Ignasius Jonan
Leadership Thinking & Practice
Ambil di Toko, Bebas Biaya Pengiriman
Layanan tersedia di toko yang memiliki ikon bertanda khusus.
Format Buku
Deskripsi
Pemimpin yang ideal adalah yang menomorsatukan kepentingan organisasi atau lembaga bersama orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Pemimpin yang ideal itu mengutamakan hasil (result), bukan sifat atau gayanya dalam memimpin.
Seseorang menjadi pemimpin bukan untuk menjadi disukai bawahan. Kalaupun pemimpin kemudian diikuti dan disukai bawahan, itu bukan karena kepandaiannya berkata-kata, melainkan karena tindakannya sama seperti apa yang diucapkan, menomorduakan kepentingan dirinya, dan memiliki keinginan yang sama dengan para pengikutnya.
Esensi kepemimpinan adalah bagaimana melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang lebih hebat. Maka, yang ada di pikiran seorang pemimpin adalah bagaimana penggantinya akan lebih baik daripada dirinya. Penting bagi seorang pemimpin untuk menyiapkan succession untuk melahirkan pemimpin yang dipilih di antara orang-orang yang terbaik, memiliki jiwa kepemimpinan, dan kemampuannya sesuai dengan kebutuhan zaman.
The heart of leadership adalah sesuatu yang lebih esensial dalam kepemimpinan, yaitu menyiapkan pemimpin berikutnya yang lebih baik, sebagaimana petuah Tom Peter, penulis dan konsultan asal Amerika Serikat, “Leader don’t create followers, they creates more leaders.”
“Ketika saya diminta memimpin Kereta Api Indonesia (KAI) pada 2009, saya merasa itu bukan hadiah, melainkan amanah yang untuk menjalankannya penuh dengan pengorbanan. Tujuannya cuma satu, agar KAI menjadi berguna bagi masyarakat luas dengan pelayanannya yang lebih manusiawi, modern, dan nyaman. Begitu juga ketika saya diminta menjadi Menteri Perhubungan yang kemudian diberhentikan dan diangkat lagi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Saya tidak memiliki kepentingan pribadi, selain memberi kontribusi untuk kepentingan bangsa. Dengan segala kekurangan, kelemahan, dan kealpaan, bahwa saya jauh dari sempurna sebagai manusia.
Baca Selengkapnya
Detail Buku


