Rekomendasi Buku untuk Lebih Mencintai Diri Sendiri atau Self Love

Rekomendasi Buku untuk Lebih Mencintai Diri Sendiri atau Self Love

Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, namun diri kita sendiri. Kita bisa saja mengabaikan orang lain yang membenci dan mengkritik kita, tapi lain halnya jika si pembenci dan si pengkritik itu adalah diri kita sendiri.

Perasaan membenci diri sendiri dan merasa diri tak berharga, nantinya malah akan menimbulkan dampak-dampak negatif. Nah, itulah mengapa kita perlu untuk mencintai diri sendiri, karena cinta dimulai dari dalam diri, dan untuk diri kita sendiri.

Dengan semakin mencintai diri sendiri, semakin dekat pula kita menjalani kehidupan yang bahagia dan bebas. Namun, mungkin banyak dari kita yang masih bingung atau tak tahu mulai dari mana untuk memulai rasa mencintai diri sendiri. Nah, berikut ini Admin rekomendasikan buku yang akan membantu kamu untuk selalu mencintai diri sendiri atau memulai rasa self love.

Rekomendasi Buku untuk Lebih Mencintai Diri Sendiri atau Self Love

1. How to Respect Myself

Buku self improvement asal Korea Selatan akhir-akhir ini sedang digandrungi oleh banyak penikmat buku. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lainnya, dan salah satunya adalah buku ini, yang ditulis langsung oleh seorang dokter kejiwaan bernama Yoon Hong Gyun.

Beliau menulis buku ini terinspirasi dari beberapa pengalaman pribadinya sendiri, seperti pengalamannya yang sering menangani beberapa pasien dengan keluhan insecurity dan semacamnya, serta beberapa pengalamannya saat ia sedang belajar dan berproses untuk menjadi seorang dokter. Selain membagikan pengalamannya, Yoon Hong Gyun juga berharap tulisannya akan berguna bagi orang-orang yang sedang mencari jati diri.

RekomendasiBaca dan Koleksi Bukunya Sekarang!

Buku ini terbagi menjadi tujuh bagian, dimulai dari membahas tentang pengertian harga diri, bagaimana menangani suatu hubungan, menangani emosi, dan tips yang berkaitan dengan peningkatan harga diri. Bahasanya tidak berat, namun sangat mudah dipahami. Kita juga disuguhkan dengan penulisan yang seolah-olah sedang berkonsultasi langsung dengan penulisnya.

Hal unik lainnya dalam buku ini adalah, terdapat halaman-halaman berupa lembar kerja sebagai kegiatan harian untuk latihan menulis dan untuk meningkatkan harga diri. Kurang lebih ada 24 kegiatan harian dan terdiri dari berbagai tema, misalnya hal-hal yang sedang terjadi, perbaikan atau improvement, dan hal-hal yang harus dihilangkan dari kehidupan.

2. The Little Book of Contentment

Bahagia itu apa, sih? Setiap orang pasti akan memiliki definisi bahagia sesuai dengan versinya masing-masing. Nah, kalau menurut Mark Manson “Happy is simple thing”, karena bahagia akan kita dapatkan ketika kita bisa mengatasi masalah yang datang.

RekomendasiBaca dan Koleksi Bukunya Sekarang!

Di buku ini, penulis menyampaikan tentang akar masalah yang membuat kita menjadi seseorang yang tidak bahagia, yaitu ‘rasa tidak puas’ terhadap diri kita sendiri (dan hidup kita). Manusia akan selalu membandingkan apa yang ia miliki dan apa yang tidak ia miliki, namun hal tersebut malah membuat kita menjadi pribadi yang terus merasa tidak puas.

Melalui tulisan ini, penulis akan mengajak kita untuk berhenti membanding-bandingkan diri kita, agar nantinya kita akan dapat menemukan kepuasan dan kebahagiaan dalam diri sendiri, sehingga lambat laun kita juga akan menjadi lebih mempercayai diri dan mencintai diri sendiri.

