Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Memaknai Tanah Air dari Seberang Batas: Catatan Perjalanan Terbaru Agustinus Wibowo

Memaknai Tanah Air dari Seberang Batas: Catatan Perjalanan Terbaru Agustinus Wibowo

Selama ini, kita mungkin terbiasa melihat Indonesia dari dalam. Dari kota-kotanya, sejarahnya, hingga kehidupan masyarakatnya.

Namun, bagaimana jika Indonesia justru dilihat dari seberang batasnya? πŸ€·β€β™€οΈ

Pertanyaan sederhana itulah yang menjadi awal perjalanan Agustinus Wibowo dalam Indonesia dari Seberang Batas. Ia menelusuri berbagai tempat yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia, mulai dari wilayah perbatasan Papua Nugini hingga komunitas diaspora di Belanda.

Dari sana, muncul beragam kisah tentang identitas, sejarah, dan rasa memiliki terhadap sebuah tanah air. Alih-alih menjadi catatan perjalanan biasa, buku ini mengajak pembaca melihat Indonesia dari perspektif yang jarang ditemui.

Lantas, seperti apa potret Indonesia yang ditemukan Agustinus selama perjalanannya? Mari kita telusuri bersama dalam artikel ini! πŸ›«


Ketika Indonesia Hadir dalam Ingatan Orang-Orang di Seberang Batas

Perjalanan Agustinus dimulai di Papua Nugini, negara yang berbagi daratan dengan Papua.

Di sana, ia bertemu orang-orang yang mengenal Indonesia melalui berbagai cara. Ada yang melihatnya dari bendera yang berkibar di kejauhan, paspor yang memisahkan perjalanan hidup, kisah tentang aparat keamanan, hingga kerinduan terhadap kampung halaman yang berada di balik garis perbatasan.

Di wilayah ini, batas negara ternyata bukan sekadar garis di peta. Ia turut menjadi garis yang memisahkan keluarga, identitas, bahkan kenangan.

Bagi sebagian orang, Indonesia tak semata dipandang sebagai sebuah negara, melainkan juga rumah yang terasa begitu dekat sekaligus sulit dijangkau.

Perjalanan itu kemudian membawanya ke Belanda. Di negeri bekas pusat pemerintahan Hindia Belanda tersebut, Indonesia hadir dalam wujud yang sama sekali berbeda.

Ingatan tentang masa kolonial tersimpan dalam arsip, lagu-lagu lama, makam keluarga, foto-foto usang, hingga kisah diaspora yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di sana, Indonesia hidup sebagai kenangan yang terus dipelihara, meski jaraknya telah dipisahkan ribuan kilometer.


Baca juga: Masuk Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa, Mengapa Pagar Rumahku Berubah Warna Layak Kamu Baca?


Sebuah Perjalanan yang Mendengarkan Banyak Suara

Lewat Indonesia dari Seberang Batas, Agustinus Wibowo memilih menjadi pendengar. Ia merangkai percakapan dengan masyarakat perbatasan, komunitas diaspora, hingga mereka yang hidup di antara dua identitas.

indonesiaTemukan Bukunya di Sini!

Setiap perjumpaan membuka lapisan baru tentang arti menjadi bagian dari Indonesia. Mulai dari cerita tentang kehilangan, harapan, sejarah, hingga usaha mempertahankan rasa memiliki terhadap sebuah negeri.

Dari perjalanan tersebut, muncul satu pertanyaan yang terus bergema sepanjang buku ini.

Ketika sebuah bangsa dilihat dari tepinya, apa yang masih membuatnya terasa sebagai tanah air?

Pertanyaan itu mungkin tidak memiliki satu jawaban yang pasti. Namun, justru di situlah kekuatan buku ini. Pembaca diajak merenungkan sendiri bagaimana batas geografis, sejarah, dan ingatan membentuk makna sebuah negara.

kumpulanBaca Kisah Seru Lainnya di Sini!


