Kenali Ciri-Ciri Buku Bajakan dan Pahami Kerugiannya. Jangan Lagi Dibeli!

Kenali Ciri-Ciri Buku Bajakan dan Pahami Kerugiannya. Jangan Lagi Dibeli!

Sampai saat ini buku bajakan masih banyak ditemukan di pasaran. Buku-buku bajakan ini bahkan sudah tersebar banyak pada toko online. Oknum-oknum ini menjual buku yang dicetak sendiri dan diedar bukan dari penerbit asli secara resmi. Harganya yang jauh lebih murah, sering membuat orang-orang tergiur untuk membeli buku bajakan, atau malah tertipu dengan harga murah tersebut.

Tidak hanya buku, sudah banyak pula e-book ilegal yang tersebar di internet dan dijual dengan harga yang tidak wajar. Hal ini tentunya sangat merugikan bagi penulis dan juga penerbit. Karena dalam proses penerbitan buku, bukan hanya 1-2 orang yang terlibat, tapi ada banyak pihak yang membantu dalam proses perilisan, dan berhak mendapatkan keuntungan.

Seperti yang ditulis oleh Admin Gramedia Digital Blog (2020), bentuk-bentuk pembajakan yang paling sering kita temui itu seperti:

  1. Mereproduksi dan menjual kembali buku,
  2. Mengutip, meng-screenshot, mengunduh, serta menjual kembali versi e-book secara ilegal,
  3. Memfotokopi buku dan dijual kembali,
  4. Produksi, menduplikasi, dan menerjemahkan tanpa izin penerbit.

Padahal ya, kalau kita buka buku, pada halaman awal selalu tercantum peraturan perundang-undangan yang mengatur pembajakan. Tertulis dengan jelas hukumannya bisa kurungan penjara hingga 4 tahun dan denda mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 4 miliar!

kenali
Sumber foto: ebooks.gramedia.com

Salah satu penulis handal Indonesia, Tere Liye, selalu gencar dalam menyuarakan tentang pembajakan ini sejak lama. Ia juga cukup sering mengedukasi pembacanya di media sosial tentang pembajakan buku ini yang sangat merugikan banyak pihak.

kenali
Sumber foto: twitter.com (25/05/21)

Pembajakan buku yang tak pernah lelah berhenti cukup membuat Tere Liye kesal, dan pada 25 Mei 2021, Tere Liye menjadi trending topic di Twitter Indonesia, karena penumpahan kekesalannya mengenai pembajakan ini. Tere Liye bahkan mempunyai satu novel yang membicarakan tentang pembajakan dan penggunaan barang ilegal, pada bukunya yang berjudul “Selamat Tinggal”.

selamatBeli Sekarang!

“Tapi kan buku itu sumber ilmu, dan itu harus disebar agar bermanfaat ke banyak orang.” Betul, tapi tidak merugikan orang lain juga ya, Grameds! 😉  

Jika kamu mendukung kegiatan ini, sama saja dengan kamu “mematikan” industri kreatif secara perlahan, serta membiarkan aksi ‘pencurian’.

Proses penerbitan buku sangat panjang dan melewati banyak pihak. Dari penulis, editor, ilustrator, desainer sampul, percetakan, toko buku, pokoknya pihak distributor dan penerbit, semuanya berpartisipasi dalam membuat karya yang hebat-hebat. Jika kamu ikut andil entah menjual, menyebar, atau membeli buku ilegal, sama saja dengan kamu tidak menghargai ide brilian dan kerja keras mereka.

Hasil penjualan juga untuk pembayaran pajak lho. Setiap buku original yang kamu beli itu, ada pajak yang digunakan untuk membangun negara. Pembajakan sangat merugikan hingga satu negara bukan?

Beberapa dari kalian mungkin masih belum tahu mana buku bajakan dan yang bukan. Penjualan buku di toko online juga mulai banyak memudahkan kita dalam mencari buku, tapi jangan sampai kita tertipu dengan harga murah dan malah mendapat buku bajakan. Dikutip dari blog.cabaca.id (05/03/21), ciri-ciri buku bajakan itu gampang banget dilihat bedanya.