Kamu juga bisa baca versi e-book-nya di aplikasi Gramedia Digital >>> The Little Book of Contentment

3. Hidup Apa Adanya

Lelah ya, kalau harus hidup sesuai dengan pendapat atau penilaian orang lain, hal ini seperti tidak akan ada habisnya. Mustahil juga rasanya kalau harus memenuhi semua tuntutan dan ekspektasi dari orang-orang tersebut. Sejatinya, kita bukanlah manusia sempurna yang serba bisa, dan kita juga tidak memiliki kewajiban untuk membahagiakan semua orang.

RekomendasiBaca dan Koleksi Bukunya Sekarang!

Buku ini akan membuka pikiran kita bahwa apapun penilaian dan pendapat orang lain, tidak akan berpengaruh pada kehidupan kita. Menjadi diri sendiri dan menerima keadaan sesuai dengan porsi yang sesungguhnya akan membuat kita mensyukuri segala hal yang ada di hidup ini.

Menggunakan bahasa yang ringan, mudah dipahami, serta relate dengan kehidupan sehari-hari, buku ini terdiri dari enam bagian yang dimulai dengan membahas arti menghormati dan menjadi diri sendiri, cara agar tidak cemas, cara hidup bersama dan berdampingan dengan orang lain, serta cara untuk memiliki kehidupan dan dunia yang lebih baik.

4. Empowered ME (Mother Empowers): Ibu Berdaya Dimulai dari Diri Sendiri

Meskipun tagline dari buku ini adalah "ibu berdaya dimulai dari diri sendiri", nyatanya buku ini juga bisa dibaca oleh semua orang. Di dalam buku ini berisikan tentang beberapa pembahasan yang tidak hanya ringkas, namun juga padat. Dimulai dari pendahuluan tentang apa itu perempuan berdaya, lewat mengenal diri sendiri, memahami tujuan apa yang akan diraih, serta bagaimana cara meraih tujuan tersebut. Semua pembahasan ini dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

RekomendasiBaca dan Koleksi Bukunya Sekarang!

Penulis juga membantu untuk dapat mengatur waktu dan energi dengan baik, menjelaskan cara agar kita tetap "stay on the track", dan mengajarkan untuk mencintai diri sendiri lebih dalam lagi. Kalau kita sudah merasa penuh dengan diri kita sendiri, otomatis kita akan selalu bisa bersyukur dengan jalan yang kita lalui sendiri, dan tetap mengapresiasi pencapaian-pencapaian orang lain.

Penulis juga mengajak kita untuk menjurnal dan mencatat semua progress dalam pencapaian tujuan, dengan melampirkan contoh to do list untuk harian, bulanan, dan tahunan, beserta hal apa saja yang mendesak, perlu dikerjakan, atau ditinggalkan di dalam buku ini. Di bagian prolog, penulis juga menyediakan kode QR yang bisa dipindai agar dapat mengunduh lembar aktivitas secara lebih mudah.

Kamu juga bisa baca versi e-book-nya di aplikasi Gramedia Digital >>> Empowered ME (Mother Empowers): Ibu Berdaya Dimulai dari Diri Sendiri

5. Bukan Maksudku Tak Menghargai Diri

"Umur sudah segini, kok masih belum punya apa-apa?"

Beberapa orang ada yang mengira bahwa self-esteem atau harga diri ditentukan atas kepemilikan kita terhadap barang-barang bermerek, lulusan dari perguruan tinggi ternama, tempat kerja dengan prestise dan gaji yang tinggi, atau pun memiliki paras yang rupawan. Padahal, hal itu adalah contoh self-esteem palsu yang ujung-ujungnya malah mendatangkan kekecewaan dan menyakiti diri kita sendiri.

RekomendasiBaca dan Koleksi Bukunya Sekarang!

