• Unknown Author

Renungan Profesional / OCT 2013

entity.title.trim()
Penerbit: Maranatha Krista Media
  • Unknown Author

Renungan Profesional / OCT 2013

HELPFUL



Profesional, coba ketik kota yang paling nyaman untuk ditinggali di dunia di search engine. Anda akan menemukan kota Melbourne. Mengapa? Ketika saya search di google, inilah yang saya dapatkan: "Melbourne kembali dinobatkan sebagai kota paling nyaman ditinggali di dunia berdasarkan survei terbaru tentang kenyamanan kota untuk ditinggali oleh Economist Intelligence Unit (EIU), sehingga membantu kota ini mempertahankan gelarnya selama dua tahun berturut-turut. Kota-kota dinilai berdasarkan lima kategori: stabilitas, perawatan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan dan infrastruktur, dengan koresponden di masing-masing kota. Melbourne mendapatkan skor sempurna untuk infrastruktur, perawatan kesehatan dan pendidikan sebagai kota paling nyaman untuk ditinggali di dunia."



Secara pribadi saya akan berikan alasannya. Karena berkali-kali mengunjungi kota ini, saya punya banyak pengalaman tentang kota ini. Pertama, tanya jalan. Jika di kota-kota lain seringkali kita dicuekin jika tanya jalan, Melbourner—sebutan untuk penduduk Melbourne—tidaklah demikian. Mereka dengan ramah menawarkan bantuan. Saya pernah mencobanya. Ketika menanyakan sebuah alamat kepada seorang ibu di Victoria Market, dengan ramah ibu itu tidak hanya menunjukkan arah, tetapi mengantarkan saya ke sana! Kedua, ketika mengantar anak saya sekolah di sana, dari bandara saya ke Keilor Road, tempat anak saya homestay. Tiba-tiba turun hujan, sehingga saya berteduh di sebuah toko sambil membeli payung. Saat saya tanya jalan, dengan sangat ramah pemilihnya keluar toko dan memberikan penjelasan secara detail. Bukan hanya itu, ketika bepergian sendirian naik trem, saya kekurangan uang logam, tiba-tiba seorang bapak mengulurkan satu koin untuk membeli tiket.



Profesional, jadi, menurut saya pribadi, bukan hanya infrastruktur yang penting, tetapi juga penghuninya. Hal ini mengingatkan saya kepada ungkapan A House Is Not A Home. Bagi saya, Melbourne memang homey karena penduduknya ramah. Bagaimana dengan kita?

  • Stok Tidak Tesedia