Gramedia Logo
Product image
Product image
Dr. Laurentius Tarpin, Osc Tarpin, Osc

Kebaruan Dan Radikalitas Yang Dibawa Yesus

free shipping icon

Ambil di Toko, Bebas Biaya Pengiriman

Layanan tersedia di toko yang memiliki ikon bertanda khusus.

Deskripsi
Kebaruan Dan Radikalitas Yang Dibawa Yesus Buku Kebaruan dan Radikalitas yang Dibawa Yesus: Menggali Pesan Moral dari Khotbah di Bukit dan Perumpamaan-Perumamaan Yesus, merupakan buah dari studi dan refleksi selama masa lockdown pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 yang menimpa seluruh dunia telah menyadarkan kita akan kerapuhan dan keterbatasan kita sebagai manusia dan berbagai sistem yang telah dibangun. Pandemi telah memaksa kita untuk mengubah cara hidup dan berinteraksi. Pandemi membuat banyak orang kehilangan orang-orang yang dikasihinya, menimbulkan banyak dampak pada kehidupan ekonomi, dan membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian, hidup dalam kecemasan dan persahabatan, atau bahkan menimbulkan pertanyaan eksistensial: Mengapa Tuhan membiarkan semuanya ini terjadi? Sampai kapan situasi ini akan berlangsung? Hidup, ajaran dan praksis hidup Yesus membawa kebaruan dan radikalitas yang mendokrak pola pikir dan konsep tentang Allah, kekudusan, dan moralitas. Kebaruan dan radikalitas tersebut diungkapkan melalui Khotbah di Bukit dan perumamaan-perumpamaan. Dengan pisau moral dan spiritual, Khotbah di Bukit dijelaskan secara mendalam dengan bahasa yang mudah dipahami secara bagaimana Yesus meradikalikasi panggilan kekudusan melalui karya belas kasih. ikuti Allah yang kudus disempurnakan dalam mengikuti Allah yang murah hati nan penuh belas kasih. Belas kasih inilah kebaruan dan radikalitas yang dibawa Yesus dalam perjalanan kekudusan, bukan semata-mata mengikuti aturan agama dan upacara liturgi. Yesus tetap mengajarkan aturan, hukum, dan norma dalam Perjanjian Lama dengan memberi landasan kasih sesuai maksud Allah sebagai kebenaran praktik hidup menuju kekudusan yang mengatasi tulisan aturan yang mengarah pada kedisiplinan. Kebaruan radikalitas ini membawa Yesus dalam rangka mewartakan Kerajaan Allah yang dijelaskan melalui berbagai perumpamaan yang mengantarkan pada kekudusan. Perumpamaan itu berfungsi untuk mengguncang, menantang, dan mengotak-atik tatanan sosial dan budaya yang ada untuk memprovokasi tata nilai baru, yaitu Kerajaan Allah dan melepaskannya melalui kekudusan dan belas kasih. Yesus sendiri menunjukkan jalan kekudusan tersebut dengan mempersembahkan diri-Nya di atas kayu salib sebagai bukti kasih Allah kepada manusia. Dengan membaca buku ini, kita semakin memahami makna Khotbah di Bukit sebagai fondasi, referensi, dan orientasi kekudusan kita, juga ditantang untuk mewujudkannya dalam karya belas kasih yang mengatasi segalanya. Buku ini juga meningkatkan kesadaran kita akan makna sosial dan pastoral Khotbah di Bukit yang membuahkan komitmen untuk melaksanakan karya belas kasih bagi sesama, terutama bagi yang paling hina.
Detail Buku
    customer sercive