Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Apa Itu Toxic Relationship? Ini Tanda-tandanya yang Perlu Diwaspadai!

Apa Itu Toxic Relationship? Ini Tanda-tandanya yang Perlu Diwaspadai!

Sebuah hubungan relasi yang terjalin sangat personal atau disebut juga dengan pacaran, pastinya tidak akan selalu berjalan indah seperti yang diharapkan. Dalam suatu hubungan kadang kala kita pasti pernah mengalami pasang surut dan pertengkaran.

Sebenarnya, hal ini sangat wajar, apabila pertengkaran tersebut nantinya akan menemukan jalan keluar dan mampu diselesaikan dengan cara yang baik. Namun hal itu menjadi tidak wajar, ketika salah satu pihak merasakan perasaan tidak nyaman bahkan sampai mengalami kekerasan di dalamnya. Jika pertengkaran tersebut menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi salah satu pihak, maka besar kemungkinan pasangan tersebut sedang berada dalam sebuah hubungan beracun atau yang sering disebut dengan toxic relationship.

Apa Itu Toxic Relationship?

Dilansir dari alodokter.com, toxic relationship adalah sebuah istilah untuk menggambarkan suatu hubungan tidak sehat antar manusia yang dapat berdampak buruk bagi keadaan fisik maupun mental seseorang. Hubungan ini terjadi dikarenakan adanya suatu dominasi dari salah satu pihak, sehingga pihak lain merasa tertekan dan merasa tidak nyaman.

Nah, dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hubungan beracun atau toxic relationship tidak hanya terjadi pada pasangan saja, tetapi juga bisa terjadi pada hubungan pertemanan atau bahkan keluarga. Istilah toxic relationship itu sendiri pertama kali diciptakan oleh seorang ahli komunikasi dan psikologi bernama Dr. Lilian Glass dalam bukunya yang berjudul Toxic People: 10 Ways of Dealing with People Who Make Your Life Miserable.

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, lho, Grameds! Jika dibiarkan terus-menerus maka hal ini akan berdampak buruk, tidak hanya pada kesehatan mentalmu saja, namun juga untuk kesehatan fisik kamu di masa yang akan datang. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui dan mengenali tanda-tanda apa saja yang bisa kita temukan jika kita berada dalam hubungan beracun tersebut. Hal ini penting dilakukan agar kita dapat segera mengambil keputusan yang tepat jika hal itu terjadi pada hubungan kita.

Dilansir dari alodokter.com, ada enam tanda toxic relationship yang bisa kita temukan jika kita berada di dalamnya, antara lain:

6 Tanda Toxic Relationship

1. Selalu Dikontrol oleh Pasangan

Tanda yang paling terlihat jelas dari toxic relationship adalah ketika salah satu pihak selalu mengontrol pihak lainnya. Apa pun yang kamu lakukan semuanya harus berdasarkan perintah atau persetujuan dari dia atau pihak lainnya, meskipun mungkin saat itu keinginanmu tidak sejalan dengan apa yang ia minta.

Dia juga mungkin akan mengutarakan kalimat-kalimat yang membuat kamu mau tidak mau harus menuruti kemauannya, misalnya “Aku bersikap seperti ini karena aku sayang sama kamu.” Jika kamu tidak menurutinya, kemungkinan besar ia akan menuding kamu tidak menyayanginya. Hal inilah yang kemudian membuatmu mau tidak mau untuk mengikuti segala keinginannya.

tanda-tanda
Tanda-tanda Toxic Relationship (Sumber Gambar: pexels.com/@keira-burton)

2. Sulit untuk Menjadi Diri Sendiri

Karena kamu terlalu sering dikontrol dan dikendalikan oleh pihak lain, kamu jadi tidak bisa bertindak seperti apa yang kamu inginkan. Segala tindakan dan sikap yang kamu lakukan, kebanyakan merupakan akibat dari perintah atau permintaan yang ia inginkan. Bahkan, untuk sekadar berpendapat saja kamu bisa sampai berpikir berkali-kali karena takut apa yang kamu ucapkan tersebut nantinya malah akan menjadi kesalahan di mata dia.

