Bikin Venice Standing Ovation 12 Menit, Kapan Live-Action Look Back Tayang di Indonesia?
Film terbaru Hirokazu Koreeda, Look Back (2026), tengah menjadi perhatian setelah pemutaran perdananya di Venice International Film Festival ke-83 beberapa hari lalu. ๐ฌ๐
Versi live action dari manga one-shot karya Tatsuki Fujimoto ini tampil dalam kompetisi utama festival film bergengsi tersebut. Setelah film selesai diputar, suasana di dalam auditorium berubah menjadi begitu emosional.
Seperti apa respons penonton terhadap film ini sampai membuat Koreeda dan sejumlah pemerannya ikut terharu? ๐
Full Emosional di Venice
Untuk diketahui, Look Back terpilih untuk tampil sebagai kontestan dalam kompetisi utama Venice International Film Festival tahun ini.
Film tersebut menjalani pemutaran perdana pada 7 September 2026 waktu setempat, mempertemukan karya terbaru Hirokazu Koreeda dengan para penonton dan juri di salah satu festival film paling bergengsi di dunia.
Setelah layar berakhir dan kredit mulai bergulir, tepuk tangan dari dalam auditorium terus berlangsung. Penonton memberikan standing ovation selama lebih dari 12 menit, menciptakan salah satu momen paling mencuri perhatian dari pemutaran perdana Look Back di Venice.
Durasi tersebut bahkan melampaui Joker: Folie ร Deux (2024) karya Todd Phillips, yang mendapat tepuk tangan selama sekitar 11 menit ketika tampil di festival yang sama.
Sambutan panjang ini menunjukkan betapa kuatnya kesan yang ditinggalkan Look Back setelah pemutaran perdananya. Momen tersebut juga terasa emosional bagi tim film. Hirokazu Koreeda bersama sejumlah pemeran Look Back tampak terharu hingga meneteskan air mata ketika menerima sambutan dari penonton.
Bagi sebuah film yang berbicara tentang persahabatan, kecintaan terhadap karya, serta kehilangan, momen tersebut terasa semakin berarti.
Look Back dalam Kaca Mata Sang Sutradara
Ketertarikan Koreeda terhadap Look Back ternyata sudah muncul sejak pertama kali ia membaca manga tersebut lho, Grameds.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, sang sutradara menceritakan bahwa ia menemukan manga itu ketika sedang dalam perjalanan pulang dari Kyoto menuju Tokyo.
Setelah turun di Stasiun Shinagawa, Koreeda mampir ke sebuah toko buku dan menemukan Look Back. Ia kemudian membukanya sekilas ketika sudah sampai di kantor. Rasa penasaran membuatnya terus membaca hingga selesai dalam sekali duduk.
"Saat sampai di kantor, saya membukanya sekilas, dan akhirnya saya membacanya sampai habis dalam sekali duduk. Saya sangat tersentuh olehnya," ujar Koreeda pada 7 September 2026.
Pengalaman tersebut kemudian membuatnya tertarik untuk mengadaptasi cerita Fujimoto ke layar lebar. Koreeda mengaku jarang menemukan karya yang secara langsung membuatnya ingin melakukan adaptasi.
"Jarang sekali menemukan karya yang langsung membuat saya berpikir ingin mengadaptasinya. Saat itu sekitar pandemi, periode di mana saya tidak banyak bekerja. Ceritanya benar-benar menyentuh hati saya. Bahkan mendorong saya untuk mulai memikirkan karya saya lagi," lanjutnya.
Look Back menjadi film fitur ke-18 Koreeda. Tema tentang hubungan antarmanusia, pertumbuhan, kehilangan, dan kehidupan sehari-hari juga terasa dekat dengan karakter penyutradaraannya.
Kali ini, Koreeda membawa kisah yang lebih personal dengan kecintaan terhadap manga sebagai salah satu pusat ceritanya. Pendekatan tersebut memberikan warna berbeda dibandingkan Sheep in the Box (2026), karya sebelumnya yang mengusung unsur sci-fi.
