Iput Syaraffudin
Patah Hati Tan Malaka
2 Terjual
Format Buku
Deskripsi
Dua dekade dalam pelarian, 89 ribu kilometer perjalanan, dan 23 nama samaran. Dunia mengenal Ibrahim sebagai Tan Malaka—sang “Macan” yang menggetarkan kekuasaan kolonial. Namun, di balik barisan teks Madilog dan kepalan tangan revolusi, ada luka-luka yang tak pernah tercatat dalam buku sejarah.
Dari cinta pertama yang tak tersampaikan kepada Syarifah Nawawi di Bukittinggi, romansa yang tersembunyi bersama Nona Carmen di Manila, hingga kehangatan yang ditawarkan Paramita “Jo” Rahayu di Jakarta. Novel ini mengajak kita menelusuri lorong-lorong gelap kesepian seorang pelarian politik yang memilih hidup bak sufi—hanya membeli kemeja baru jika yang lama sudah tak bisa lagi dijahit.
Pada akhirnya, kita akan tersadar: patah hati terbesar Tan Malaka bukanlah kepada perempuan-perempuan itu, melainkan kepada Republik yang ia lahirkan, tetapi justru mengeksekusinya di bawah bayang-bayang pohon randu.
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Baca Selengkapnya
Detail Buku


