul-judul di atas, masih banyak buku puisi lain yang bisa kamu jelajahi!
Yang lebih menggembirakan lagi, semua keindahan itu bisa kamu dapatkan dengan harga yang lebih hemat, Grameds.
Yuk, intip daftar selengkapnya lewat promo di bawah ini dan pastikan kamu nggak kelewatan periode penawarannya ya!
✨Oh iya, jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Promonya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!