Novel Terbaru Boy Candra, ‘Jagal Harimau’ Ajak Pembaca Menyusuri Rimba Sumatra dan Rahasia Perburuan Harimau!
“Bahaya-bahaya dan segala keindahan kadang berada dalam satu tubuh. Alam raya telah memberi banyak tanda, tidakkah manusia memperhatikannya?”
Grameds, penulis kawakan Boy Candra kembali menyapa pembaca lewat novel terbarunya, Jagal Harimau. 🐯🌿
Kali ini, ia mengajak kita menyusuri pedalaman Sumatra Barat dan mengenal sebuah keluarga yang telah mewariskan tradisi berburu harimau selama beberapa generasi.
Dibalut nuansa thriller dan survival, kisah ini membawa pembaca mengikuti perburuan satwa liar yang menyimpan berbagai rahasia, dilema, dan ancaman.
Di tengah desakan kebutuhan hidup dan tradisi keluarga, muncul pula pertentangan antara naluri bertahan hidup dan rasa kemanusiaan.
Lantas, bagaimana perjalanan para tokohnya di tengah belantara Sumatra? Yuk, kenali lebih jauh novel Jagal Harimau dalam artikel ini, Grameds! 🚀
Sinopsis Jagal Harimau
“Beberapa rahasia sengaja terus disimpan agar ia tidak meledak dan menghancurkan kehidupan. Beberapa rahasia tidak pernah dibuka lebar agar kehidupan terus berjalan.”
Di sebuah kampung di pedalaman Sumatra Barat, terdapat keluarga yang selama beberapa generasi dikenal sebagai pemburu harimau.
Datuk Manggalo mewariskan keahlian berburu kepada anaknya, Midun, lelaki yang disegani karena keberaniannya menembus rimba dan menghadapi binatang buas.
Bagi keluarga mereka, berburu telah menjadi bagian dari kehidupan sekaligus cara bertahan di tengah kemiskinan. Namun, Asang, keponakan Midun yang tumbuh dekat dengannya, memiliki pandangan berbeda terhadap harimau.
Sejak pertama kali melihat lukisan harimau, Asang sudah jatuh hati pada binatang belang tersebut. Kekagumannya semakin besar ketika suatu hari ia berhadapan langsung dengan seekor harimau betina dan kedua anaknya di dalam hutan.
Tatapan singkat dengan salah satu anak harimau meninggalkan kesan mendalam hingga terus hadir dalam mimpi-mimpinya.
Di sisi lain, Midun kembali menjalankan perannya sebagai pemburu. Kali ini, ia mendapat pesanan untuk menangkap anak harimau hidup-hidup dengan imbalan uang dan emas.
Tawaran tersebut mempertemukan kebutuhan hidup, naluri berburu, dan berbagai konsekuensi yang mulai membayangi langkahnya.
Midun memang memahami cara membaca jejak dan menghadapi bahaya di hutan. Namun, semakin jauh ia mengikuti buruannya, semakin rumit pula batas antara manusia yang berburu dan satwa yang berjuang mempertahankan keluarganya.
Ketika kematian mulai menghantui kampung dan ketakutan kembali mendorong warga untuk memburu harimau, Asang dihadapkan pada pilihan besar.
Ia harus menentukan apakah akan meneruskan warisan keluarga atau mengikuti suara hati yang selama ini memanggilnya dari dalam rimba.
Baca juga: Lampuki dan Tanah Surga Merah: Novel Arafat Nur yang Kaya Akan Konflik hingga Pergulatan Politik
Menjelajahi Kisah dan Konflik dalam Jagal Harimau
“Manusia dan harimau sama-sama berburu. Di kehidupan yang miskin, kematian dan rezeki datang pada siapa yang lebih berani.”
Melalui Jagal Harimau, Boy Candra mempertemukan dua kehidupan yang sama-sama berjuang untuk bertahan.
Di satu sisi, ada manusia yang bergantung pada perburuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di sisi lain, ada harimau yang berusaha melindungi keluarga dan mempertahankan habitatnya.
Pertentangan ini membawa kita melihat lebih dekat persoalan perdagangan dan eksploitasi satwa liar. Harimau yang seharusnya hidup bebas di habitatnya justru diperlakukan sebagai komoditas bernilai tinggi.
Situasi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kepentingan ekonomi dapat membawa manusia pada tindakan yang mengancam kehidupan satwa.
Konflik semakin menarik melalui hubungan Midun dan Asang. Meski tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sama, keduanya ternyata memiliki cara pandang berbeda terhadap tradisi berburu.
Jika Midun melihat tradisi itu sebagai warisan sekaligus jalan bertahan hidup; Asang, sebagai generasi yang lebih muda, justru mulai menemukan alasan untuk mempertanyakan kebiasaan tersebut.
Hubungan emosional Asang dengan seekor anak harimau menjadi titik penting yang perlahan mengubah cara pandangnya.
Selain konflik moral dan ketegangan perburuan, kekuatan novel ini juga terletak pada latar Sumatra Barat yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Dari sana, kita diajak mengenal suasana kampung, ladang kopi, sungai, kebun karet, tradisi berburu, kuliner, hingga penggunaan bahasa lokal yang memperkaya atmosfer cerita. Berbagai elemen tersebut berpadu dengan adegan pengejaran dan konfrontasi manusia dengan satwa liar.
Di balik ketegangan ala thriller-survival, Jagal Harimau turut menyimpan tema keluarga, kasih sayang, kehilangan, serta konsekuensi dari pilihan yang diwariskan antargenerasi.