3. Tidak Mendapat Dukungan

Dasar hubungan yang sehat adalah keinginan bersama untuk melihat pasangannya berhasil di semua bidang kehidupan. Jika pasangan kamu justru melihat setiap pencapaian sebagai kompetisi, artinya keadaannya sudah berubah menjadi toxic. Ketika semuanya menjadi kompetisi, kamu pasti merasa tidak didukung oleh pasangan ketika ingin mencapai hal tertentu.

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang selalu memberi dukungan satu sama lain dan ingin melihat pasangannya berhasil dalam segala hal. Namun pada toxic relationship, setiap pencapaian yang diperoleh tersebut malah akan dianggap menjadi sebuah kompetisi oleh pihak lainnya.

Alih-alih merasa bangga dan mendapat dukungan serta apresiasi, kamu malah mendapatkan perkataan kasar dan kritik yang tidak perlu, serta tidak bermanfaat darinya yang malah akan menghambat kesuksesanmu.

tanda-tanda
Tanda-tanda Toxic Relationship (Sumber Gambar: pexels.com/@rodnae-prod)

4. Selalu Dicurigai dan Dikekang

Rasa cemburu dalam hubungan antar pasangan sebenarnya merupakan reaksi yang normal sebagai salah satu bentuk kepedulian. Namun, hubungan akan menjadi toxic ketika rasa cemburu tersebut berubah menjadi berlebihan dan terus menerus terjadi tanpa alasan yang jelas, bahkan sampai mengganggu kehidupan serta hubunganmu dengan teman atau kerabat dekat lainnya.

5. Sering Dibohongi

Kejujuran merupakan salah satu pondasi untuk membentuk hubungan yang sehat. Namun, jika pasangan kamu sering berbohong dan menutupi banyak hal untuk menghindari pasangan, itu tandanya saat ini kamu sedang berada dalam toxic relationship. Sikap ini biasanya dipicu oleh perilaku pasangan yang suka mengontrol sehingga kamu tidak punya ruang tersendiri.

6. Menerima Kekerasan Fisik

Selain kekerasan verbal, suatu hubungan dikatakan toxic jika sudah ada kekerasan fisik di dalamnya. Pasangan yang tidak sehat secara emosional sering kali akan “main tangan” jika terjadi perselisihan dalam hubungan. Akibatnya, hal itu tidak hanya akan merusak kesehatan fisiknya, namun juga kesehatan mentalnya. Tapi apa pun itu konfliknya, mau besar ataupun kecil, kekerasan fisik tidak bisa dibenarkan!

tanda-tanda
Tanda-tanda Toxic Relationship (Sumber Gambar: pexels.com/@alex-green)

Nah, itulah tanda-tanda toxic relationship yang bisa kamu temukan jika kamu sedang berada dalam hubungan beracun tersebut. Jika salah satu tanda tersebut benar-benar terjadi pada hubunganmu, segera ambil keputusan yang tepat agar tidak memberikan dampak yang buruk untuk dirimu dan pasangan.

Untuk keluar dari toxic relationship tersebut memanglah tidak mudah. Bahkan untuk keluar dari hubungan tersebut kita pastinya membutuhkan beberapa cara serta keputusan yang tepat, karena kalau hanya memutuskan hubungan tersebut hanya demi keluar namun tanpa adanya suatu penyelesaian yang baik, maka hal itu bukanlah solusi yang terbaik. Maka dari itu, Admin merekomendasikan beberapa buku yang akan membantumu untuk mencari jalan keluar dan mengambil keputusan yang tepat untuk keluar dari hubungan beracunmu itu.