Sebuah Buku yang Mengajak Melihat Indonesia dengan Cara Berbeda

Indonesia dari Seberang Batas menunjukkan bahwa sebuah negara tidak hanya dibentuk oleh wilayah administratif atau garis di peta. Sebuah bangsa juga hidup dalam ingatan, bahasa, pengalaman, dan kisah orang-orang yang pernah bersentuhan dengannya.

Berangkat dari sana, buku ini rasanya akan terasa relevan bagi siapa saja yang ingin memahami Indonesia dari sudut pandang yang lebih luas. Bukan hanya dari pusat kota atau halaman buku sejarah, tetapi juga dari suara-suara yang selama ini berada di pinggiran.

Pada akhirnya, Indonesia dari Seberang Batas mengingatkan bahwa perjalanan sering kali tidak memberikan jawaban yang mutlak.

Sebaliknya, perjalanan menghadirkan pertanyaan-pertanyaan baru yang membuat kita melihat negeri sendiri dengan cara yang lebih utuh.


Mengenal Agustinus Wibowo

Nama Agustinus Wibowo tentu sudah tidak asing bagi pembaca sastra perjalanan di Indonesia. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai penulis yang menjelajahi berbagai wilayah Asia dan mengangkat kisah-kisah manusia yang sering luput dari perhatian.

Agustinus merupakan generasi ketiga dari keluarga imigran Tionghoa. Kakeknya datang ke Lumajang pada dekade 1940-an dengan bahasa Hokkian, sementara Agustinus tumbuh menggunakan bahasa Indonesia dan Jawa. Latar belakang tersebut turut membentuk ketertarikannya pada tema identitas, rumah, dan perjalanan.

Lahir di Lumajang pada Agustus 1981, ia sempat menempuh pendidikan Ilmu Komputer di Universitas Tsinghua, Beijing. Namun, jalan hidupnya kemudian membawanya menjadi penulis sekaligus jurnalis perjalanan yang karyanya banyak mendapat apresiasi.

Beberapa buku yang pernah ia publikasikan antara lain Selimut Debu (2010), Garis Batas (2011), Titik Nol (2013), dan Jalan Panjang untuk Pulang (2021). Dalam karya-karyanya, perjalanan selalu menjadi pintu masuk untuk memahami manusia, sejarah, dan berbagai pertanyaan tentang identitas.


Lanjutkan Perjalananmu Memahami Indonesia Lewat Buku-Buku Ini!

Setelah membaca Indonesia dari Seberang Batas, mungkin kamu akan menyadari bahwa memahami Indonesia tidak cukup hanya dengan melihatnya dari satu sisi.

Masih ada banyak kisah tentang sejarah, identitas, politik, hingga pengalaman manusia yang ikut membentuk wajah bangsa ini.

Nah, kalau ingin memperluas perspektif tersebut, beberapa buku berikut bisa menjadi bacaan selanjutnya. πŸ“š

Nasib Publik dalam Republik – Ariel Heryanto

indonesiaTemukan Bukunya di Sini!

Bagaimana perjalanan Indonesia setelah Reformasi? Apakah kita benar-benar bergerak maju, atau justru mengulang pola yang pernah terjadi di masa lalu? Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi benang merah dalam Nasib Publik dalam Republik.

Lewat seratus kolom pilihannya, Ariel Heryanto mengajak pembaca melihat dinamika sosial dan politik Indonesia dengan sudut pandang yang kritis sekaligus mudah diikuti. Buku ini cocok untuk kamu yang ingin memahami berbagai perubahan yang membentuk Indonesia hingga hari ini.


Manusia Indonesia – Mochtar Lubis

indonesiaTemukan Bukunya di Sini!