Diadaptasi dari Manga One-Shot Tatsuki Fujimoto
Look Back merupakan adaptasi live action dari manga berjudul sama karya Tatsuki Fujimoto, mangaka yang juga dikenal lewat Chainsaw Man. Manga tersebut pertama kali diterbitkan melalui platform Shonen Jump+ milik Shueisha pada Juli 2021.
Sejak awal perilisannya, Look Back langsung menarik perhatian pembaca. Menurut data Shueisha, manga ini meraih lebih dari 2,5 juta pembaca hanya dalam satu hari.
Popularitasnya kemudian terus berkembang hingga menempati peringkat pertama kategori pembaca pria dalam Kono Manga ga Sugoi! 2022.
Fully Berkesan, Sebenarnya Look Back Bercerita Tentang Apa?
Kisah Look Back mengikuti Fujino, siswi sekolah dasar yang dikenal berbakat dalam menggambar manga. Karakter Fujino diperankan oleh aktris pendatang baru Furi Nanase.
Suatu hari, Fujino mengetahui keberadaan Kyomoto, siswi satu sekolahnya yang tertutup dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Meski jarang bersosialisasi, Kyomoto memiliki kemampuan menggambar yang jauh lebih matang dibandingkan anak seusianya.
Kemampuan Kyomoto membuat Fujino merasa tertantang. Persaingan tersebut perlahan berubah menjadi persahabatan yang tulus ketika keduanya mulai bekerja sama membuat manga. Fujino mengerjakan gambar karakter, sementara Kyomoto bertanggung jawab pada bagian latar belakang.
Waktu kemudian membawa mereka tumbuh dewasa. Karya yang mereka buat bersama mulai diterbitkan secara profesional dan keduanya merasakan kesuksesan sebagai mangaka. Namun, sebuah peristiwa mengubah hubungan mereka dan membawa Fujino serta Kyomoto ke jalan masing-masing.
Untuk versi dewasa, karakter Fujino diperankan oleh Natsuki Deguchi, sedangkan Kyomoto diperankan oleh Aju Makita.
Proses produksi film juga berlangsung cukup panjang. Pengambilan gambar dilakukan di berbagai lokasi di wilayah Tohoku, Jepang, selama kurang lebih satu tahun. Lanskap pedesaan Jepang dan perubahan musim menjadi bagian penting dalam membangun suasana cerita.
Lewat latar tersebut, Look Back membawa penonton mengikuti perjalanan dua anak yang tumbuh bersama, mengejar kecintaan mereka terhadap manga, hingga menghadapi perubahan yang datang dalam kehidupan.
Sebelumnya Sudah Pernah Diadaptasi Jadi Anime
Versi live action menjadi adaptasi kedua dari Look Back. Sebelumnya, manga Tatsuki Fujimoto ini sudah diangkat menjadi film anime yang tayang di Jepang pada Juni 2024.
Adaptasi anime tersebut langsung mendapat respons positif. Film ini menempati peringkat kedua berdasarkan jumlah penonton pada akhir pekan pembukaannya di Jepang dan mencatat pendapatan akhir pekan tertinggi.
Prestasinya berlanjut lewat penghargaan Best Animated Feature dalam Japan Academy Film Prize ke-48. Film tersebut kemudian didistribusikan oleh GKIDS di Amerika Utara pada Oktober 2024.
Versi live action juga menjadi adaptasi live action pertama dari karya Tatsuki Fujimoto. Berdasarkan informasi resmi, film ini memiliki durasi 99 menit, lebih panjang dibandingkan versi anime yang berdurasi sekitar 58 menit.
Tayang di Jepang Hari Ini, Kapan Masuk Indonesia?
Setelah pemutaran perdananya di Venice, Look Back akhirnya resmi tayang di Jepang pada 11 September 2026. Tepatnya, hari ini. ๐ป
Kabar baiknya, film ini juga sudah dikonfirmasi akan dibawa ke Indonesia oleh Feat Pictures, meski tanggal penayangannya di bioskop Tanah Air masih belum diumumkan.
