Menebarkan Virus Bookstagram. Lebih Artsy dengan Membaca!

Kegemaran membaca, serta terpajangnya koleksi buku yang tersusun di rak dan meja, memberikan rasa kepuasan tersendiri.

Bagaimana, jika kegemaran yang sudah mengalir dalam darah ini kita apresiasikan dengan menghasilkan potret yang 'nyeni', kemudian diunggah di akun media sosial?

Berminat?

Bookstagram, Kegiatan Adiktif bagi Pecinta Literasi

Jika kamu mengetik kata Bookstagram di Instagram, muncul PULUHAN JUTA foto buku yang menyejukkan mata dan membuat hati berdesir.

Ternyata, memotret buku yang sudah ditata dengan kreatif, bisa jadi pengisi waktu yang seru dan mengasyikkan, loh.

Mengutip Sylvia Fratamasari (@viadravia), seorang Bookstagram asal Bandung.

“Kalian cuma perlu konsisten posting buku. Berapa pun follower-nya bisa disebut Bookstagram.”

Via pun menambahkan,

“Bookstagrammer biasanya akan memposting progress baca, sharing tentang buku-buku menarik, hingga review dari suatu buku di akun Instagramnya. Yang disertai foto-foto buku dengan pose menarik supaya membuat banyak orang terpikat,”

Bagi kami, Bookstagram dapat menularkan semangat membaca, dan menjadi selebrasi para pecinta literasi. Namun, tak hanya itu saja...

“Bookstagram menjadi masa depan untuk mempromosikan buku.”

Setuju apa setuju?

Bookstagram yang semakin hari semakin populer, dan banyak akun baru yang terus bermunculan, membuat Bookstagram menjadi ‘tempat’ paling jitu dan sempurna untuk merekomendasikan buku yang disukai. Termasuk para penerbit yang ingin mempromosikan buku-buku baru.

“Bookstagram.. No drama-drama klub.”

Buat kamu yang kadang suka lelah dengan ‘drama’ di social media lainnya, kamu nggak bakal melihat hal tersebut di Bookstagram.

Di sini setiap orang saling menaburkan kecintaan buku lewat foto yang indah, saling tukar pikiran, baca review menarik, dan bisa membicarakan buku favorit dengan kawan baru.

“Bookstagram jadi media untuk micro-blog, ketika kamu (lagi) nggak punya waktu nulis blog.”

Bukan menyalahkan rutinitas, tapi terkadang di balik tubuh yang lelah, kita kehabisan tenaga untuk menulis. Solusinya: Bookstagram, karena aktivitas ini tidak terlalu menyita waktu.

Lalu, Bagaimana Cara Membuat Foto Bookstagram yang Cantik?

Jujur, kalau lagi banyak waktu luang, saya sendiri bisa memandangi foto-foto buku yang cantik di Instagram sepanjang hari. Sembari terpana dengan kekreatifan para Bookstagrammer di penjuru dunia.

Nah, kalau kamu berminat menjadi bagian dari Bookstagram, tenang… nggak cuma para book blogger aja kok yang bisa menjadi Bookstagrammer, kamu pun juga bisa. Gimana cara untuk memulainya?

1. Buat Nama Akun Bookstagram yang Menarik

Untuk menarik perhatian sesama Bookstagrammer dan pengguna Instagram lainnya, pertama-tama kamu harus memikirkan sebuah nama yang unik dan tidak biasa untuk akun Bookstagram kamu.

Tulis bio yang eye-catching, dan usahakan pilih nama yang pendek agar akun kamu mudah diingat.

2. Pilih Tema dan Tentukan Tone

Sumber: @thefictionfaery

Kedua, bangun personal branding dengan cara memilih tema yang kamu sukai. Tentukan tone, mood, dan efek (jika diinginkan) dari foto-foto yang akan kamu buat.

Ini super penting loh, guna menghasilkan feed yang seirama, rapi, berkonsep, punya ciri khas, dan konsisten menghadirkan dominasi warna yang kamu pilih.

3. Siapkan Peralatan

Nggak harus punya kamera fancy atau DSLR, dengan kecanggihan teknologi smartphone pun bisa menghasilkan foto yang ciamik. Namun setidaknya kamu juga harus menguasai beberapa unsur mendasar di fotografi, yang bisa membantu menghasilkan foto terbaik.

Sumber: @annamichaliszyn

Oh ya, jangan lupa siapkan berbagai properti dan hiasan menarik untuk dihias dengan bukumu. Tapi kalau nggak mau keluar uang untuk beli propertinya, coba celingak-celinguk di penjuru rumahmu, karena banyak barang yang bisa dipergunakan, mulai dari piring, cermin, bunga, tanaman, buah, pita, cangkir, toples, lilin, dan masih banyak lagi.

4. Latar Belakang Foto

Sumber: @stefiereads

Agar hasil foto kamu Instagramable, penting banget memakai alas dan background. Cek lagi beberapa barang atau spot di rumah yang bisa dipergunakan. Atau bisa juga kalau kamu lagi nongkrong di kafe, sekalian deh foto bukumu di tempat tersebut.

