Gramedia Logo
Product image
Product image
Product image
Product image
Product image
Product image
Robin Block

Jangan Lupa 2.0

Format Buku
Deskripsi
ingatkah kau pada musim dingin pertama yang membekukan kita semua kakimu, kakiku telanjang dan dingin di tanah asing kakek menyembunyikan perangnya di tiap mata sebilah belati di senyumnya seorang bocah kesasar dan aku punya bendera-bendera untuk kugantung, karangan bunga yang tak tahu lagi harus kuletakkan di mana Lahir di Belanda dari leluhur berdarah campuran Indonesia, ia hampir selalu berada di antara: Timur dan Barat, modern dan tradisi, masa lalu dan masa kini, dan seterusnya. Jangan Lupa 2.0 merupakan kumpulan puisi Robin Block yang merekam perjalanannya menemukan jati diri dan rumah. Puisi Robin Block adalah roh yang kembali dari masa lalu. Masa lalu itu adalah makam yang telah hilang dan minta ditemukan. Kita di Indonesia barangkali telah berjalan ke suatu arah yang makin jauh darinya. Tapi justru karena itu puisi-puisi ini semakin penting. Puisi Robin Block adalah hantu-hantu yang menembus tabir, waktu, dan benua. —Ayu Utami, novelis dan pemenang Prince Claus Award Saya menikmati puisi Robin Block karena di dalamnya saya menemukan keajaiban sederhana dari puisi. Cara untuk mengingat, tetapi bukan mengulang; cara untuk menyambut apa yang sukar ditangkap. —Goenawan Mohamad, penyair
Detail Buku
    customer sercive