Wijayati
Wiji Thukul dalam Sejarah
Ambil di Toko, Bebas Biaya Pengiriman
Layanan tersedia di toko yang memiliki ikon bertanda khusus.
Format Buku
Deskripsi
Pada pertengahan 1980-an, Wiji Thukul bergabung dengan berbagai gerakan buruh dan mahasiswa yang menentang ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah. Dia menggunakan seni sebagai alat perlawanan, percaya bahwa puisi dapat menjadi senjata untuk membangkitkan kesadaran masyarakat.
Salah satu puisinya yang paling terkenal, “Peringatan” menjadi semacam manifesto bagi para aktivis. Baris-baris seperti “Hanya ada satu kata: Lawan!” menjadi seruan perlawanan yang bergema di seluruh negeri. Namun, aktivitasnya yang vokal membuatnya menjadi target pengawasan dan intimidasi oleh pihak berwenang.
Pada tahun 1996, Wiji Thukul mulai merasakan tekanan yang semakin kuat dari aparat keamanan. Dia terpaksa hidup dalam persembunyian, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari penangkapan. Puncaknya terjadi pada Mei 1998, ketika dia menghilang tanpa jejak. Hingga hari ini, nasib Wiji Thukul masih menjadi misteri, dan dia dianggap sebagai salah satu korban penghilangan paksa di masa Orde Baru.
Buku ini tidak hanya mengungkap sisi humanis dari seorang Wiji Thukul, tetapi juga menyoroti keberanian dan kegigihannya dalam memperjuangkan keadilan. Melalui biografi ini, pembaca diajak untuk mengenal lebih dekat sosok penyair yang karyanya tetap relevan dan menginspirasi banyak orang dalam perjuangan melawan penindasan.
**********
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan. Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas. Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi. Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca. Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik. Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Baca Selengkapnya
Detail Buku