Namun biar hasilnya menawan, nggak ada salahnya jika kamu mengoleksi beberapa alas dan latar belakang foto yang terbuat dari art paper atau material lainnya. Pilihan warnanya pun bisa dieksplorasi, boleh polos, ada coraknya, atau tema vintage juga oke!

Gagasan lain untuk latar belakang foto:

  • Pakai papan kayu atau potret bukumu dengan latar dinding kayu.
  • Taruh buku di rumput, di pohon, di atas bebatuan.
  • Pakai alas kain berwarna atau karpet bulu.
  • Bisa juga rak buku menjadi spot foto.
  • Di atas meja dan tempat tidur juga kece kok!

5. Pencahayaan

Sumber: @noisicartile

Saran kami gunakan pencahayaan alami, dan pagi hari atau sore hari adalah waktu terbaik untuk memotret. Kalau kamu memotretnya di dalam ruangan, coba letakkan buku beserta propertinya di dekat jendela ya, soalnya tempat ini menjadi sumber cahaya alami.

6. Penataan

Sumber: @bookrockbetty

Kamu bisa berkreasi sebebas mungkin dengan menata bukumu semenarik mungkin. Kami jamin bagian ini nggak kalah seru!


Nah, sekarang kamu sudah punya beberapa foto cantik, tapi bagaimana agar orang lain dapat memberikan likes, kasih komentar di fotomu dan bahkan mengklik follow?

Well, membangun hubungan dengan sesama Bookstagrammer bisa dimulai dari inisiatif kamu dengan memberikan like, tulis komentar yang memberikan kontribusi yang baik, kasih pesan yang ‘mendalam’ pada akun Bookstagram yang kamu suka, dan mulai diskusi dengan pembaca lainnya.

Bersikaplah tulus dan jadi dirimu sendiri dalam memberikan komentar, sehingga kamu dapat menjalin pertemanan dengan sesama Bookstagrammer.

Jangan lupakan Hashtag

Hashtag erat kaitannya dengan personal branding. Dengan menulis hashtag tentu akan memudahkan pengguna Instagram dan Bookstagram lainnya dalam pencarian konten dan menemukan postingan kamu.

Selain itu hashtag dapat meningkatkan interaksi pada akun kamu, seperti mendapatkan like, comment, dan lainnya. Dan kami sarankan agar tagar yang dipakai paling banyak cukup 10 tagar saja per foto.

Berikut beberapa hashtag populer yang kami rekomendasikan:

#booktographyid #bookstagram #bibliophile #booklove #bookworm #reader #booklove #bookporn #bookphoto #ireadya #bookish #bookblogger #booksandflowers #booklove #coverlove #lovebooks
#booktographyid

Kalau kamu sering cek akun Instagram @gramedia.com, pasti familiar dengan #booktographyid, yang kami ciptakan karena kecintaan kami dengan buku. Seperti #bookstagram, #booktographyid menjadi salah satu wadah untuk para pembaca yang mau nunjukkin karya foto dengan buku koleksinya.

Dan yang menggembirakan, ternyata banyak banget akun Bookstagram Indonesia dengan feed yang super kece, menampilkan karya foto yang artsy lewat #booktographyid.

Tercatat hingga saat ini, sudah ada lebih dari 3 ribu foto ciamik yang di-upload melalui tagar #booktographyid, dan pastinya akan terus bertambah.

Berikut beberapa karya yang ada di #booktographyid yang berhasil mencuri perhatian kami.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bookstagram | Aiman Bagea (@aiman_bagea) pada

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Wardah (@missfioree) pada

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh FLATLAY - BOOKS (@fitriamayrani.reads) pada

Keren-keren ya hasil karya anak-anak bangsa, nggak kalah sama Bookstagrammer dari negara lainnya. Dan serunya lagi, selain bisa baca rekomendasi buku dan ulasan menarik dari teman-teman lainnya, kami juga menggelar kontes #booktographyid setiap bulannya.

Jadi, jangan cuma dilihat aja yaaaa, kamu juga harus ikut berpartisipasi dan join di #booktographyid, dan sertakan tagar agar teman-teman lainnya bisa melihat karyamu.

Sumber: x4bidden.books

Hobi membaca bisa jadi kebiasaan menyenangkan. Semakin banyak yang kita baca, makin banyak yang kita ketahui.

Hal menyenangkan menjadi seorang Bibliophile adalah tersedianya banyak pilihan untuk memperkaya kecintaan kita pada buku. Mulai dari perpustakaan, toko buku, eBook, audiobooks, blog, dan yang sekarang sedang hit yaitu BookTubers dan Bookstagram yang menawarkan pengalaman lebih visual, serta memicu kreativitas kita.

Kami mengerti menghasilkan foto yang cantik memang butuh usaha lebih. Namun percayalah kesenangan, kepuasan, bisa berkenalan dan menambah wawasan dari teman-teman baru, rasanya luar biasa dan tidak terbayar harganya.

Dan untuk Bookstagram, biarkan kami memujinya sebagai klub buku online terbesar. Komunitas di mana kita bisa bertemu dengan bookworm dengan sisi artsy mereka.

This is going to be fun. So, happy #bookstagramming and happy reading!


Baca juga: 5 Akun Bookstagram Indonesia yang Wajib Follow


Sumber header: @sweptawaybybooks