Panji Sakti
Tasbih Kupu-Kupu
Format Buku
Deskripsi
Kematangan seorang “pejalan” dapat terlihat dari diksi yang digunakan. Bukan pada kata, tapi pada makna dan perkawinan kata-kata yang tak biasa, sebagaimana judul buku ini: Tasbih Kupu-Kupu. Perkawinan antara tasbih dan kupu-kupu membawa nalar kita terbang sejenak, lalu bertanya, tasbih kupu-kupu itu apa?
Sejujurnya saya tak paham musik dan lirik, juga tak paham puisi. Tapi yang saya tahu, Panji selalu berhasil membawa kita tenggelam, entah dalam lagu, lirik, maupun puisi-puisinya. Berulang-ulang kita menyaksikan konser Panji Sakti, tapi tak pernah bosan-bosan juga mendengarnya, seperti juga keberulangan yang ada pada lirik Kepada Noor:
Rindu mengekal menyebut nama-Mu berulang-ulang
Rindu mengekal menyebut nama-Mu berulang-ulang
Rindu mengekal menyebut nama-Mu berulang-ulang
Berulang-ulang
Berulang-ulang
Berulang-ulang
Berulang-ulang
Berulang-ulang
(“Kepada Noor” puisi karya M. Syarip Hidayat)
Meski tampak berulang-ulang tapi tak pernah berulang. Selalu berganti-ganti, dari Nama-Nya yang satu, menuju namaNya yang lain
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Baca Selengkapnya
Detail Buku