Buku yang ditulis oleh seorang ahli kesehatan mental atau psikiater ini, membahas tentang self-esteem dan betapa pentingnya penghargaan diri secara runtut, mulai dari apa sih sebenernya self-esteem itu, dan mengajak pembaca untuk merekonstruksi ulang tentang pemahaman self-esteem itu sendiri.

6. Love Your Self

Mencintai diri sendiri bukanlah tindakan egois, tapi merupakan cara terbaik untuk tidak memandang keburukan dalam diri kita dan upaya kita untuk lebih menghargai hidup.

RekomendasiBaca dan Koleksi Bukunya Sekarang!

Buku ini berisikan tentang pengertian mengenai lunturnya keyakinan dan kepercayaan pada diri seseorang, serta cara mengenali akibat dari lunturnya rasa percaya diri tersebut agar tidak merugikan diri sendiri. Selain itu, buku ini secara khusus juga mengajarkan kita untuk mempelajari cara mencintai diri dan terus memandang diri sendiri secara lebih positif, serta mengajak kita untuk merasa yakin pada diri kita bahwa kita sudah melakukan yang terbaik dan berhak untuk merasakan bahagia.

Selain membahas mengenai mencintai diri sendiri, buku ini juga memberikan penjelasan mengenai manfaat dan betapa pentingnya untuk kita berdamai dengan diri sendiri, sehingga nantinya kita akan mampu untuk bertahan di dalam kekurangan diri kita. Buku ini juga memiliki bahasa yang mudah dipahami oleh para pembaca dan isinya pun sangat menarik untuk kamu yang merasa dirinya sedang insecure.

7. Artikulasi Rasa: Mencintai Kecantikan Diri Sepenuhnya

Setiap orang pasti akan memiliki standar kecantikannya sendiri, tergantung dari sudut pandang mana individu-individu tersebut dalam mengartikan seperti apa kata cantik itu. Namun, tidak jarang kata cantik lebih banyak diidentikan dengan paras yang memesona, berkulit putih, bentuk tubuh ideal, dan lain sebagainya. Standarisasi tersebut yang akhirnya malah membuat para perempuan menjadi merasa terbebani.

RekomendasiBaca dan Koleksi Bukunya Sekarang!

Keresahan tersebut kemudian dikupas tuntas oleh seorang blogger dan influencer bernama Selvia Liem Susanto lewat bukunya ini. Ia ingin menyampaikan energi dan pesan positif kepada seluruh wanita di Indonesia, untuk selalu mempraktekkan self love, dan mengingatkan mereka untuk tidak harus mengikuti standar kecantikan yang dibentuk oleh masyarakat. Ia juga ingin mengajak para pembaca untuk mencintai dan menerima dirinya sendiri dengan sepenuhnya, karena dengan begitu setiap orang akan mampu untuk bersinar dan menjalani hidup mereka dengan lebih baik.

Selain itu, penulis juga membagikan kisah-kisah nyata yang menarik dan inspiratif dari beberapa followers yang berbagi kisahnya melalui DM ke Instagram maupun email pribadinya. Ada juga beberapa tips untuk para yang sedang merasa tidak nyaman ketika mendapat judge 'kurang cantik', baik itu secara langsung maupun di dunia maya.

Kamu juga bisa baca versi e-book-nya di aplikasi Gramedia Digital >>> Artikulasi Rasa: Mencintai Kecantikan Diri Sepenuhnya


Baca juga: Baca Buku Ini Saat Kamu Lupa Bahagia


Itulah informasi yang dapat Admin berikan terkait beberapa rekomendasi buku yang akan membantu kamu untuk selalu mencintai diri sendiri atau self love. Dari buku-buku tersebut, mana nih yang sudah masuk ke reading list kamu?

Ayo, segera koleksi buku-buku tersebut dan dapatkan buku-buku tersebut hanya di Gramedia.com! Cek juga semua penawaran menarik yang sedang berlangsung mulai dari diskon hingga harga spesial di bawah ini.

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber foto header: Unsplash

Penulis: Ikha Destryani


Enter your email below to join our newsletter