Bulughul Maram-Kumpulan Hadits & Sunnah Rasulullah Muhammad Saw. (Hc)

entity.title.trim()
Jumlah Halaman: 558
Tanggal Terbit: May 24, 2015
ISBN: 9786020317380
Bahasa: Indonesia
Penerbit: G P U
Berat: 0.8520 kg
Lebar: 17 cm

Bulughul Maram-Kumpulan Hadits & Sunnah Rasulullah Muhammad Saw. (Hc)

“Seorang muslim harus memahami ajarannya secara benar yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan berguru kepada para ulama yang ahli dan membaca buku-buku Islam yang direferensikan, sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam atas dasar yang benar yang mengantarkannya kepada kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Buku ini, merupakan salah satu karya terkenal dalam khazanah Islam yang menjadi rujukan dan bacaan umat Islam di semua negara di dunia untuk memahami Islam. Semua perpustakaan pasti mempunyai buku ini. Pengarang menjelaskan bagaimana seorang muslim seharusnya beraktivitas dan berperilaku sesuai dengan sunnah Rasulullah Muhammad saw. dari bangun tidur sampai tidur kembali— semua dibahas secara tematis, dari cara bersuci hingga akhlak tercela, dengan tujuan mudah dipahami, dimengerti, dan dipraktikkan. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang enak dibaca, dilengkapi dengan keterangan yang memudahkan untuk kita pahami.” Prof. Dr. Didin Hafiduddin, Msc. Guru Besar Universitas Ibnu Khaldun, Bogor “Kitab ini merupakan kitab Fiqih Hadits Tematis yang sangat baik untuk dibaca, dikaji, dan diamalkan pesan-pesannya. Kelebihan kitab ini ada pada sentuhan penulisnya, Ibnu Hajar Al- ‘Asqalani yang digelari Amir Al-Mu’minin dalam bidang hadits. Dengan sendirinya, otentisitas hadits kandungannya sudah melalui pertimbangan yang dalam dan dapat dipertanggungjawabkan. Karenanya, para pembaca akan merasa tidak ragu untuk mengamalkan pesan-pesan Rasulullah saw. yang termuat di sini. “Selain bahasanya lebih enak dibanding terjemahan yang sudah ada, kelebihan lain edisi ini ada pada catatan kredibilitas hadits yang penerjemahnya menukil pendapat Syeikh Al-Albani. Hanya saja para pembaca harus mengetahui terlebih dahulu tentang sosok Al-Albani dan Ibnu Hajar. Perbedaan yang terjadi antara keduanya tidak menjatuhkan kredibilitas Ibnu Hajar yang menurut hemat penulis berada beberapa tingkat di atas Al-Albani. Ibnu Hajar ketika menukil hadits da’if, bukan karena ketidaktahuannya akan kredibilitas hadits yang dinukilnya ini, akan tetapi karena beliau melihat bahwa hadits ini tetap masih dapat dipertimbangkan, apalagi untuk kasus tertentu yang tidak ada hadits lain di bab itu kecuali hadits yang da’if.”