• Unknown Author

Renungan Profesional / AUG 2014

entity.title.trim()
Penerbit: Maranatha Krista Media
  • Unknown Author

Renungan Profesional / AUG 2014

Saat menjejakkan kaki setapak demi setapak di Holocaust Museum di Yerusalem, saya merinding melihat betapa orang bisa menjadi serigala bagi orang lain. Jutaan orang mati sia-sia hanya karena perbedaan ras. Ada orang-orang paranoid yang ingin melakukan gonocide terhadap etnis lain. Demikian juga saat saya melihat patung kemerdekaan, yaitu orang yang berhasil mematahkan borgol penjajahan, ada perasaan mendesir di hati saya.



Kita yang hidup di zaman yang sudah merdeka ini perlu diingatkan kembali akan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur mendahului mereka. Mereka gugur dan menjadi penyubur tanah, sehingga kita bisa berdiri sama tinggi dengan negara lain. Darah yang mereka curahkan menguar wangi di bumi pertiwi.



Profesional, apakah kita hanya menikmati tanpa meresapi dan menghayati pengorbanan mereka yang berjuang tanpa pamrih dengan semangat yang tak terperi? Marilah kita mengisi kemerdekaan dengan kesadaran penuh bahwa harga yang dibayar untuk teriakan "Merdeka!" begitu besar. Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang bisa menghormati jasa para pahlawannya, tetapi juga yang mengisi kemerdekaan dengan ethos kerja yang tinggi sekaligus suci.

  • Stok Tidak Tesedia