Gramedia Logo
Product image
Product image
Max Lane

Indonesia Pulang dari Pengasingan

Format Buku
Deskripsi
Pada 1981, sebuah penerbit baru bernama Hasta Mitra, yang didirikan oleh tiga orang yang baru dibebaskan setelah lebih dari satu dekade mendekam di penjara, menerbitkan sebuah novel yang ditulis di kamp tahanan oleh Pramoedya Ananta Toer. Novel itu adalah Bumi Manusia. Kisahnya mengisahkan masa-masa awal kelahiran kesadaran kebangsaan Indonesia. Setelah beberapa bulan menghadapi pergulatan taktis yang dilakukan oleh ketiga pendiri Hasta Mitra bersama Pramoedya serta para pejuang Hasta Mitra, Joesoef Isak dan Hasyim Rachman, rezim diktator akhirnya melarang peredaran novel tersebut. Namun, dengan menentang kediktatoran, mereka terus menerbitkan tiga novel lanjutan dari Bumi Manusia. Setiap penerbitan selalu diikuti oleh pertarungan baru—dan berakhir dengan pelarangan kembali. Buku ini mengisahkan perjuangan mereka: penangkapan, pemenjaraan, dan proses lahirnya novel-novel Pramoedya di kamp tahanan pulau Buru. Ketika mereka kembali dari pengasingan, Indonesia yang mereka temui telah berubah—masa lalu yang radikal dibungkam dan rakyat hidup dalam teror. Di tengah situasi itulah, tetralogi epik Pramoedya yang dimulai dengan Bumi Manusia meledak ke ruang publik. Berlatar pada masa ketika bahkan gagasan tentang Indonesia belum terbentuk, novel tersebut menghadirkan kisah yang menginspirasi tentang kelahiran sebuah bangsa. Cerita mengenai perjuangan awal itu, serta upaya luar biasa menerbitkan karya-karya Pramoedya di bawah bayang-bayang represi, menginspirasi generasi muda yang kemudian berhasil meruntuhkan kediktatoran. Kini, generasi baru kembali menemukan inspirasi dari buku-buku yang sama. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Detail Buku
    customer sercive