Ropingi El Ishaq
Manajemen Dakwah Menginisiasi Tatanan Sosial Rahmattanlil Alamin
Deskripsi
Kompleksitas kehidupan umat manusia ini menempatkan dakwah Islamiah menjadi bidang atau disiplin yang juga kompleks. Dakwah tidak dapat dipahami sebagai disiplin ilmu yang terpisah dengan ilmuilmu lainnya. Dalam praktiknya pun dakwah Islamiah tidak dapat dilepaskan dari berbagai dimensi kehidupan manusia. Di sinilah dakwah perlu dilakukan dengan baik. Dakwah perlu dikelola dengan baik agar pelaksanaannya dapat berjalan baik dan tujuan dakwah mendorong manusia menerima dan menjalankan ajaran dan nilai Islam dapat tercapai. Tujuan akhir dakwah agar manusia memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Allah SWT. memang tidak menargetkan dakwah Islamiah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. dan umat Islam dapat mengislamkan orang.¹ Akan tetapi dakwah bukan berarti harus dilakukan secara suka-suka dan ala kadarnya. Dakwah Islamiah tetap dituntut untuk dikelola secara baik. Dakwah perlu dilakukan dengan perencanaan dan pengelolaan secara matang, mulai dari siapa yang harus melakukan, apa materi yang harus disampaikan, metode yang digunakan, sasaran dakwah yang dituju, serta tujuan yang hendak dicapai.
Dari aspek pelaku dakwah, diperlukan pengelolaan secara baik. Siapa yang harus melakukan dakwah, apa kemampuan yang dimilikinya, ditugaskan untuk melakukan apa, sejauh mana kewenangannya, dan sampai kapan? Semuanya perlu dirumuskan secara baik, agar visi dan misi dakwah dapat dirumuskan dan dijalankan sesuai dengan kondisi dan permasalahan dakwah yang sedang dihadapi.
Secara personal, antara dai yang satu dengan lainnya memiliki karakteristik berbeda, pola komunikasi yang berbeda, pengetahuan dan pengalaman yang berbeda, dan cara menyelesaikan masalah pun berbeda. Dengan demikian, aspek dai ini pun memerlukan pengorganisasian tersendiri agar tidak saling bertentangan dan tidak melakukan hal-hal yang justru kontraproduktif.
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Februari 2023
Baca Selengkapnya
Detail Buku