Jadi, buat Grameds yang sudah penasaran melihat kisah Fujino dan Kyomoto dalam versi live action, artinya kamu masih perlu sedikit bersabar sambil menunggu pengumuman resminya.
Akan tetapi, kamu nggak perlu berlarut-larut sedih, Grameds. Sambil menunggu, kamu bisa kembali membaca manga Look Back atau menjelajahi beberapa manga one-shot lain yang punya cerita menarik.
Rekomendasi Manga One-Shot!
Selain Look Back, Gramin juga punya beberapa rekomendasi manga one-shot yang menarik untuk kamu selami. Masing-masing punya cerita dan pendekatan yang berbeda, mulai dari kisah cinta, persahabatan, sampai sisi manusia yang lebih gelap.
Cek rekomendasinya di bawah ini yuk, Grameds! ๐
1. The Garden of Words โ Makoto Shinkai
Takao adalah seorang siswa SMA yang bercita-cita menjadi pembuat sepatu. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang perempuan ketika sedang berteduh dari hujan di sebuah taman.
Keduanya kemudian semakin dekat meski belum mengetahui banyak hal tentang satu sama lain. Pertemuan sederhana di tengah hujan perlahan berkembang menjadi hubungan yang penuh perasaan.
2. Our Summer Holiday โ Kaori Ozaki
Natsuru Nanao merupakan murid baru di sekolahnya. Kehidupannya mulai berubah setelah mengetahui sebuah rahasia besar yang disimpan oleh teman sekelasnya, Rio Suzumura.
Kisah ini membawa kamu melihat masa remaja dari sudut pandang yang lebih emosional, terutama ketika anak-anak mulai berhadapan dengan berbagai kenyataan tentang kehidupan orang dewasa.
3. The Evil Collection โ Motoi Tanaka
Seorang novelis tiba-tiba menghilang setelah novelnya meraih kesuksesan besar. Karya yang ia tulis kemudian menarik perhatian banyak orang, termasuk editor muda bernama Akisato Kodama.
Akisato berusaha menemukan novelis tersebut dan membujuknya kembali menulis. Manga ini menghadirkan berbagai cerita tentang manusia ketika emosi seperti nafsu, kecemburuan, cinta, dan kebencian mulai mengambil alih.
4. Solanin โ Inio Asano
Solanin mengikuti kehidupan anak muda yang sedang mencari arah di tengah perubahan hidup. Ceritanya terasa dekat dengan kegelisahan, mimpi, hubungan, dan pilihan yang datang ketika seseorang mulai beranjak dewasa.
Manga karya Inio Asano ini cocok buat kamu yang menikmati cerita dengan suasana melankolis dan reflektif, terutama tentang kenangan serta perjalanan untuk terus melangkah.
5. Goodbye, Eri โ Tatsuki Fujimoto
Yuta mulai membuat film atas permintaan ibunya yang sedang sakit. Setelah sang ibu meninggal, Yuta yang berada dalam kondisi terpuruk bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Eri.
Keduanya kemudian membuat film bersama, tetapi Eri menyimpan sebuah rahasia. Lewat cerita ini, Tatsuki Fujimoto bermain dengan batas antara realitas, ingatan, dan kreativitas dalam sebuah kisah remaja yang penuh kejutan.
Ngaku Pecinta Komik?
Kalau rak bukumu masih punya ruang untuk kejutan baru, cobain juga Online Comic Haul di Gramedia.com. Kamu bisa mendapatkan paket mystery box berisi komik dengan pilihan harga Rp50.000, Rp100.000, dan Rp150.000.
Setiap paket punya kejutan yang berbeda dan tersedia bonus komik untuk pembeli yang beruntung. Cocok buat kamu yang suka koleksi komik sekaligus penasaran dengan judul apa yang bakal muncul di dalam paket. ๐คฉ๐งฉ
Yuk, temukan kejutan komikmu dan jangan lupa cek berbagai promo menarik lainnya di Gramedia.com supaya pengalaman belanjamu makin seru dan hemat! โคต