Gramedia Logo
Product image
Product image
Lp3es

Prisma Meredam Ketengan Agama & Negara

Deskripsi
Reformasi membalikkan apa yang berlaku pada masa sebelumnya dan dalam arti ini bertentangan serta bertolak belakang dengan Orde Baru. Orde Ba­ru agresif menjalankan intervensi ke dalam agama-agama, sedangkan masyarakat mengambil posisi defensif, penuh ketakutan. Orde Baru menentukan Tuhan mana yang boleh disembah dan agama mana yang menjadi penyalur penyembahan itu. Bahkan, Tuhan yang disembah itu diatur de­ngan penuh ancaman hukum—tidak ada kartu tan­da penduduk yang boleh dikeluarkan untuk mereka yang tidak ber-Tuhan, dan terutama tidak ber-Tuhan hasil pemilihan Orde Baru. Dalam hu­bungan itu, semuanya berlangsung penuh ancaman kesela­matan “tubuh dan jiwa”, disingkirkan dari pergaulan ma­sya­rakat. Sebaliknya sekarang masyarakat mengambil posisi agresif, sedangkan negara boleh dibilang menjadi defensif dan hanya memberi reaksi tanpa mengerti kenapa semuanya bisa diarahkan (kalau pe­ngarahan itu memang diperlukan) malah dalam arti tertentu menjadi adaptif, menyesuaikan lang­gam­nya dengan keagresifan masyarakat. Agresi masyarakat dalam urusan agama dan menempatkan negara sebagai lawan selalu berarti tabrakan dan setiap tubrukan dalam hubungan ne­ga­ra dan agama selalu menjadi tabrakan maut. Ra­tusan tahun sejarah Eropa menunjukkan persis se­perti itu; puluhan tahun sejarah Timur Tengah su­dah dan sedang mempertontonkan apa yang di­ke­mu­kakan di atas: Islam melawan Kristen; Islam melawan Islam; Hindu melawan Islam. Apa yang menjadi soal sesungguhnya? Karena, setiap keke­liruan mengidentifikasikannya akan membawa kon­sekuen­si fatal. Terorisme agaknya bisa menjadi pintu masuk yang berguna dengan pengertian bah­wa terorisme adalah jalan terakhir dari serentetan hal-hal yang mendahuluinya.
Detail Buku
    customer sercive