Bangkrut & Pindah ke Apartemen Sempit: Pelajaran Menjadi Dewasa di 'Rumah Sunrye'
Grameds, menjadi dewasa ternyata tidak datang bersama buku panduan.
Tidak ada pagi ketika kita membuka mata, melihat kalender, lalu sebuah notifikasi muncul di kepala: “Selamat! Usiamu bertambah. Fitur dewasa telah berhasil diaktifkan.” 🎉
Sayangnya, hidup tidak bekerja seperti itu. Kita tetap harus meraba-raba sendiri cara mengurus hidup dan bertahan saat ekspektasi bertabrakan dengan realita. Umur memang terus bertambah, tetapi kemampuan menjalani hidup tidak selalu ikut mendapat update otomatis.
Jadi, siapa sebenarnya yang mengajarkan kita cara menjadi dewasa?
Pertanyaan itulah yang diurai dalam novel Rumah Sunrye karya Yoo Eun-sil. Bukan lewat ruang kelas atau ujian tertulis, melainkan lewat kehidupan yang datang membawa pelajarannya sendiri.
Dan percayalah, kelas kedewasaan bagi keluarga Su-rim ini jauh dari kata tenang. 👀🏠
Saat Hidup Memaksa Mulai dari Nol Lagi 🌬️
Keluarga Su-rim pernah hidup sangat nyaman. Mereka tinggal di apartemen mewah dan terbiasa menikmati segalanya tanpa perlu memikirkan proses di baliknya. Lalu, dalam sekejap, situasi berbalik total: keluarga Su-rim mendadak bangkrut.
Kenyamanan menghilang, dan alamat mereka pun berganti ke sebuah apartemen sempit bernama Rumah Sunrye.
Masalahnya, kepindahan ini sangat menguji gengsi. Dulu, keluarga Su-rim selalu memandang rendah Rumah Sunrye, lingkungannya, bahkan pemiliknya—Nenek Sun-rye, yang tak lain adalah mantan pacar almarhum kakek Su-rim.
Namun, mengemas barang ternyata baru permulaan dari drama sesungguhnya:
- Sang ibu sama sekali tidak tahu cara bersikap sopan pada orang lain.
- Sang ayah terlalu terbiasa menjadi benalu dan bergantung pada orang lain.
- Kakak perempuan Su-rim yang sudah berusia 17 tahun bahkan belum bisa memasak mie instan sendiri.
Di Rumah Sunrye, dimulailah perjuangan Nenek Sun-rye dan para penghuni lainnya untuk "melatih" keluarga Su-rim agar bisa bertahan hidup di dunia nyata. Sebuah kenyataan pahit yang harus mereka telan: bertambah umur tidak otomatis membuat seseorang tahu cara menjadi manusia dewasa.
Baca juga: ‘The Book of’ Trilogi Karya Lala Bohang: Monolog Sunyi dalam Balutan Cover Baru
Bukan Sekadar Rumah, Cara Pandang Ikut Berubah di Dalamnya
Ada alasan mengapa Rumah Sunrye terasa jauh lebih penting daripada sekadar alamat baru bagi keluarga Su-rim.
Di balik cerita keluarga yang kacau dan berbagai kekonyolan kehidupan sehari-hari, Rumah Sunrye juga membuka persoalan yang lebih besar, mulai dari isu materialisme dan kesenjangan kehidupan hingga kebiasaan manusia menilai orang lain berdasarkan tempat tinggal dan apa yang mereka miliki.
Keluarga Su-rim datang membawa prasangka tentang siapa yang layak dihormati dan siapa yang pantas dipandang rendah. Namun, takdir justru melempar mereka tepat ke tengah kehidupan warga sederhana yang dulu mereka sepelekan.
Di sinilah Rumah Sunrye berubah fungsi. Bukan lagi sekadar bangunan fisik, melainkan tempat keluarga Su-rim belajar cara bertahan hidup sekaligus belajar memanusiakan manusia.
Menariknya, perjalanan penuh kehangatan ini kini sudah resmi hadir dalam edisi terjemahan Indonesia.
Visual cover-nya menampilkan sudut bangunan apartemen khas perkotaan di bawah langit malam yang syahdu—seolah mengundang kita untuk mengetuk pintunya dan ikut mengintip kisah seru di dalamnya.
👉 Miliki Novel 'Rumah Sunrye' di Sini 🛒✨:
Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!
Yoo Eun-sil dan Seni Membuat Realita Terasa Hangat ✍️
Di balik kisah keluarga Su-rim, ada Yoo Eun-sil, seorang penulis buku anak dan remaja yang piawai memotret kenyataan hidup tanpa kehilangan sentuhan hangatnya.
Karya-karyanya telah diakui lewat berbagai penghargaan bergengsi, seperti Korean Children’s Book Award untuk Boys of Flags All Nations, Kwon Jeong-sang Literature Award untuk A Suburban Town, serta masuk dalam 2010 IBBY Honour List untuk Truly, I’m Not Okay.
Dalam sebuah wawancara, Yoo mengungkapkan bahwa kepeduliannya pada tokoh-tokoh yang rentan berangkat dari keyakinan bahwa sastra harus berpihak pada mereka yang lemah. Pengalaman tumbuh di pinggiran kota turut membentuk kepekaannya terhadap cerita orang-orang biasa yang jarang mendapat sorotan.
Dari sanalah lahir gaya penulisan khas yang ia sebut “happy-sad”. Realitas boleh saja pahit, tetapi cerita tidak boleh membuat pembaca tenggelam dalam keputusasaan. Selalu ada humor untuk mencairkan suasana, kehangatan di tengah masalah, dan ruang untuk tersenyum sebelum cerita mengingatkan bahwa hidup memang tidak selalu mudah.
