Kementerian Luar Negeri RI dan F.X. Widiarso
Hubungan Diplomatik Indonesia-Belanda Masa Awal (1949-1956)
Ambil di Toko, Bebas Biaya Pengiriman
Layanan tersedia di toko yang memiliki ikon bertanda khusus.
Format Buku
Deskripsi
Dalam Uni Indonesia-Belanda, kedua negara memiliki hubungan setara yang bersifat khusus. Atas dasar tersebut, kedua negara membuka hubungan diplomatik pada tingkat Komisariat Agung, yang dikepalai oleh seorang Komisaris Agung, dengan gelar diplomatik Duta Besar.
Hubungan khusus tersebut bertahan sampai dengan tahun 1956, ketika Indonesia secara sepihak membubarkan Uni Indonesia-Belanda.
Indonesia membuka Komisariat Agung pada 6 Februari 1950, bertepatan dengan penyerahan surat kepercayaan Mohamad Roem kepada Ratu Juliana. Roem menjadi satu-satunya Komisaris Agung Indonesia untuk Kerajaan Belanda, karena setelah dipanggil pulang untuk menjadi Menteri Luar Negeri pada Kabinet Natsir (1950-1951), Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengangkat seorang komisaris agung. Hal tersebut disebabkan oleh memburuknya hubungan antara Indonesia dan Belanda, karena masalah Irian Barat.
Setelah Roem, posisi Kepala Perwakilan Indonesia di Den Haag sampai dengan pembubaran Uni hanya diisi oleh seorang kuasa usaha, berturut-turut Djumhana Wiriaatmadja, Susanto Tirtoprodjo, dan Kwee Djie Hoo. Hubungan khusus tersebut bertahan sampai tahun 1956, ketika Indonesia secara sepihak membubarkan Uni Indonesia-Belanda.
Keputusan tersebut mengubah Komisariat Agung menjadi Kedutaan Besar RI, yang bertahan hingga kini.
******
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan. Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi. Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca. Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik. Bergabunglah dalam kelompok membaca atau forum literasi. Diskusikan buku yang Anda baca dan dapatkan rekomendasi dari sesama pembaca. Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Libatkan keluarga dalam kegiatan membaca. Bacakan cerita untuk anak-anak atau ajak mereka membaca bersama. Ini menciptakan ikatan keluarga yang erat melalui kegiatan positif. Jangan ragu untuk menjelajahi genre baru. Terkadang, kejutan terbaik datang dari buku yang tidak pernah Anda bayangkan akan Anda nikmati. Manfaatkan teknologi dengan membaca buku digital atau bergabung dalam komunitas literasi online. Ini membuka peluang untuk terhubung dengan pembaca dari seluruh dunia.
Baca Selengkapnya
Detail Buku