Apa saja ciri-ciri buku bajakan?

1. Warna Rupa Sampul yang Berbeda dan Tidak Ada Finishing

kenali
Sumber foto: blog.cabaca.id

Buku bajakan gampang banget dilihat dari sampulnya saja. Biasanya warnanya berbeda, kadang kusam, dan saat disentuh tidak terasa licin atau kesat. Buku original akan membuat sampul yang lebih bagus, seperti ada efek timbul (emboss) pada font judul. Nah, tentunya hal ini tidak ada pada buku bajakan, dan malah lapisan plastik sampul pasti gampang mengelupas.

2. Kualitas Kertas dan Tinta yang Rendah

kenali
Sumber foto: blog.cabaca.id

Buku bajakan memang murah, karena bahan kertasnya juga yang murah. Biasanya menggunakan kertas seperti kertas koran yang buram, berwarna abu, dan tipis. Tintanya pun lebih pudar, cepat hilang, dan jika ditekan warna tinta akan menempel pada tangan kita. Karena banyak yang hasil fotokopi, halaman-halaman kertas pada buku bajakan juga suka terdapat bercak dan noda hitam, yang bahkan sampai menutup tulisan.

3. Bagian Perekat dan Halaman yang Tidak Rapih

kenali
Sumber foto: youtube.com/user/fiersabesari

Punggung buku bajakan pasti terlihat tidak halus dan tidak rapih. Sebagai pelindung ketebalan buku, kualitas yang rendah pada perekat buku bajakan membuat kertas gampang terlepas. Isi halaman juga kadang tidak runtut, bahkan ada halaman yang terbalik atau hilang.

kenali
Sumber foto: blog.cabaca.id

Karena hasil dari fotokopi, membuat page setup dalam tiap halaman buku juga berbeda-beda, terlihat berantakan dan miring. Oiya, kalau kamu beli buku original dan ternyata ada bagian yang cacat, kamu bisa laporkan pada pihak penerbit dan berhak mendapatkan ganti buku baru lho.

4. Harga yang Murah dan Tidak Masuk Akal

Beli buku lewat online mungkin membuat kita sulit untuk melihat langsung fisik bukunya. Tapi, kamu bisa cek dari harga yang dijual. Jika harganya jauh diambang normal pasaran buku original, lebih baik kamu hati-hati dan tidak membelinya. Daripada beli buku isinya zonk ya kan? 🤔

Sayangnya juga, mulai banyak oknum penjual nakal yang menaruh harga sama dengan buku-buku original namun kualitas buku bajakan. Nah, maka dari itu beli buku buruanmu dari toko-toko official store atau toko mall saja ya pada e-commerce! Dan beli buku di toko resmi, seperti Gramedia.com contohnya. Toko Gramedia Official Store juga sudah ada pada beberapa e-commerce lainnya. 😎

Grameds, buku original memang sedikit lebih mahal, tapi percayalah kamu akan mendapatkan kualitas buku yang sangat baik dan bagus untuk disimpan lama sebagai koleksimu.

Daripada buang uang untuk barang yang ilegal, lebih baik tabung dahulu dan dapatkan buku kerenmu! Admin yakin Grameds sekalian masih peduli dengan hak cipta, dan ikut mendukung serta menghargai para penulis.

Kamu juga bisa menunggu periode-periode diskon tertentu untuk mendapatkan harga yang lebih murah lho. Seperti promo GAMPAR yang saat ini sedang berlangsung di Gramedia.com.

Admin sudah menuliskan rekomendasi buku baru yang bisa kamu beli dari promo GAMPAR dengan klik gambar ini.

gamparKlik untuk Info dan Rekomendasi Buku Pilihan!

Grameds, jangan lupa pantengin terus Gramedia.com baik via website maupun media sosial untuk mendapatkan update terkini terkait promo-promo menggelegar dari Gramedia.com ya. 😁🎉

Stop beli buku bajakan, beli buku asli mulai sekarang!


Sumber foto header: Dok. Gramedia.com


Almira R. Natasya

Almira R. Natasya

Digital Content Officer Gramedia Digital

Enter your email below to join our newsletter