Gramedia Logo
Product image
Product image
Product image
Product image
Product image
Product image
Product image
Product image
Product image
Product image
Pingki Elka Pangestu

Njo dari Hangdauw

free shipping icon

Ambil di Toko, Bebas Biaya Pengiriman

Layanan tersedia di toko yang memiliki ikon bertanda khusus.

Format Buku
Deskripsi
Njo dari Hangdauw, merantau ke Indonesia menjadi warga dunia. Buku ini mengisahkan keberadaan urutan keluarga Tionghoa dari generasi ke generasi. Bermula leluhur Njo mengungsi dari utara ke selatan pada masa peperangan antara bangsa Song dengan Mongolia. Pada tahun 1800-an keturunan mereka, Njo Soe Soei dan Njo Eng Khoo, meningggalkan desa asal mereka, Hangdauw di Fukien, di selatan Tiongkok untuk mencari kehidupan baru di sebuah negeri yang subur di seberang lautan. Soei Soei dan Eng Khoo berlayar berbulan-bulan dengan menggunakan jung hingga akhirnya mereka turun di San Pau Lung. Sebuah kota di pesisir Jawa. Dari situlah cerita hidup mereka di tanah rantau dimulai. Soe Soei dan Eng Khoo akhirnya menetap dan menikah dengan wanita peranakan yang sudah menetap di pesisir dan pegunungan utara di Jawa Tengah. Beranak-pinak hingga menjadi banyak. Pohon keluarga mereka terus bercabang. Terpencar di penjuru Pulau Jawa sampai hampir ke seluruh penjuru dunia selama lebih dari dua abad berevolusi, selama 10 generasi menjadi warga dunia, beretnik Tionghoa, berbudaya Indonesia dengan pandangan Barat. **** Njo dari Hangdauw, emigrated to Indonesia and become Citizens of the World, a chronicle of a Chinese family from generation to generation. Njo’s ancestors fled from north to south during the war between the Song and Mongolian nations. In the 1800s, their descendants, Njo Soe Soei and Njo Eng Khoo, left their ancestral village, Hangdauw (??) in Fujian, south of China, to seek a new life in a fertile land across the ocean. Soei Soei and Eng Khoo sailed for months on a junk until they finally landed in San Pau Lung. A city on the coast of Java. That’s where the story of their lives in a foreign land begins.Soe Soei and Eng Khoo finally settled down and married into assimilated-Chinese (peranakan) women. They had many children. Their family tree continued to expandt. Spread out to almost every corner of the island of Java to almost all corners of the world for two centuries and evolved for ten generations to become citizens of the Word, ethnically Chinese, culturally Indonesian and Western in outlook.
Detail Buku
    customer sercive