Buku klasik karya Mochtar Lubis ini lahir dari pidato kebudayaan yang sempat memicu banyak perdebatan. Di dalamnya, ia mengulas sejumlah karakter masyarakat Indonesia yang menurutnya masih sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Meski ditulis puluhan tahun lalu, gagasan yang diangkat tetap menarik untuk dibaca. Dengan berbagai contoh yang dekat dengan realitas sosial, buku ini mengajak pembaca melihat kebiasaan, cara berpikir, hingga budaya masyarakat Indonesia secara lebih kritis.


Naar de Republiek Indonesia: Menuju Republik Indonesia – Tan Malaka

indonesiaTemukan Bukunya di Sini!

Jauh sebelum Indonesia merdeka, Tan Malaka sudah membayangkan seperti apa bentuk republik yang ingin dibangun. Lewat buku ini, ia menuangkan gagasan tentang kemerdekaan, hak politik, hingga kesejahteraan rakyat dalam sebuah visi yang melampaui zamannya.

Lebih dari dokumen sejarah, Naar de Republiek Indonesia memperlihatkan bagaimana cita-cita Indonesia dirancang sejak awal. Tak heran jika buku ini masih relevan untuk memahami akar pemikiran tentang bangsa dan negara hingga sekarang.


Tanah Air yang Hilang – Martin Aleida

β€œMereka sudah menjadi warga negara lain, tetapi Indonesia tetaplah tanah air mereka.”

indonesiaTemukan Bukunya di Sini!

Bagaimana rasanya kehilangan tanah air, tetapi tidak pernah kehilangan rasa memiliki terhadapnya? Pertanyaan itu dijawab melalui kisah 19 orang Indonesia yang hidup di pengasingan setelah peristiwa politik 1965.

Lewat cerita-cerita yang penuh emosi, Martin Aleida memperlihatkan bahwa Indonesia juga hidup dalam ingatan mereka yang terpisah oleh jarak, waktu, dan sejarah. Tema ini terasa selaras dengan Indonesia dari Seberang Batas, yang sama-sama mengangkat makna rumah dan identitas.


What It Takes: Asia Tenggara, Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global – Gita Wirjawan

indonesiaTemukan Bukunya di Sini!

Kalau buku sebelumnya mengajak melihat Indonesia, buku karya Gita Wirjawan memperluas pandangan ke kawasan Asia Tenggara. Ia membahas bagaimana negara-negara di kawasan ini menghadapi tantangan modernisasi sekaligus peluang untuk mengambil peran yang lebih besar di tingkat global.

Disusun dari berbagai dialog dengan akademisi, praktisi, dan tokoh dunia, buku ini menawarkan perspektif yang lebih luas mengenai posisi Indonesia di tengah perkembangan kawasan dan dunia. Cocok untuk kamu yang ingin memahami Indonesia dalam konteks yang lebih besar.


Saatnya Melihat Indonesia dari Seberang Batas!

Setiap perjalanan selalu menawarkan cara baru untuk memahami sebuah tempat. Lewat Indonesia dari Seberang Batas, Agustinus Wibowo mengajak kita melihat Indonesia dari sudut pandang yang jarang disorot, mulai dari wilayah perbatasan hingga jejak-jejak yang tersimpan dalam ingatan para diaspora. 🏝🌠

Kini, Indonesia dari Seberang Batas sudah bisa kamu dapatkan melalui pre-order di Gramedia.com.

Selama periode pre-order berlangsung, kamu juga berkesempatan mendapatkan bonus tanda tangan eksklusif dari Agustinus Wibowo, membuat karya ini menjadi koleksi yang semakin istimewa.

indonesiaTemukan Promonya di Sini!

Wal akhir, semoga buku ini membuka perspektif baru tentang Indonesia dan membuatmu semakin mengenal negeri ini dari berbagai sisi.

Selamat membaca, Grameds! πŸ€—


Baca juga: Menyindir Tanpa Menggurui: Rahasia Satire Tajam A.A. Navis yang Tak Usang Dimakan Zaman


✨Oh iya, jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ‡

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Enter your email below to join our newsletter