Perjalanan Asang dan Midun kemudian membawa kita pada konflik yang lebih luas tentang hubungan manusia dengan alam. Mengitari tuntunan tradisi yang perlu dipertahankan, juga kebiasaan yang perlu dipertanyakan kembali. Terlebih, ketika warisan tersebut bersinggungan dengan kehidupan makhluk lain.
Jagal Harimau Sudah Bisa Kamu Pesan!
Sudah penasaran dengan kelanjutan perburuan di rimba Sumatra Barat? Kamu bisa langsung mengikuti kisah Asang, Midun, dan harimau melalui novel terbaru Boy Candra, Jagal Harimau yang sudah bisa kamu dapatkan melalui program Special Offer yang sedang berjalan.
Dengan harga Rp98.000, kamu juga berkesempatan mendapatkan bonus berupa coaster atau tatakan gelas bila melakukan pembelian selama periodenya berlaku.
So, bila kamu tertarik, jangan sampai lewatkan kesempatan untuk membawa pulang novel terbaru Boy Candra ini ya, Grameds!
Koleksi Buku Lainnya dari Boy Candra!
Masih ingin menjelajahi cerita-cerita karya Boy Candra? Selain Jagal Harimau, ada beberapa novel dan buku lainnya yang bisa menemani waktu bacamu, Grameds.
Masing-masing bukunya tentu akan menghadirkan kisah dengan tema dan sudut pandang yang berbeda. Yuk, intip beberapa rekomendasinya berikut ini! 📚
Dongeng Kucing
Lewat Dongeng Kucing, Boy Candra mengajak pembaca mengikuti petualangan sekumpulan hewan yang harus bertahan hidup di tengah kerasnya dunia manusia.
Cerita berpusat pada Bobin dan Kiti Pengkor, sepasang anak kucing kembar yang kehilangan ibu mereka.
Setelah tempat tinggalnya dihancurkan manusia, keduanya ditangkap dan dijual ke toko hewan hingga akhirnya terpisah.
Bobin kemudian dibeli oleh seorang manusia asing yang tinggal di dekat hutan. Namun, ia segera menyadari bahwa rumah barunya menyimpan bahaya mengerikan.
Bersama seekor kucing tua, Bobin merencanakan pelarian sekaligus memulai perjalanan untuk menemukan kembali adiknya.
Tulus untuk Orang yang Salah
Buku ini mengangkat kisah tentang hubungan sepihak, cinta yang tidak berbalas, dan proses menerima kenyataan.
Melalui rangkaian tulisan reflektif, Boy Candra mengajak kita menyelami perasaan seseorang yang terus bertahan, memberi ruang, dan berusaha mempertahankan hubungan meski berkali-kali terluka.
“Hingga akhirnya aku sadar, aku tulus pada orang yang salah. Aku mencintai sepanjang rasa kalah. Aku tidak pernah benar-benar berharga untukmu.”
Ikhlas Penuh Luka
Kehilangan sang ibu membuat Basri terjebak dalam penyesalan, sementara ayahnya tenggelam dalam kehampaan.
Kesibukan dan ambisi yang selama ini dikejar terasa begitu kecil ketika kebersamaan keluarga yang berharga telah hilang.
Di pemakaman, Basri bertemu Genia, seorang perempuan yang menyimpan luka serupa. Percakapan mereka perlahan membuka jalan menuju keikhlasan dan pemahaman baru tentang kehilangan.
Namun, ketika masa lalu kembali menghampiri, Basri harus menentukan apakah ia siap berdamai atau terus hidup dalam bayang-bayang kenangan.
Bertemu di Temaram
Bertemu di Temaram menghadirkan kumpulan puisi tentang kerinduan, jarak, dan perasaan yang terkadang sulit disampaikan kepada orang lain.
Melalui pilihan kata yang intim dan reflektif, Boy Candra menggambarkan seseorang yang menyimpan badai dalam dirinya, berusaha memberi tanda, sekaligus berharap ada orang yang bersedia memahami dan menghampirinya.
Buku ini cocok untuk kamu yang menyukai puisi-puisi tentang pergulatan batin dan hubungan antarmanusia.
Cinta Paling Rumit
Hidup sering kali menghadirkan berbagai hal yang membuat perasaan berantakan. Rencana yang gagal, hubungan yang kandas, kepercayaan yang dikhianati, hingga kabar sederhana di media sosial bisa meninggalkan luka tersendiri.
Melalui Cinta Paling Rumit, Boy Candra merangkai cerita-cerita tentang perasaan yang saling bertabrakan, harapan yang terus dipertahankan, dan usaha untuk tetap bertahan di tengah kegamangan.
Sudah Siap untuk Menjelajahi Rimba, Grameds?
Melalui Jagal Harimau, Boy Candra mengajak kita mengikuti perjalanan Asang dan Midun sekaligus menyelami konflik manusia dengan alam yang ternyata penuh akan dilema.
Well, kisah yang penuh akan perburuan, rahasia keluarga, dan kehidupan liar di pedalaman Sumatra Barat ini juga sudah menanti untuk kamu telusuri.
Kalau kamu tertarik, catat tanggalnya ya, Grameds! Special Offer Jagal Harimau akan berlangsung selama tanggal 1–12 November 2026 saja.
Jadi, jangan sampai kamu melewatkan kesempatan untuk mendapatkan novel terbaru Boy Candra beserta bonus spesialnya ya! 📗🐯
Baca juga: Menatap Indonesia dari Suara Pinggiran: Tiga Buku Nominasi Penghargaan Sastra yang Layak Dibaca
✨ Oh iya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial dari Gramedia! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat dan bermakna! ⤵️
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Promonya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!