8 Teman Hantu Risa Saraswati yang Kisahnya Dibukukan

. 4 min read

Grameds, pasti sudah tidak asing lagi kan dengan penulis asal Bandung bernama Risa Saraswati? Risa Saraswati adalah penulis novel horor terkenal. Gerbang Dialog Danur menjadi buku pertamanya yang langsung mendapat pujian dan sukses diadaptasi menjadi film.

Danur menceritakan kehidupan Risa Saraswati yang memiliki kelebihan khusus, karena dia dapat melihat teman-teman dari dunia lain. Di buku tersebut, Risa memperkenalkan lima sahabat yang dikenalnya dari dunia lain. Mereka merupakan anak-anak keturunan Belanda bernama Peter, Hans, William, Hendrick, dan Janshen.

Sukses berkisah tentang Peter dan kawan-kawan, Risa tidak berhenti menulis. Dia terus menulis berbagai novel misteri dan juga kisah hidupnya bersama teman-temannya dari dunia lain.

Dia kemudian memutuskan menulis novel tentang teman-teman yang dikenalnya dari alam lain. Berikut buku yang berisikan kisah teman-teman Risa yang berasal dari alam ghaib.

1. Peter

Buku ini bercerita tentang Peter Van Gils. Peter, begitu ia biasa disapa, adalah teman Risa dari dunia lain. Dia merupakan seorang anak berdarah Belanda dan dikenal sebagai hantu paling usil, mudah marah, dan suka memerintah di antara sahabat Risa lainnya.

Peter sering membuat Risa gemas, kesal, marah, dan terkadang takut. Namun, di balik kejahilan dan sifatnya yang menyebalkan, Peter memiliki kisah kelam dan dapat terlihat dari wajahnya yang seringkali memperlihatkan kesedihan.

Lewat buku ini, kisah itu dituliskan Risa dan membuat pembaca akhirnya ikut memahami Peter. Kesedihannya karena rasa rindunya pada sang ibu yang bernama Beatrice van Gils.

2. Hendrick

Di tahun 2016, novel berjudul Hendrick diterbitkan. Kali ini Risa bercerita tentang temannya lagi. Masih bercerita tentang teman dari dunia lain, dan kali ini bernama Hendrick Konnings. Katanya, Hendrick adalah anak yang paling tampan di antara sahabat Risa yang berasal dari dunia lain.

Risa yang ingin mengetahui masa lalu Hendrick, awalnya merasa kesulitan. Pasalnya dia selalu menghindar dan enggan untuk bercerita. Maklum, Hendrick memang anak yang paling misterius.

Namun, tiba tiba-tiba suatu hari dia datang dan bercerita. Ternyata, kisahnya jauh lebih buruk daripada yang diduga. Kejadian-kejadian memilukan terus menghampiri hidupnya sedari kecil, bahkan hingga ia meregang nyawa. Semua dituliskan kembali oleh Risa Saraswati dalam novel Hendrick.

3. Hans

Novel ini terbit setahun setelah novel Hendrick dirilis. Kali ini Risa bercerita tentang Hans Joseph Weel semasa hidup. Hans juga sahabat Risa yang berasal dari dunia lain. Dideskripsikan sebagai anak yang tampan dan berambut hitam. Dia adalah sahabat karib Hendrick.

Sama seperti Peter, Hans merupakan anak kecil kesepian yang sedang menunggu sang ibu untuk menjemputnya pulang. Meski begitu, Hans mampu menutupi kesepiannya dengan sangat baik. Dia lebih suka menderita sendiri ketimbang berbagi penderitaan dengan sahabat-sahabatnya yang lain.

4. William

William Van Kemmen adalah seorang anak kecil keturunan Belanda yang tampan. William selalu ditemani biola kesayangan yang didapatkannya dari sang kakek. Kisahnya tak kalah mengharukan dengan teman-teman Risa lainnya.

Sama seperti yang lainnya, hatinya selalu kesepian. Sorot matanya kosong karena kesedihan, karena tidak ada yang mau berteman dengannya.

Anehnya setelah kematian menyapa, William baru merasa bahagia. Karena akhirnya dia bisa berteman dengan Peter si anak nakal, Hendrick yang congkak, Hans yang perasa, Janshen si ompong, hingga Risa si anak manusia yang bisa melihat hantu.

5. Janshen


Jantje Heinrich Janshen atau yang kerap disapa dengan nama belakangnya, Janshen. Janshen si ompong sering membuat Risa kesal. Dia berani mengatai Risa gemuk dan jelek. Namun Janshen juga anak yang penakut, salah satunya ia takut dengan hujan.

Risa berpikir hidup Janshen selalu menyenangkan dan dipenuhi tawa. Ternyata Risa salah, anak sekecil dan selucu dia ternyata harus menghadapi banyak masalah hingga akhirnya bertemu kematian.

Di buku ini, Risa Saraswati akan bertutur tentang sisi kelam Janshen. Sosok hantu yang tadinya selalu dianggap pembawa kebahagiaan untuk orang di sekitarnya.

6. Samantha

Sudah banyak yang tahu jika Risa Saraswati bersahabat dengan lima hantu cilik, yaitu Peter dan teman-temannya. Tapi selain itu, Risa juga memiliki teman lainnya yang berasal dari dunia lain. Salah satunya Samantha.

Sama seperti Peter dan kawan-kawan, Risa mencoba menuangkan kisah Samantha ke dalam sebuah buku. Samantha, seorang anak berdarah Belanda yang ditinggal orang tuanya.

Setahun setelah kepergian orang tuanya ke Belanda, Samantha meninggal dunia karena penyakit ganas yang diidapnya. Samantha meninggal dalam keadaan menyedihkan, botak karena rambutnya rontok dan dalam kondisi badan yang penuh lebam.

7. Ivanna

Lagi-lagi Risa menceritakan temannya dari dunia lain. Kali ini pun hantu tersebut merupakan keturunan Belanda. Namanya Ivanna Van Dijk.

Tak ada yang berani dengannya. Begitu ada yang mendekatinya, dia akan menyerang bagai bertemu musuh. Di buku ini Risa menceritakan bagaimana dirinya akhirnya bisa berkomunikasi dengan Ivanna Van Dijk, sosok hantu Belanda yang pernah tinggal di rumah nenek Risa.

8. Asih

Kali ini Risa tak bercerita tentang sosok hantu Belanda. Hanya sosok wanita berdarah pribumi dengan kisah yang baik-baik saja di awal kehidupannya. Namanya Kasih, dan entah sejak kapan panggilan Asih tersemat pada dirinya.

Kedua orangtuanya mengharapkan Asih tumbuh menjadi wanita dewasa dengan hati yang penuh kasih sayang. Namun sebuah kejadian mengubah semuanya.

Lewat buku ini Risa berkisah tentang wajah Asih yang selalu terlihat kaku tanpa senyuman. Lebih lanjut, Risa pun menceritakan kisah pilu yang mengubah hidup Asih, dan membuatnya menjadi sosok hantu yang menyeramkan.


Percaya atau tidak dengan cerita-cerita di atas, tidak ada salahnya berkenalan dengan teman-teman Risa Saraswati lewat bukunya. Dengan membaca kisah mereka, kita jadi tahu kalau mereka sebenarnya tidak ingin mengganggu manusia, mereka hanya ingin didengarkan.

Jangan lupa pesan bukunya di Gramedia.com ya. Oh iya, jangan pernah memanggil teman-teman Risa ini dengan sebutan hantu ya, karena mereka paling tidak suka dipanggil hantu!