7 Tips Hidup Minimalis ala Orang Jepang untuk Pemula

Less is more, filosofi yang berasal dari ajaran Buddhism Zen ini, sedang menjadi tren. Bagaimana tidak, filosofi yang mencontohkan seni hidup minimalis atau sederhana ini mengajari banyak hal baik, seperti yang tertuang dalam buku Goodbye, Things - Hidup Minimalis ala Orang Jepang, karya Fumio Sasaki.

Lewat buku yang menginspirasi ini, sang penulis, Fumio Sasaki, berbagi pengalaman hidup minimalisnya. Di buku tersebut ia menampilkan foto huniannya lengkap dengan tips cara mengurangi barang yang ada, mulai dari foto kamar tidurnya, meja kerja, lemari, sampai kamar mandi.

Tentunya akan langsung terasa manfaatnya seusai membaca kisah Fumio Sasaki di buku Goodbye, Things - Hidup Minimalis ala Orang Jepang. Misalkan, kita jadi tersadar bahwa selama ini kita terjebak dalam pola hidup konsumtif.

Ketika kita memilih untuk menjalani gaya hidup minimalis ala orang Jepang, tentunya kita akan kembali memikirkan tentang pengeluaran seperlunya. Menarik bukan?

Meski terdengar menggiurkan, untuk memulai pola hidup minimalis ala orang Jepang ini, bukan perkara mudah. Karena harus membiasakan hal-hal baru. Yang paling sulit yaitu keputusan hidup hanya dengan barang yang benar-benar dibutuhkan.

sumber: Sapporo.co.uk

Gramedia Digital akan memberikan tips untuk kamu yang ingin mencoba hidup minimalis ala orang Jepang. Diambil dari berbagai sumber, 7 tips ini, dijamin akan memberikan pengalaman baru untuk kamu. Berikut penjelasannya.


Baca juga: Terapkan 5 Pola Hidup Hygge ala Denmark Ini agar Hidup Lebih Bahagia


1. Tanya kembali pada diri sendiri apa yang terpenting

Prioritas akan membuka mata kita untuk memisahkan mana benda-benda yang diperlukan mana yang tidak, di kehidupan sehari-hari.

Buat daftar barang-barang penting itu, dan mulai pisahkan. Sisanya? Kamu bisa menyumbangkannya atau menjualnya kembali. Ini berlaku untuk semua ada di dalam rumah ya. Mulai dari furnitur, peralatan dapur, hingga isi lemari kalian.

2. Yakin dengan serba minimalis

Memulai gaya hidup minimalis ala orang Jepang harus penuh keyakinan dan kesadaran. Bukan sekedar ikut-ikutan, tapi memang ingin lebih sederhana di segala hal.

Termasuk saat harus memperbaiki barang-barang atau harus mereparasi hal-hal di sekitar dengan tangan sendiri. Selain itu juga membiasakan diri memakai barang yang bisa didaur ulang untuk meminimalisir pembelian barang baru atau pengeluaran untuk mereparasi benda.

3. Membiasakan diri dengan pola baru

Saat mulai mengurangi barang-barang, tempat tinggal akan otomatis terasa lebih lapang. Satu sisi ini akan memberikan kesan lega dan juga 'enteng'. Pasalnya, penghuni tidak perlu susah payah saat beres-beres atau membersihkan rumah.

Tapi di sisi lain, pastinya akan ada rasa tak biasa. Belum lagi jika ada tamu berkunjung dan menganggap pola hidup minimalis itu salah satu hal yang belum lumrah.

sumber: pexels.com

4. Pengeluaran hanya untuk yang terbaik

Menjaga semua tetap minimalis pasti akan berpengaruh pada pola pengeluaran. Kamu harus benar-benar selektif dalam membeli barang ataupun bahan makanan.

Kadang orang tergiur dengan diskon. Harga murah langsung beli, padahal jika dipikir lagi, barang tersebut tidak terlalu penting. Yang seperti ini harus dihindari. Benar-benar pergunakan uang untuk barang yang dibutuhkan.

5. Tak cuma soal benda, makanan juga masuk hitungan

Mengurangi makan di luar dan belajar masak di rumah tak ada salahnya kan? Tips untuk pemula, belajar untuk membuat makanan simpel, yang sekali konsumsi langsung habis.

Mulai juga belajar mengenali sayur-sayuran yang baik untuk kesehatan yang bisa diolah dengan mudah. Belajar juga untuk mengetahui harga-harga di pasar. Dijamin kamu akan belajar banyak hal baru.

6. Minimalis juga berpengaruh pada style-mu

Seperti yang ada di poin pertama, bahwa menjadi minimalis tentu akan melibatkan semua aspek di kehidupan, termasuk jumlah baju. Seperti halnya Fumio Sasaki yang hanya memiliki tiga potong kemeja, mungkin kamu juga perlu memilah mana pakaian yang betul-betul dibutuhkan.

Merasa kesulitan untuk yang satu ini? Tandanya kamu perlu buka-buka lagi referensi gaya agar tetap terlihat menarik meski dalam balutan pakaian serba minimalis.

7. Buka tabungan untuk menyisihkan pendapatan

Ini adalah salah satu goal  impian saat menjalani hidup minimalis ala orang Jepang. Karena otomatis pengeluaran berkurang drastis. Membuat penghasilan kamu masih tersimpan dengan baik.

Agar uang tersebut menjadi hal yang bermanfaat, mulailah buka rekening khusus untuk menabung. Kenapa harus buat rekening baru? Karena nantinya, uang tabungan ini, bisa kalian sisihkan untuk membeli sesuatu yang bisa menjadi investasi jangka panjang. Bisa dipisahkan untuk uang yang sudah dialokasikan untuk berlibur atau untuk kegiatan refreshing lainnya.


sumber: Unsplash.com

Menarik bukan menjalani hidup minimalis ala orang Jepang? Atau masih ragu dengan banyak hal positif yang dirasakan?

Ada baiknya kamu membaca buku Fumio Sasaki terlebih dahulu. Di buku Goodbye, Things - Hidup Minimalis ala Orang Jepang ini terdapat berbagai metode dan teknik untuk mengurangi barang. Di mana salah satu yang masih banyak dilakukan orang Jepang adalah tidur menggunakan futon, kasur tradisional, yang dipercaya membuat semua lebih minimalis dan juga bagian dari melestarikan budaya.

Perubahan yang dialami dalam proses mengurangi barang pun juga dibahas secara aspek psikologis, serta apa saja hal positif dan rasa bahagia yang dirasakan.

Penasaran dengan isi bukunya? Kalau begitu langsung saja baca di Gramedia Digital.

Dapatkan e-book-nya di sini >>


Sumber foto header: decorathing.com