Marja
Tahafut Al Falasifah: Kerancuan Para Filosof
Deskripsi
Kitab Tahafut ini diterjemahkan secara khusus sebagai upaya memberikan pemahaman filsafat karya besar Al-Ghazali kepada pembaca di Indonesia. Bahasanya popular, isinya berbobot.
Karya paling monumental sang Hujjatul Islam Imam al-Ghazali, yang secara terbuka menyerang legitimasi dan bahasa seputar logosemrisme berkaitan dengan wujud (being). Kontroversi mengemuka karena AI-Ghazali secara argumentatif menyerang rasionalisme tulen.
Karya Al-Ghazali ini menciptakan kontradiksi dalam pemikiran para filsuf tentang Tuhan dan alam semesta. Filsuf termasyhur Al-Ghazali melalui karyanya Tahafut Al-Falasifah (Kerancuan Filsafat) mengkritik pemikiran filsuf Islam Ibnu Sina.
Karya kontroversial ini dibuat pada abad ke-11. Filsuf Muslim seperti Ibnu Sina (Avicenna) dan Al-Farabi (Alpharabius) dicela dalam buku ini. Karya itu berhasil mendongkrak pemikiran filosofi dan teologi Al-Ghazali yang beraliran Asy’ariyah.
Buku ini diawali dengan ringkasan pemikiran filosofis Islam milik Ibnu Sina berjudul Tujuan Filsuf (Maqasid al-Falasifah). Al-Ghazali menyatakan, seseorang harus menguasai gagasan para filsuf sebelum menolak ide-ide mereka. Tahafut disusun menjadi 20 bab.
Isi bab tersebut, antara lain, menyangkal doktrin prakeabadian dunia, menyangkal doktrin kekekalan setelah mati, menampilkan dalih atas dua pernyataan; Tuhan pencipta dunia versus dunia adalah ciptaan Tuhan, ketidakmampuan filsuf membuktikan keberadaan Sang Pencipta, menyangkal alasan bahwa langit bergerak, menyangkal doktrin bahwa surga adalah jiwa yang tahu fakta-fakta, dan menyangkal penolakan kebangkitan tubuh dan kenikmatan surga atau penderitaan neraka yang menyertainya.
Baca Selengkapnya
Detail Buku