Itulah yang membuat Rumah Sunrye terasa begitu jujur, relevan, dan manusiawi. ✨
Baca juga: Semakin Dilarang, Semakin Penasaran: Ada Apa di Balik Quicksilver?
Tidak Ada yang Benar-Benar Lulus dari Kelas Menjadi Dewasa 🌱
Bertambah usia tidak selalu berarti kita langsung tahu cara menjalani hidup, Grameds.
Sering kali kita merasa sudah cukup siap menghadapi dunia, lalu masalah sederhana datang dan membuat kita tertegun: “Sebentar... kok aku belum tahu cara melewatinya, ya?” 😭
Lewat keluarga Su-rim, Rumah Sunrye mengingatkan bahwa menjadi dewasa bukan tentang memiliki semua jawaban.
Ada saat ketika hidup berubah, kenyamanan hilang, rencana berantakan, dan satu-satunya pilihan adalah mulai belajar. Belajar mengurus diri, memperlakukan orang lain, menghadapi keterbatasan dan belajar menerima bahwa kita belum tahu semuanya.
Sebab, kedewasaan bukanlah sebuah garis finish yang berhasil kita capai, melainkan keberanian untuk terus belajar saat hidup membuktikan bahwa kita belum sepenuhnya siap.
Umur akan terus bertambah setiap tahun. Sementara menjadi dewasa? Sepertinya, kita semua masih mengerjakan tugasnya sambil berjalan. 👣✨
Rindu Suasana Rumah Sunrey? Singgah Dulu Di Lima Buku Ini 📚
Keluarga Su-rim mungkin sedang belajar menjadi dewasa di Rumah Sunrye. Namun, perjalanan mencari arah hidup tidak berhenti di sana.
Kalau Grameds menyukai cerita yang menghadirkan kehidupan sehari-hari dengan karakter unik, kehangatan, dan sedikit pelajaran hidup yang menyelinap tanpa banyak ceramah, lima buku ini bisa jadi masuk ke daftar bacaan berikutnya!
Yuk, intip beberapa rekomendasinya:
Toko Manisan Ajaib Amberglow — Hiyoko Kurisu
Di sebuah toko manisan bernama Amberglow, permen dan camilan ternyata menyimpan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa manis. Pertemuan dengan toko ajaib ini membawa para pengunjungnya pada pengalaman yang perlahan membuka kembali perasaan dan persoalan dalam hidup mereka.
Cocok untuk pembaca yang menyukai cerita hangat, sedikit magis, dan penuh kejutan kecil yang terasa seperti pelukan dalam bentuk buku.
Teka-Teki Toilet Aneh — Seol Jae In
Ketika hal yang paling biasa seperti toilet mulai menyimpan teka-teki yang tidak biasa, berbagai kejadian aneh pun ikut membuka cerita yang lebih besar. Bersama karakter-karakternya, kamu diajak mengikuti misteri yang dibalut dengan imajinasi dan humor.
Cocok untuk pembaca yang suka cerita unik, absurd, penuh rasa penasaran, dan ingin mencoba kisah yang sedikit keluar dari jalur biasa.
Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) — Murata Sayaka
Keiko Furukura telah bekerja di sebuah minimarket selama bertahun-tahun. Ketika orang-orang di sekitarnya mulai mempertanyakan pilihan hidupnya, Keiko harus menghadapi satu pertanyaan besar: apakah hidup harus dijalani sesuai aturan yang dianggap normal oleh orang lain?
Cocok untuk kamu yang suka cerita tajam, unik, dan membuat kita mempertanyakan siapa sebenarnya yang menentukan definisi hidup “normal”.
What You are Looking for is in the Library — Michiko Aoyama
Lima orang datang ke perpustakaan dengan persoalan hidup yang berbeda. Di sana, Sayuri Komachi, seorang pustakawan, memberikan rekomendasi buku yang perlahan membawa masing-masing dari mereka untuk melihat perspektif yang berbeda.
Cocok untuk pembaca yang sedang mencari bacaan hangat, reflektif, dan penuh pengingat kecil bahwa hidup selalu menyimpan kemungkinan baru.
The Kamogawa Food Detectives — Hisashi Kashiwai
Nagare Kamogawa dan putrinya, Koishi, menjalankan sebuah restoran kecil sekaligus jasa detektif yang tidak biasa. Mereka membantu para pelanggan menemukan kembali makanan yang pernah mereka makan, tetapi tidak pernah bisa mereka lupakan.
Cocok untuk kamu yang menyukai cerita slice of life, makanan, misteri ringan, dan kisah-kisah hangat yang pelan-pelan menyentuh hati.
Cerita Mana yang Kamu Ajak Pulang Hari Ini? 🛒✨
Setelah bertamu ke keluarga Su-rim di Rumah Sunrye, menemani Keiko di minimarket, hingga merajut kenangan lewat makanan, satu hal jadi semakin jelas: setiap cerita selalu punya cara unik untuk membawa kita melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda.
Dan kalau daftar bacaanmu mulai bertambah setelah membaca rekomendasi di atas, bisa jadi ini jadi waktu yang tepat untuk memilih cerita berikutnya!📚
Spesial dalam promo Fresh Reads Fresh Ideas kamu bisa menikmati diskon 20% untuk novel dan buku nonfiksi pilihan terbitan Elex Media Komputindo, BIP, dan m&C! Berlaku 27 Agustus hingga 9 September 2026! ✨
Buku baru, cerita baru, dan tentu saja sudut pandang baru. Tinggal pilih mana yang ingin kamu bawa pulang lebih dulu 😍
Promonya cuma sebentar, tapi hangat ceritanya bakal nemenin kamu selamanya. Amankan bacaan barumu di sini ✨🛒
✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Promonya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!