10 Quotes Tercandu Eka Kurniawan dari 5 Buku Terbaiknya

10 Quotes Tercandu Eka Kurniawan dari 5 Buku Terbaiknya

. 3 min read

Melalui buku-bukunya, Eka Kurniawan bahkan telah cukup mumpuni untuk diakui sebagai representasi dari kesusastraan Indonesia. Dalam tiap yang ia sampaikan dalam buku-bukunya, ia telah dapat mencurahkan gagasan otentik yang dapat dipertimbangkan, bahkan diamini oleh para pembacanya.

Berikut himpunan kutipan terbaik dari Eka Kurniawan yang ia semai dalam 5 buku karyanya.

1. Cantik Itu Luka

EKA KURNIAWAN

“Aku menyukai laki-laki, tapi aku lebih suka melihat mereka menangis karena cinta.”

Kutipan di atas bisa kamu temui dalam bukunya yang berjudul Cantik Itu Luka. Novel berlatarkan pemberontakan PKI di tahun 1965 ini telah ia lahirkan sejak 2002 dan masih populer hingga kini.

“Kawin dengan orang yang tak pernah dicintai jauh lebih buruk dari hidup sebagai pelacur.”

Masih dalam novel Cantik Itu Luka, salah satu quote dari bukunya ini seringkali wara-wiri di status media sosial ataupun menghiasi caption foto lho!

2. Lelaki Harimau

EKA KURNIAWAN

"Jika seseorang tak bisa mengendalikan binatang ini, ia bisa begitu ganasnya hingga tak ada apa pun bisa menahannya jika ia mengamuk."

Para pembaca setia Eka Kurniawan tentu akan terpantik dan dengan cepat mengenali dari novel mana kutipan ini berasal. Yap! Lelaki Harimau. Dalam novel yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis ini, Eka menceritakan tentang kisah seseorang yang merasa ada Harimau di dalam dirinya.

”Bagi Komar bin Syueb sendiri, tak ada yang lebih menyakitkan diri daripada apa yang terpampang di hadapannya, seorang istri yang memamerkan rahim berisi benih lelaki asing, lebih sakit daripada memikirkan kenyataan bahwa ia tak pernah sanggup membuat mereka senang.”

Masih dari novel Lelaki Harimau, tentu yang semula gamang, kini mulai dapat menerka persoalan apa yang dibahas Eka Kurniawan pada novelnya kali ini. Lelaki Harimau, akan merupakan kisah surealis yang menceritakan kisah Margio yang terseret dalam tragedi pembunuhan paling brutal.

3. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

EKA KURNIAWAN

“Kemaluan bisa menggerakkan orang dengan biadab. Kemaluan merupakan otak kedua manusia, seringkali lebih banyak mengatur kita daripada yang bisa dilakukan kepala.”

Powerfull sekali bukan kutipan Eka yang satu ini? quote dari novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini seolah mengingatkan kita bahwa nafsu bisa membawa kita kepada kenikmatan hakiki atau justru malapetaka.

“Mengetahui lebih banyak, hanya akan memberimu masalah lebih banyak”

Dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, dikisahkan Ajo Kawir yang ‘burung’nya mati suri. Hal ini mengakibatkan dirinya tumbuh menjadi pemuda pemberani tak takut mati. Meskipun sebenarnya, Ajo pun sudah meluncurkan berbagai cara agar ‘burung’nya hidup utuh kembali.

4. Corat-Coret di Toilet

EKA KURNIAWAN

“Aku tidak percaya pada bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet”

Tentu kutipan yang satu ini sudah tidak asing lagi di mata para pembaca. Kalimat yang begitu terkenal ini, salah satu hasil kutipan dari buku Eka Kuniawan yang berjudul Corat-Coret di Toilet.

“Tak ada orang yang melepas kepergiannya, pun tak ada orang yang menangis untuknya.”

Corat-Coret di Toilet merupakan buku kumpulan cerpen yang telah ditulisnya semenjak sebelum tahun 2000. Dan kutipan diatas, diambil dari salah satu cerpennya yang berjudul Hikayat Si Orang Gila.

5. O

EKA KURNIAWAN

“Percuma kau punya ladang atau sawah, cepat atau lambat negara akan merampasnya darimu. Juga rumah. Juga tanah. Bahkan negara bisa mengambil paksa suamimu kapan pun mereka mau.”

Lelucon satir khas Eka akan banyak ditemukan dalam novel O yang akan banyak mengulas perihal monyet banyak gaya nan pemberani yang bercita-cita jadi manusia.

“...betapa hidup ini tak lebih dari satu lingkaran. Yang lahir akan mati. Yang terbit di timur akan tenggelam di barat, dan muncul lagi di timur. Yang sedih akan bahagia, dan yang bahagia suatu hari akan bertemu sesuatu yang sedih, sebelum kembali bahagia. Dunia itu berputar, semesta ini bulat. Seperti namamu, O.”

Temukan novel O dari Eka, maka akan bertemulah kamu dengan kutipan di atas. Kemudian O akan membawamu pada kisah fabel dengan level yang lebih tinggi, khas seorang Eka Kurniawan.


Eka Kurniawan tidak pernah sekadar menulis, ia selalu memerhatikan tiap-tiap yang ingin disampaikannya, dengan kekhasannya menulis dengan gaya hiperbolis namun tetap kuat dalam beresensi.

Selesai menutup buku karyanya, akan selalu ada keseruan yang tertinggal, dan pelajaran yang akan dinalar. Temukan karya-karya Eka Kurniawan di Gramedia.com.


Header image source: Antara Foto