Kristin Samah, Niniel WDA, Fairuz Husaini
Kisah Hidup Mangara Siahaan: Pengabdian “Banteng Petarung”
Ambil di Toko, Bebas Biaya Pengiriman
Layanan tersedia di toko yang memiliki ikon bertanda khusus.
Format Buku
Deskripsi
“Ajaran disampaikan bukan lewat kata-kata, tapi ditunjukkan langsung bahwa loyalitas itu harus dibayar mahal. Sekalipun dalam berpartai ada kekecewaan, Papa menunjukkan pada kami untuk tidak lari ke sana kemari. Tidak boleh kecewa, ngambek, lalu pergi. Loyalitas bagi Papa adalah harga diri, tidak bisa ditawar. Saya menyaksikan semua itu, jadi tidak perlu diajari lewat kata-kata.”
—Tunggal Siahaan, anak
“Kedisiplinan dan komitmen Mangara Siahaan menjaga Partai dan Ibu Ketua Umum membuat beliau mendapat sebutan ‘Panglima Bintang Empat’. Mangara Siahaan orang yang paling luar biasa di mata saya maupun di mata Partai. Kalau tidak ada orang seperti Mangara Siahaan, PDI Perjuangan tidak akan seperti sekarang ini perjalanannya. Ia selalu menyerahkan hidupnya untuk Partai dan Ibu Ketua Umum.”
—Rachmat Hidayat, anggota DPR RI sejak 2009
“Mangara seorang yang sangat emosional dan temperamental bila sudah menyangkut partai. Ia terpaksa berpisah dengan teman-temannya karena berbeda prinsip dengan apa yang sudah digariskan partai. Ia memilih tetap berada di dalam partai, apa pun keputusan partai.”
—Panda Nababan, politisi
“Bang Mangara mengetahui banyak hal, tapi sering kali dia mengesankan tak tahu apa-apa karena tidak ingin menonjolkan diri. Padahal sebagai aktor, secara psikologis seharusnya dia adalah orang yang senang tampil di depan umum, senang diperhatikan.”
—Sabar Hutapea, wartawan senior
Baca Selengkapnya
Detail Buku