Rekomendasi Buku untuk Keluar dan Terhindar dari Toxic Relationship

1. A Handbook for Toxic Relationship

Setiap hubungan pasti pernah mengalami pasang surut dan pertengkaran. Hanya saja dalam hubungan toxic, keadaan tersebut sifatnya tidak menyenangkan, sehingga begitu banyak menguras energi serta merusak fisik, mental, dan emosi.

rekomendasiBaca dan Pelajari Sekarang!

Melalui buku ini, penulis berharap bisa meningkatkan awareness untuk mengenali bentuk dari hubungan menyakitkan yang sedang atau pernah dijalani. Buku ini sendiri akan membahas mengenai jenis-jenis hubungan, baik yang sehat maupun yang toxic, jenis-jenis toxic people yang umum dan mungkin ada di sekitar kita, serta cara-cara untuk berdamai dengan diri sendiri setelah seseorang melepaskan diri dari sebuah hubungan toxic.

2. Book of Toxic Relationship

Buku ini akan memberikan arahan yang lebih besar untuk kehidupan, serta membuka mata kamu terhadap hubungan yang pernah kamu jalani atau sedang dijalani. Selain itu, buku ini juga akan membantu kehidupan pribadimu akan menjadi lebih baik, karena wawasanmu tentang hubungan yang beracun atau toxic relationship bertambah.

rekomendasiBaca dan Pelajari Sekarang!

Buku ini disusun untuk membantu kamu untuk menjadi orang yang lebih baik dan tidak beracun bagi orang lain atau bagi diri sendiri. Dengan mempelajari cara menangani orang negatif dan menjadi lebih bebas stres dan komunikatif, kamu akan mampu mengembangkan hubungan pribadi dan sosial yang lebih kaya dan lebih produktif.

Ketika harga diri kamu meningkat, maka kamu akan menjadi lebih bahagia, lebih mencintai, dan lebih menyenangkan. Dengan membekali diri untuk menangani tekanan orang-orang beracun, kamu juga akan menjadi lebih bebas dan lebih kreatif.

3. Toxic Relationship Free: Ketika Hubungan Meracuni Masa Depan, Apa yang Harus Dilakukan?

Kamu pasti sering bertanya-tanya, apa penyebab seseorang jadi toxic dan bagaimana keluar dari situasi ini? Apakah putus adalah satu-satunya solusi terbaik untuk keluar dari toxic relationship?

Nah, melalui buku ini semuanya akan diulas tidak hanya dari perspektif penulis, tapi juga dari cerita nyata oleh lebih dari 30 toxic relationship survivors yang berpartisipasi dan mengirimkan cerita mereka ke media sosial penulis. Penulis juga akan mengulas perilaku apa saja yang sering ditunjukkan oleh mereka yang ada dalam hubungan toxic, serta tujuh mindset salah kaprah yang sering dibawa masuk ke dalam suatu hubungan, yang malah membuat risiko terjadinya toxic relationship menjadi lebih besar.

rekomendasiBaca dan Pelajari Sekarang!

Buku ini juga dilengkapi dengan lembar self-assessment yang akan membantumu dalam menilai kondisi hubunganmu sendiri. Di bagian akhir, kamu juga akan diajak untuk melihat bagaimana cara untuk kembali fokus pada apa yang jadi tujuan hidupmu dan bagaimana membangun masa depan. Penulis percaya, cinta itu seharusnya mudah, sangat bisa dinikmati, menginspirasi, dan membangun masa depan.


Baca juga: Baca Buku Ini Saat Kamu Lupa Bahagia


Nah, itulah beberapa buku yang dapat Admin rekomendasikan untuk membantumu keluar dan terhindar dari segala jenis hubungan toxic. Yuk, segera koleksi dan baca buku-buku di atas dengan harga yang lebih hemat hanya di Gramedia.com.

Supaya kegiatan belanjamu menjadi lebih maksimal, jangan lupa cek semua diskon dan promo spesial di bawah ini ya!

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber foto header: pexels.com/@yankrukov

Penulis: Ikha Destryani


Enter your email below to join our newsletter