Gramedia Logo
Product image
Product image
Imam Al-Muhasibi

Jika Tuhan Mengatur Rezeki Manusia, Mengapa Kita Harus Bekerja?

3 Terjual

Format Buku
Deskripsi
Kita pasti sering mendengar ungkapan “rezeki sudah ada yang mengatur”. Tapi, sudahkah kita memahami apa maksudnya? Jika rezeki sudah dijamin oleh-Nya, buat apa kita harus tetap bekerja mencari rezeki? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab oleh Imam al-Muhasibi (781-857 M) dalam buku ini. Terjemahan dari kitab al-Makasib: Jika Tuhan Mengatur Rezeki Manusia, Mengapa Kita Harus Bekerja? ini memberi kita rambu-rambu agar bisa memahami ketentuan rezeki yang sudah Allah tetapkan bagi para hamba-Nya. Meski masa hidupnya hanya berbeda satu setengah abad dengan Rasulullah saw., buku-buku yang ditulis oleh Imam al-Muhasibi terasa sangat modern. Tema-tema yang diusung masih relevan untuk menjawab berbagai persoalan hidup masa kini. Tidak perlu khawatir akan merasa berat membaca rumusan tasawuf al-Muhasibi, sebab bahasan tasawuf yang diusung oleh mahaguru para sufi ini dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. Sehingga melahirkan sebuah pemaparan self-improvement Islam yang dahsyat dan mudah dimengerti. Dengan membaca buku ini, berbagai kecemasan dan keraguan kita akan masa depan dan rezeki akan banyak teratasi. Imam al-Muhasibi lahir di Baghdad pada 781 M dan wafat di Baghdad pada 857 M. Bapak ilmu Tasawuf dan guru para ulama Baghdad adalah julukannya. Ia menguasai bidang kajian fikih, hadis, dan tasawuf. Imam al-Muhasibi lama menggeluti ilmu hadis dan fikih sehingga corak tasawuf yang dikembangkannya selalu memegang teguh Al-Qur’an dan hadis, serta tidak melanggar batasan syariat. Imam al-Muhasibi juga menaruh perhatian besar terhadap ilmu kalam, tidak heran tasawufnya sangat menghargai logika.
Detail Buku
    customer sercive