Alfons Taryadi
Karl Popper dan Epistemologi Pemecahan Masalah
Format Buku
Deskripsi
Dua fenomen pokok dalam bidang pengetahuan ialah bahwa kita memiliki cukup banyak pengetahuan, tetapi sekaligus menyadari tidak terbatasnya ketidaktahuan kita. Menurut Karl Popper, pengetahuan bertolak dari ketegangan antara dua fenomen tersebut. Titik pangkal pengetahuan adalah problem, bukan pengamatan atau pengumpulan fakta. Untuk mendalami suatu hal, lebih bermanfaat mempelajari bentrokan opini mengenai hal tersebut daripada membuat pengamatan ke sana kemari tanpa tahu persoalannya.
Menurut Karl Popper, setiap teori, gagasan, atau tindakan merupakan suatu upaya pemecahan problem tertentu. Sebagai suatu solusi tentatif, teori atau gagasan harus dikritik untuk ditemukan kesalahannya. Lewat kritik, akan muncul problem baru yang tak terduga.
Pada gilirannya, problem baru itu menantang untuk dipecahkan dengan teori atau gagasan baru. Dengan demikian, pertumbuhan pengetahuan merupakan proses koreksi atas suatu teori yang satu oleh yang lain dalam usaha pemecahan problem yang tak ada habisnya. Di situ tampak bagaimana Karl Popper mengoperasionalkan wawasan yang mendalam atas falibilitas pengetahuan manusia dengan suatu teori metodologis. Dengan menggabungkan secara kritis tradisi empirisme dan rasionalisme, epistemologi pemecahan masalah menurut Karl Popper menampilkan ciri-ciri objektif, rasional, kritis, pluralistis, tetapi juga realistis sekaligus imajinatif.
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Baca Selengkapnya
Detail Buku






